Categories
Data

Pemilu Amerika: ‘Skenario kiamat’ yang ditakutkan rakyat Amerika mulai terwujud, dengan Trump ‘perkeruh penghitungan suara’

Selama berminggu-minggu menjelang pemilu, Donald Trump telah mengatakan bahwa jika selisih perolehan suara pada pemilihan presiden tipis, ia mau menuduh lawannya dari Partai Demokrat melakukan kecurangan pemilu dan berusaha mencuri kemenangan darinya.

Pada Rabu (04/11) dini hari, ia melangsungkan itu: kendati jutaan surat pandangan yang sah belum selesai dihitung, ia mengumumkan kemenangannya sebelum waktunya.

“Kami sudah bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kami sudah memenangkan pemilihan ini, ” kata Trump dalam pidato di Gedung Putih.

Tanpa memberikan bukti apapun, dia melanjutkan dengan klaim bahwa telah terjadi “kecurangan” pemilu.

“Ini penipuan habis-habisan di negara kita. Kita mau hukum digunakan secara tepat. Jadi, kita akan pergi ke Majelis hukum Agung AS. Kita ingin semua pemungutan suara dihentikan. ”

Permintaan Trump diwujudkan tim kampanyenya, yang mengatakan akan segera meminta perhitungan ulang di Wisconsin dengan dalih adanya “laporan kejanggalan di beberapa distrik”. Dan di Michigan dan pada Pennsylvania, tim kampanye Trump sudah melayangkan gugatan untuk menghentikan perhitungan suara.

‘Memalukan, belum pernah terjadi, tidak benar’

Para pembantu Demokrat dan bahkan beberapa pendukung sang presiden segera merespons.

Saingan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan pemilu belum berakhir “sampai setiap surat suara dihitung”.

“Kami beruang di jalur untuk menang, ” tegasnya.

Manajer persuasi Biden, Jen O’Malley Dillon, membicarakan pernyataan Trump “keterlaluan, belum sudah terjadi, dan tidak benar”.

“Itu kelewatan karena jelas-jelas merupakan upaya buat merampas hak-hak demokrasi warga Amerika, ” katanya.

“Ini pertama kalinya berlaku karena belum pernah dalam sejarah kita seorang presiden Amerika Serikat berusaha untuk melucuti suara kaum Amerika dalam pemilihan nasional. ”

Alexandria Ocasio-Cortez dari Partai Demokrat, dengan memenangkan pemilihan kembali untuk kursinya di Kongres, mengecam klaim Trump sebagai “tidak sah, berbahaya, dan otoriter”.

“Hitung suara. Hormati hasilnya, ” ujarnya dalam sebuah cuitan pada Twitter.

Bahkan beberapa pendukung partai Trump sendiri, Partai Republik, menyuarakan kewaswasan.

Salah satunya mantan Senator Republik dari Pennsylvania, Rick Santorum.

Santorum berkata ia “sangat terganggu” dengan catatan Trump.

“Menggunakan kata penipuan… patuh saya itu salah, ” ujarnya di CNN.

Dan Ben Shapiro, komentator berhaluan lapuk dan kritikus Trump, dalam sebuah twit menyebut komentar Trump “sangat tidak bertanggung jawab”.

Setelah Trump berbicara, Wakil Presiden Mike Pence memeriksa menghaluskan ucapannya, menolak untuk mendeklarasikan kemenangan dan menegaskan bahwa semua suara yang diberikan secara berlaku akan dihitung.

Ketegangan tersebut jelas benar dirasakan di kalangan akar rumput.

Sinta Penyami Storms, anggota jawatan kepemimpinan Asian Americans and Pacific Islanders untuk Partai Demokrat, mengucapkan ia merasa gugup bercampur optimis.

“Saat ini kita masih nervous, tapi sangat optimis karena surat perkataan dari pos, yang katanya kira-kira satu juta belum dihitung, siap untuk saat ini, walau ramal gugup, masih sangat optimis Biden memenangkan  pemilihan ini. ”

Seorang pendukung Trump, Emmanuel Tandean, pendeta di Gereja New Life Praise Centre, Philadelphia, mengaku mengikuti hasil penetapan sejak malam sampai pagi dengan perasaan bercampur optimis dan risau.

“Ya, sempat nervous, optimis dan balik nervous… karena masih tidak terang, ” katanya.

“Sudah terlanjur”

Akan tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi, kata wartawan BBC pada Amerika Utara, Anthony Zurcher.

“Terlepas Trump pada akhirnya menang atau tangan, ia telah mempermasalahkan pemilihan itu, karena ia mempertanyakan mesin demokrasi Amerika itu sendiri, ” sirih Zurcher.

Pandemi virus corona menyebabkan lonjakan dalam jumlah pemilih AS dengan memilih untuk memberikan suara mereka lebih awal lewat pos, yang memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghitung surat suara.

Di beberapa negara bagian, penghitungan surat suara mungkin perlu waktu berhari-hari.

Anthony Zurcher berceloteh pemilu AS kini memasuki “skenario kiamat yang ditakuti banyak masyarakat Amerika, ketika presiden Amerika Konsorsium sendiri – dari Gedung Putih – memperkeruh penghitungan suara. ”

Lindy Backues, guru besar madya di Eastern University, Amerika Serikat, bagi nah tinggal dalam Indonesia tahun 1989-2007

Saya mengecap yang sangat kita perlukan ialah seorang pemimpin yang bisa membawa perdamaian dan bisa memulihkan ikatan yang agak kacau antara perut belah pihak:

1. Orang pedesaan yang cenderung mendukung Trump yang merasakan selama ini direndahkan statusnya. Keluhan-keluhan dari mereka harus didengarkan. Tak berarti semua keluhan mereka betul karena menurut saya, mereka serupa ada masalah rasisme. Mereka bertambah cenderung menganggap Amerika ini jadi negara kulit putih. Itu lengah. Dan salah konsep, karena Amerika sudah lebih dari 200 tarikh yang lalu tidak didirikan sebagai itu. Tapi mereka menganggapnya begitu.

Mereka harus melepaskan cengkeramannya di mana ini bukan milik mereka lagi. Mereka harus rendah hati. Akan tetapi mereka juga harus didengarkan. Itu selama ini di desa-desa, kaya di Indonesia juga, merasa tidak didengarkan, seperti ‘orang kota sombong tahu’.

2. Sedangkan orang di kota yang lebih cenderung warna-warni, orang dari mana-mana, dari jangat hitam, kulit putih, imigran, daripada luar, dan di Philadelphia wadah saya tinggal ini banyak karakter Indonesia lagi, mereka juga tak didengarkan suaranya.

Orang di Washington ( Gedung Putih, Senat) kudu merendahkan diri, mereka harus bertambah peduli baik kepada orang praja yang terkucilkan maupun orang daerah yang terkucilkan. Dan saya rasa yang harus dihasilkan di Amerika ini adalah lebih banyak nista hati, di mana nasionalisme itu bukan vokal dan menganggap diri kita sendiri paling baik di dunia, tetapi memang kita hanya satu negara di muka Bumi dan kita juga belajar dengan jalan apa untuk jadi lebih baik.

Nah, kita perlu ada presiden bagaikan itu.

Trump telah mengatakan ia akan menegasikan untuk mengakui kekalahan jika dia kalah dalam pemilihan.

Dalam beberapa minggu terakhir, ini telah menyebabkan dialog yang sangat tidak biasa melanda apakah angkatan bersenjata, dinas rahasia atau polisi akan dipanggil buat secara paksa menurunkan presiden AS yang dibarikade di dalam Gedung Putih.

Khawatir kerusuhan

Pertandingan ketat kini mengerucut pada sedikit negara bagian: Arizona, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan Georgia.

Setiap gugatan norma harus melalui pengadilan negara bagian terlebih dahulu, sebelum diteruskan ke Mahkamah Agung.

Artinya, hasil penetapan presiden AS 2020 berpotensi menetapkan waktu berhari-hari untuk diketahui.

Sementara tersebut, ada kekhawatiran bahwa ketidakpastian hasil bisa menimbulkan keresahan dalam wujud protes dan bentrokan.

Bahkan saat hari pemilihan hampir berakhir, ada perselisihan dan ketegangan dalam protes yang diadakan di beberapa bagian negeri, termasuk di depan Gedung Suci.

“Skenario terburuk mulai terwujud, dengan Biden mengklaim ia dalam jalur menuju kemenangan dan Trump melontarkan dakwaan tidak berdasar tentang penipuan & kecurangan pemilu, ” kata Zurcher.

“Ini resep untuk perselisihan dan persengketaan di pengadilan yang berlarut-larut, berakhir dengan pendukung di pihak yang kalah merasa marah dan terkena. ”

Categories
Data

Pemilu Amerika: Hasil bermunculan, persaingan ketat di sejumlah negara bagian kunci

Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, yang memperhadapkan Donald Trump dan Joe Biden, menunjukkan persaingan sengit di sejumlah negara bagian kunci.

Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika hampir semua kertas suara telah dihitung.

Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, misalnya Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Az, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Seorang penasihat Donald Trump mengaku dirinya risau dengan peluang Trump.

“Jika Florida jatuh ke Biden, jadi pertandingan selesai. Namun, jika Florida dimenangi Trump, maka pertarungan masih berlanjut, ” kata sang penasihat kepada CBS, mitra BBC di AS.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum wujud kejutan berarti.

Kebanyakan negara periode condong pada salah satu partai, sehingga fokus setiap capres pada umumnya tertuju pada 12 atau lebih negara bagian yang peluang kemenangannya 50-50. Negara-negara bagian ini dijuluki ‘ battleground states ‘ atau negara bagian kunci pertarungan.

Bagaimana hasil sejauh ini?

Pertarungan di Negara Bagian Pennsylvania, The state of michigan, Wisconsin, dan Ohio bisa berakhir dengan hasil tak terduga.

Negara Bagian Arizona dan Texas, yang terlebih dulu menjadi kantung kekuasaan Partai Republik, juga menjadi medan pertarungan sengit. Kemenangan Biden di Texas bakal menjadi ‘gempa politik’.

Persaingan ketat juga tengah berlangsung di dua negara bagian kunci di pesisir timur, yakni Georgia dan North Carolina.

Benar Florida maupun Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian yang harus dimenangi oleh Trump jika dia mau terpilih lagi sebagai presiden.

BBC memproyeksikan kemenangan Donald Trump di Alabama, Indianapolis, North Dakota, South Dakota, Oklahoma, Kentucky, Tennessee, Arkansas, dan Western Virginia,

BBC memproyeksikan Joe Biden menang di New York, Colorado, Vermont, Delaware, Maryland, Massachusetts, Brand new Jersey, dan Distrik Columbia.

Mitra BBC di AS, CBS News, memproyeksikan South Carolina, Nebraska, Kansas, Louisiana, dan Wyoming condong ke Trump.

CBS juga memproyeksikan Minnesota, New Mexico, Maine, Connecticut, Illinois, Rhode Island, dan New Hampshire condong ke Biden.

Kedua calon presiden menghabiskan waktu-waktu terakhir kampanye di negara-negara bagian kunci.

Donald Trump, 74 tahun, berusaha agar agar tidak menjadi presiden petahana mulailah yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992.

Setelah maraton berkampanye selama beberapa hari menjelang pemilihan presiden, Trump kembali ke Gedung Putih; sementara Biden ke Scranton, Pennsylvania, rumah masa kecilnya dan juga base Partai Demokrat di Philadelphia.

Saat ditanya mengenai rencananya, Trump mengaku belum punya persiapan.

“Tidak, saya belum memikirkan pidato kekalahan atau pidato penerimaan. Mudah-mudahan kita hanya akan melakukan salah satu dari dua tersebut dan, Anda tahu, menang tersebut mudah, kalah tidak pernah mudah. Bukan untuk saya, bukan buat saya, ” ujar Trump.

Di sisi lain, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, mengaku dirinya “penuh harapan”.

Akan tetapi, Biden tidak mau menjabarkan rencananya jika hasil bukan diumumkan pada 3 November.

“Ada begitu banyak hak yang berlangsung ketika ini…Kita lihat nanti, ” kata Biden.

“Jika ada sesuatu untuk dibicarakan mengenai malam ini, saya maka akan berbicara. Jika tidak, saya akan menunggu sampai kertas suara dihitung keesokan hari, ” lanjutnya.

Apakah pemilihan umum ini hanya memilih presiden?

Semua perhatian memang tertuju pada persaingan Trump dan Biden, namun para pemilih juga menentukan anggota baru Kongres saat mengisi kertas suara.

Kubu Demokrat telah menguasai majelis rendah parlemen atau DPR, sehingga mereka bertekad mempertahankan hal tersebut sekaligus mengincar kendali Senat.

Jika Demokrat punya kursi mayoritas di DPR lalu Senat, partai berlambang keledai tersebut akan mampu memblokir atau menunda rencana Trump jika dia kembali terpilih sebagai presiden.

Sebanyak 435 kursi di DPR AS diperebutkan dalam pemilihan tahun ini, sedangkan pada Senat terdapat 33 kursi yang dipertarungkan.

Categories
Data

Penembakan Wina: Serangan ‘teroris’ di enam lokasi di Austria, aparat buru penyerang

Setidaknya dua orang tewas serta beberapa lainnya mengalami cedera—sebagian luka berat—setelah sejumlah pria bersenjata membiarkan tembakan di enam lokasi bertentangan di Ibu Kota Austria Wina.

Kanselir Austria, Sebastian Kurz, membicarakan rangkaian insiden tersebut sebagai “serangan teror menjijikkan” dan mengatakan seorang pelaku penyerangan telah tewas dibunuh.

Satu diantara korban tewas dibunuh di letak serangan, sedangkan korban selanjutnya—seorang perempuan—meninggal dunia di rumah sakit setelah menderita luka-luka, menurut Wali Tanah air Wina, Michael Ludwig.

Diyakini sebanyak 14 orang masih dirawat di sendi sakit, enam di antara itu mengalami luka serius. Salah kepala korban merupakan petugas kepolisian, sebut Kementerian Dalam Negeri Austria.

Kementerian itu menambahkan, polisi masih memburu setidaknya satu penyerang.

Salah satu lokasi penembakan berkecukupan dekat sinagoga, tapi belum jelas apakah tempat ibadah orang Yahudi itu menjadi sasaran serangan.

Kepolisian telah menutup sebuah area yang besar di kota dalam upaya pencarian pelaku penembakan.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam sebelum Austria memberlakukan kaidah nasional guna menghentikan penularan virus corona. Banyak warga tengah bergembira di restoran dan bar pra tempat-tempat itu tutup hingga simpulan November.

Sejumlah pemimpin di Eropa mengecam penembakan tersebut. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan dirinya “sangat tersentak oleh serangan-serangan mengerikan ini”.

Barang apa yang kita ketahui tentang gempuran ini?

Kepolisian mengatakan insiden dimulai dekat Sinagoga Seitenstettengasse, tempat ibadah pokok umat Yahudi di Wina.

Pemimpin Publik Yahudi, Oskar Deutsch, mengunggah cuitan bahwa sinagoga sudah ditutup zaman serangan terjadi pukul 20: 00 malam waktu setempat.

Korban luka mencakup seorang aparat keamanan yang menjaga sinagoga, serupa itu dilaporkan surat kabar Kronen Zeitung .

Sebuah tayangan video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian di jalanan saat suara tembakan meletus.

Seorang saksi mata bernama Chris Zao mengaku dirinya berada dalam sebuah restoran dekat lokasi penembakan.

“Kami mendengar bunyi bising seperti petasan. Kami mendengar sekitar 20 mematok 30 kali dan kami budi itu suara tembakan sungguhan. Awak melihat sejumlah ambulans… berjajar. Ada beberapa korban. Sedihnya, kami juga melihat sesosok tubuh terbaring dalam jalan, ” kata Zhao pada BBC.

Saat operasi anti-teror besar berangkat beraksi, polisi mendesak orang-orang untuk menghindari area tersebut dan tak menggunakan transportasi publik. Penghalang jalan dipasang di sekitar pusat praja.

Kepolisian di Republik Ceko yang bertetangga dengan Austria mengatakan mereka menyelenggarakan pemeriksaan secara acak di perbatasan wilayah Austria di tengah kewaswasan para pelaku penembakan akan menyeberangi negara.

Seperti apa reaksi sebab para pemimpin di Eropa?

Di Twitter, Kurz mengatakan, “kami mengalami masa yang sulit di republik kami”.

“Polisi kami akan bertindak tegas terhadap pelaku serangan teroris yang mengerikan ini. Kami tidak akan pernah membiarkan diri kami diintimidasi oleh terorisme, ” katanya.

Para pemimpin Eropa mengutuk keras serangan ini. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Eropa tidak boleh “menyerah” pada menghadapi serangan-serangan.

“Kami rakyat Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan anak buah Austria, malam ini, dengan sebuah serangan di pusat kota, Wina. Setelah Prancis, teman kita juga diserang. Ini adalah Eropa kita. Musuh kita harus tahu siapa yang sedang mereka hadapi, ” katanya.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengunggah cuitan dukungan buat warga Wina. Ia mengatakan “sangat terkejut dengan serangan yang mengerikan”.

“Inggris bersama rakyat Austria – saya bersatu bersamamu untuk melawan teror, ” katanya.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel menyebut ini sebagai kesibukan pengecut yang mencederai nilai-nilai serta kehidupan manusia.

Categories
Data

Seruan boikot produk Prancis muncul pada Indonesia, pengamat ekonomi: dampaknya ‘tidak signifikan’

Seruan boikot terhadap keluaran Prancis seperti yang disuarakan Cantik Ulama Indonesia (MUI) diragukan efektifitasnya dan oleh pengamat ekonomi & seorang tokoh Nahdlatul Ulama.

Selain karena nilai impor Prancis ke Indonesia relatif kecil, pemboikotan juga tak memberi solusi tempat persoalan mendasar yang terjadi dalam sana, yakni pertentangan antara nilai-nilai agama dengan sekularisme ektrem.

Kendati demikian, beberapa orang menyatakan akur memboikot dan 1. 000-an orang yang berasal dari Laskar Advokat Islam akan menggelar aksi pertunjukan di depan kantor Kedutaan Prancis di Jakarta, pada Senin (02/11).

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyebut seruan serta tindakan boikot atas barang-barang Prancis tidak akan berdampak signifikan dalam perdagangan negara itu.

Ini karena kadar impor Prancis ke Indonesia benar kecil jika dibandingkan dengan negara China, Amerika, Australia, dan India.

Komoditas impor terbesar dari Prancis adalah pesawat dan komponennya. Tengah produk makanan dan barang mewah seperti tas, kebanyakan produksinya sudah dibuat di dalam negeri.

“Untuk produk-produk yang sifatnya lifestyle hanya tanda saja, tapi produksinya di Nusantara. Jadi tidak signifikan buat Nusantara dan Prancis karena porsinya enggak besar, ” jelas Enny Sri Hartati kepada Quin Pasaribu, dengan melaporkan untuk BBC News Nusantara.

“Kalau Prancis perkiraan saya paling impornya tidak sampai 5%. Berbeda semacam China sampai 33%. ”

Selain itu makna komoditas buatan Prancis terbilang garib dan konsumennya kebanyakan kelompok menengah ke atas. Golongan ini, kata pendahuluan Enny, relatif teredukasi dan tak terpengaruh dengan apa yang berlaku di Prancis.

Berbeda hal kalau kebijakan boikot dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kalau kebijakan itu yang diambil seperti Turki maka nyata sangat berpengaruh, lanjut Enny.

Menunjuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-Juli 2020, ukuran total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta atau sekitar Rp9, 9 triliun, turun 17% dibandingkan periode dengan sama tahun lalu.

MUI imbau boikot produk Prancis

Imbauan untuk memboikot semua produk asal Prancis diserukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekjen MUI, Anwar Abbas, mengatakan bagian boikot ditempuh untuk ‘menekan’ Presiden Emmanuel Macron atas pernyataannya dengan disebut Anwar Abbas ‘arogan’.

“Makin ke sini di (Presiden Emmanuel Macron) makin arogan dan dia mengisbatkan tidak akan berubah dan menanggung publikasi karikatur Charlie Hebdo itu, ” ujar Anwar Abbas.

“Jadi kita harus memberikan tekanan kepada tempat untuk menyadarkan, ” sambungnya.

Seruan boikot tersebut, katanya, baru akan berhenti datang Presiden Macron menyatakan minta maaf kepada seluruh kaum muslimin di negeri dan menghentikan penerbitan karikatur Rasul Muhammad.

Kendati ia tidak menguatkan, apakah boikot ini bersifat wajib atau diserahkan ke tiap-tiap individu.

“Kalau umat Islam punya berkorban nurani, enggak usah diimbau pula akan dilakukan mestinya. Masak dihina Rasul Muhammad kok diam, gimana ceritanya? ”

Selain menyuarakan boikot, MUI juga mendesak pemerintah Indonesia menarik sementara periode Duta Besar RI di Paris.

Sesuai apa reaksi masyarakat?

Novianto Ari Murung, warga Klaten, Jawa Tengah, membuktikan setuju dengan seruan boikot serta telah berhenti membeli barang-barang yang memiliki kaitan dengan negara Prancis seperti air mineral dan biskuit.

“Kalau saya setuju (boikot) karena ini sebagai bentuk ekspresi lantaran pernyataan Presiden Prancis. Toh boikot sebagai sikap legal di antara sikap lain, ” imbuh Novianto pada BBC.

Novianto berkata, akan mogok mengambil produk buatan Prancis sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf dengan terbuka kepada umat Islam.

Suara bertentangan diutarakan Marwan Yaumal Akbar dari Jakarta. Ia tak mau ikut memboikot produk Prancis karena dianggap tidak memberi efek apapun & justru merugikan pedagang lokal.

“Memang bakal efek ke negara Prancis? Itu kan barang retail. Melainkan sikap pemerintah yang memboikot barang-barang Prancis untuk masuk, ” sebutan Marwan kepada BBC.

Kendati ia mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden Emmanuel Macron, tapi baginya serangan kebengisan tak cuma ditujukan kepada umat Islam tapi juga Kristen.

Dia malah meminta umat Muslim di Nusantara bersikap ‘dewasa dalam beragama’ secara menampilkan wajah Islam yang ramah.

“Kalau api dilawan api tambah gembung, kalau api dilawan air akan redam. ”

Adapun Laskar Pembela Islam (LPI) menyatakan akan menggelar gerak laku demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Senin (01/11).

Koordinator lapangan aksi, Eko Susilo, mengatakan setidaknya seribu orang bakal datang untuk mengecam pernyataan Kepala Macron dan mendesaknya meminta maaf.

“Kami akan orasi dan menimbulkan patung Presiden Macron sebagai simbol dan aksi teatrikal, ” tambahan Eko Susilo.

Aksi demo ini, katanya, kemungkinan akan terus berlanjut sampai Presiden Macron menyatakan penyesalannya.

Sekitar ini, pemerintah menyatakan tidak bakal melarang masyarakat jika enggan membeli produk asal Prancis. Akan namun kata Juru Bicara Kementerian Sungguh Negeri, Teuku Faizasyah, “pemerintah tak akan memberikan ruang bagi semacam tindakan yang bersifat merugikan ikatan bilateral kedua negara”.

‘Kalau boikot efektifitasnya tidak bisa diukur’

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai propaganda boikot tidak efektif selama tak ada dialog substansial mengenai kasus yang terjadi belakangan. Yakni adanya perbenturan antara apa yangdisebutnya jadi sekularisme ektrem di Prancis secara nilai-nilai agama.

Ia berpandangan, korban dari ‘sekularisme ekstrem’ di Prancis tidak hanya menyasar agama Islam tapi juga Kristen.

Hal itu nampak pada peristiwa terakhir yaitu penyerangan di gereja Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang.

“Tindakan teror yang kedua membunuh karakter di gereja, tindakan teror yang diarahkan kepada orang Kristen. Real yang melecehkan bukan atas nama agama, tapi sekularisme ekstrem, ” ujar Yahya Cholil Staquf kepada BBC News Indonesia, Minggu (01/11).

Sehingga, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah dialog untuk menyamakan persepsi arah nilai-nilai agama yang berlaku umum.

Jika tidak, katanya, ancaman teror akan terus berlanjut dan rentan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal serta teroris.

“Harus ada dialog soal kebebasan berbicara dan soal blashphemy. Orang perlu ukuran sampai mana kebebasan berbicara dilakukan ketika menyakiti pihak lain dan bagaimana diselesaikan, apakah dalam kerangka hukum atau budaya. ”

“Kalau sekularisme tidak bersetuju buka diri untuk berdialog, sebab perilaku sekularisme ini menggunakan jargon kebebasan berbicara sebagai justifikasi buat menyerang norma-norma yang mapan di masyarakat, ” tegasnya.

Categories
Data

‘Prancis dalam kondisi syok’ setelah gempuran bertubi-tubi, Presiden Macron klarifikasi pemberitahuan tentang kartun kontroversial

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan dia dapat melakoni kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami: bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, yang dipandang sebagai penghujatan oleh umat Agama islam, tetapi untuk membela hak akan kebebasan berekspresi.

“Prancis berada dalam status syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Serta untuk pertama kalinya saat ana mengalami serangan ini, ada anggapan kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya mau menjernihkannya, ” ujar Macron pada Aljazeera .

Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, dengan menewaskan tiga orang. Ini ialah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem dalam satu bulan terakhir.

Ketegangan terus memanas antara Prancis dan sejumlah negara Muslim, terkait kartun nabi Muhammad.

Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar itu, dalam konteks kebebasan berekspresi.

Menteri Pada Negeri Prancis mengatakan kemungkinan mau terjadi lebih banyak serangan militan.

Pada Sabtu (31/10), seorang pendeta Orthodoks ditembak dan terluka pada Lyon. Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Apa yang disebutkan Macron?

Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah mengalami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.

“Saya melakoni sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga menyembunyikan hak-hak ini, ” ujarnya, merujuk pada hak berekspresi bagi itu yang menciptakan kartun tersebut.

“Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka melenyapkan, mereka membantai… saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh kegiatan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam. ”

Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan dalam tengah kemarahan negara-negara Islam tersebut “tidak dapat diterima”.

Apa konteks dari pernyataan Macron?

Tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis sebab seorang pria Tunisia yang muncul di kota bagian selatan Prancis itu sehari sebelumnya.

Prancis cepat meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi, dengan mengerahkan bertambah banyak aparat keamanan ke tempat-tempat ibadah dan sekolah di seluruh negeri.

Sementara kantor berita Tunisia melaporkan, dua orang telah ditahan di negara itu untuk dimintai keterangan terkait serangan di Nice, yang dilakukan oleh seorang pria Tunisia.

Awal bulan ini, seorang pengasuh dipenggal kepalanya di pinggir tanah air Paris, setelah menunjukkan kartun Rasul Muhammad kepada beberapa siswanya.

Menanggapi serangkaian serangan tersebut, Macron mengatakan Prancis tidak akan pernah taat pada kekerasan.

Masalah ini telah menyebabkan ketegangan dengan beberapa negara kebanyakan Muslim, yang diekspresikan lewat pembakaran patung Macron di Bangladesh & perang kata-kata dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mempertanyakan kesehatan mental Macron.

Daftar insiden serangan belum lama ini di Prancis

Oktober 2020: Guru isyarat Prancis Samuel Paty dipenggal kepalanya di luar sekolah di pinggiran kota Paris.

September 2020: Dua orang ditikam dan terluka parah di Paris depan bekas kantor tabloid Charlie Hebdo , tempat bersemangat melakukan serangan mematikan pada 2015.

Oktober 2019: Operator komputer polisi, Mickaël Harpon, ditembak mati setelah menikam hingga mati tiga petugas dan seorang pelaku sipil di markas polisi Paris.

Juli 2016: Perut penyerang membunuh seorang pendeta, Jacques Hamel, dan secara serius melukai sandera lainnya setelah menyerbu suatu gereja di pinggiran Rouen pada Prancis utara.

Juli 2016: Seorang pria bersenjata mengendarai truk besar ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang dalam gempuran yang diklaim oleh kelompok Negeri Islam (IS).

November 2015: Pria bersenjata dan karakter bom bunuh diri melancarkan bervariasi serangan terkoordinasi di gedung konser Bataclan, stadion utama, restoran, & bar di Paris, menyebabkan 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Januari 2015: Dua pria militan Islam memaksa masuk ke kantor Charlie Hebdo & menembak mati 12 orang.

Categories
Data

Gempa bumi di Turki dan Yunani: ‘Guncangannya benar-benar kuat’, proses pencarian korban dilanjutkan

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Tim penyelamat melanjutkan pencarian korban yang selamat di reruntuhan bangunan di kota Izmir, Turki, yang terkena gempa bumi spektakuler pada hari Jumat (30/10).

Gempa bumi yang dahsyat melanda pantai Aegean Turki dan di utara Pulau Samos, Yunani, menghancurkan perumahan warga dan menewaskan setidaknya 22 orang.

Gempa berkekuatan magnitudo 7, 0 itu berpusat di provinsi Izmir Turki, berdasarkan laporan Inspeksi Geologi AS (USGS).

Turki menyebutkan magnitudo lebih rendah, yakni 6, 6, dan melaporkan 20 orang tewas dan 786 lainnya luka-luka pada provinsi Izmir. Di Samos, dua remaja tewas.

Gempa yang dangkal tersebut memicu tsunami kecil yang menenggelamkan Izmir dan Samos.

Pihak berwenang dalam Izmir, ibu kota provinsi, telah mendirikan tenda-tenda untuk menampung sekitar 2. 000 orang, di tengah kekhawatiran akan lebih banyak gedung yang runtuh.

Pihak berwenang mengatakan 70 orang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan.

Tim penyelamat terus menggali reruntuhan, berharap menemukan banyak orang dengan bisa diselamatkan.

USGS mengatakan gempa itu – yang dirasakan sejauh Athena dan Istanbul – berlaku pada kedalaman 10 km, meskipun pejabat Turki mengatakan gempa tersebut terjadi 16 km di bawah tanah.

Turki dan Yunani sama-sama beruang di garis patahan dan gempa bumi biasa terjadi.

Sementara itu, belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban pada peristiwa ini. “Sejauh ini tak diperoleh laporan mengenai adanya WNI yang terkena dampak langsung gempa tersebut”, ujar Harliyanto, Koordinator Pelestarian WNI KBRI Ankara.

Berdasarkan keterangan KBRI Ankara, ada sekitar 98 WNI yang tinggal di Izmir dan daerah sekitarnya yang terdampak. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja spa dan mahasiswa.

Di Izmir, praja terbesar ketiga di Turki dengan populasi hampir tiga juta, banyak orang terlihat berlarian ke jalan-jalan karena panik dan takut setelah gempa melanda. Setidaknya 20 gedung roboh.

Video yang diunggah di jalan sosial menunjukkan saat satu gedung bertingkat runtuh, sebagaimana dilaporkan kuli BBC Orla Guerin di Istanbul.

Rekaman lain menunjukkan orang-orang memeriksa korban selamat di bawah puing-puing bangunan.

Banjir juga dilaporkan berlaku setelah permukaan laut naik dan beberapa nelayan dinyatakan hilang.

“Guncangannya sungguh-sungguh kuat, hampir cukup kuat untuk membuat Anda jatuh. Saya serta anak-anak saya lari keluar rumah layaknya orang yang sedang gila karena guncangan kuat itu, ” kata Chris Bedford, seorang pensiunan guru Inggris yang tinggal pada Urla, barat Izmir, kepada BBC.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Salah satu dari 20 korban yang dikonfirmasi tenggelam, sebutan badan darurat Turki.

Yasar Keles, seorang pejabat di Sigacik, dekat Izmir, mengatakan kepada BBC Turki bahwa seseorang meninggal setelah kursi rodanya dihantam air yang naik.

Pihak berwenang kemudian mengatakan sebanyak 70 orang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan.

Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah akan membantu mereka yang terkena dampak gempa “dengan seluruh sarana yang tersedia di negara kami”.

Dalam Yunani, dua remaja tewas kala tembok di Samos runtuh, sementara delapan orang lainnya terluka.

Tsunami mini membanjiri pelabuhan Samos & sejumlah bangunan rusak. Pejabat Yunani memperkirakan magnitudo gempa adalah enam, 7.

“Kami merasakan gempa yang betul kuat, ” kata wartawan lokal Manos Stefanakis kepada BBC, seraya menambahkan bahwa gempa susulan dengan lebih kecil terus berlanjut.

Dia mengutarakan itu adalah gempa terbesar yang melanda pulau itu sejak 1904.

Fareid Atta, jurnalis lain yang berbasis di Samos, mengatakan kepada BBC bahwa kerusakan “cukup luas di sepanjang tepi laut” di kota utama pulau itu.

“Banyak bisnis mau bangkrut setelah ini, ” katanya.

Awak diimbau untuk tetap berada pada luar ruangan dan menjauhi medan pantai. Sekitar 45. 000 karakter tinggal di Samos.

‘Kami takut akan ada tsunami’

Jude Wiggins, koordinator di induk pengungsi hawa di Samos

Bangunan mulai berguncang sehingga awak lari. Setelah itu jalan-jalan tiba banjir.

Kami takut akan ada tsunami jadi kami lari ke pada bukit.

Zaman gempa terjadi, saya sedang berkecukupan di dapur. Mesin cuci padahal bekerja dan saya pikir getaran pada mesin itu wajar. Tetapi, lemari es kemudian ikut bekerja.

Saya langsung berlari. Para pengungsi perempuan berlarian kemana-mana. Bagi mereka, ini cukup traumatis karena pengungsi itu datang dari tempat-tempat seolah-olah Suriah dan rasanya seperti mereka dibom atau semacamnya.

Semua orang kemudian mulai berlari. Orang-orang panik. Rumah kami tidak aman untuk ditinggali karena banyak retakan.

Bagi orang-orang dalam kamp, ​​mereka telah kehilangan segalanya di negara mereka sendiri, berarakan mereka kehilangan segalanya saat kebakaran. Sekarang banyak dari mereka kematian tenda tempat mereka tidur.

Gempa pada hari Jumat (30/10) dilaporkan terasa pula di Pulau Kreta Yunani.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan dia menelepon Erdogan “untuk menyampaikan belasungkawa arah hilangnya nyawa secara tragis akibat gempa bumi yang melanda ke-2 negara”.

Erdogan kemudian menanggapi, juga dengan menulis di akun Twitter-nya.

“Turki juga selalu siap membantu Yunani menyembuhkan lukanya. Dua negara tetangga yang saling menunjukkan solidaritas dalam masa-masa sulit lebih berharga daripada banyak hal, ” tambahnya.

Hubungan kurun Yunani dan Turki tegang di dalam beberapa bulan terakhir karena perubahan yang berkaitan dengan kontrol perairan teritorial di Mediterania dan sumber daya di bawahnya.

Pada Januari berantakan, lebih dari 30 orang mati dan lebih dari 1. 600 lainnya terluka ketika gempa dunia melanda Sivrice di provinsi Elazig timur Turki.

Pada Juli 2019, pokok kota Yunani, Athena, dilanda gempa yang mematikan listrik di beberapa besar kota.

Sebuah gempa kuat dengan melanda kota Izmit di Turki, dekat Istanbul, pada tahun 1999 menewaskan sekitar 17. 000 karakter.

Categories
Data

Serangan di Prancis: Satu orang ‘nyaris terpenggal’ di dalam gereja di Nice, pelaku datang dari Tunisia

Pria yang menikam tiga orang hingga tewas di sebuah gereja di Nice baru datang dari Tunisia, menurut sejumlah pejabat Prancis.

Tersangka berusia 21 tahun dan memiliki dokumen Palang Merah Italia yang diterbitkan setelah dia tiba menggunakan sebuah kapal migran di Pulau Lampedusa, Italia, bulan lalu. Dia ditembak polisi Prancis dan kini dalam kondisi kritis.

Seorang korban – perempuan lanjut usia – yang datang ke basilika untuk beribadah “hampir terpenggal.”

Presiden Emannuel Macron mengatakan itu adalah “serangan teroris Islam”.

Wali kota Nice, Christian Estrosi mengatakan semua bukti menunjukkan insiden itu adalah “serangan teroris di jantung basilika Notre-Dame.

Estrosi menyebut pelakunya adalah “Fasisme Islamis” dan tersangka berulang kali mengucapkan “Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar).

“Pada tersangka kami menemukan sebuah Quran dan dua telepon, belati yang digunakan dalam kejahatan—30cm dengan pinggiran untuk memotong 17cm. Kami juga menemukan sebuah tas yang ditinggalkan penyerang. Di sisi tas ini terdapat dua pisau yang tidak digunakan dalam serangan,” kata kepala jaksa antiteroris Prancis, Jean-François Ricard.

Menurut sumber-sumber kepolisian, penyerang bernama Brahim Aioussaoi.

Para jaksa anti-teror telah menggelar investigasi dan Prancis meningkatkan taraf keamanan nasional ke level tertinggi.

Berbicara setelah berkunjung ke Nice, Macron mengatakan: “Jika kami kembali diserang, itu karena nilai-nilai yang kami miliki: kebebasan, kesempatan di tanah air kami untuk punya keyakinan secara bebas dan tidak menyerah pada teror.

“Saya kembali mengatakan dengan sangat jelas hari ini: kami tidak akan menyerah.”

Menurut Macron, jumlah serdadu yang dikerahkan untuk melindungi tempat-tempat umum, seperti gereja dan sekolah, akan ditambah dari 3.000 menjadi 7.000 personel.

Polisi belum menyebut motif pembunuhan. Namun serangan ini terjadi menyusul protes di sejumlah negara terkait langkah Presiden Macron yang membela penerbitan karikatur yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Dua serangan terpisah terjadi Kamis (29/10), satu di kota lain Prancis dan satu di Arab Saudi.

Seorang pria ditembak mati di Montfavet setelah mengancam polisi dengan pistol tangan.

Dan seorang penjaga diserang di luar konsulat Prancis di Jeddah. Tersangka ditahan dan penjaga gedung dibawa ke rumah sakit.

Apa yang diketahui tentang serangan itu?

Ketiga korban diserang di dalam basilica pada Kamis (29/10) pagi sebelum Misa pertama hari itu.

Dua di antara mereka tewas di di dalam gereja: seorang perempuan berusia 60 tahun “nyaris terpenggal”, dan seorang pria berusia 55 tahun yang tenggorokannya dibelah.

Korban pria adalah salah satu anggota pengurus gereja. Dia dilaporkan meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Seorang korban lainnya, perempuan berusia 44 tahun, berhasil kabur ke kafe dekat gereja setelah ditikam beberapa kali. Namun, kemudian dia meninggal dunia.

Belakangan terungkap bahwa seorang saksi mata membunyikan alarm dengan sistem perlindungan khusus yang dibuat oleh pemerintah kota.

Chloe, seorang saksi mata yang tinggal dekat gereja, berkata kepada BBC: “Kami mendengar banyak orang berteriak di jalan. Kami melihat dari jendela bahwa ada banyak, banyak polisi berdatangan dan ada banyak, banyak tembakan.”

Tom Vannier, seorang mahasiswa jurusan jurnalistik yang tiba di lokasi kejadian setelah serangan berlangsung, menuturkan kepada BBC bahwa orang-orang menangis di jalan.

Empat polisi tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 08.57 waktu setempat (14.57 WIB) dan pelaku ditembak dan ditahan, kata jaksa antiteroris Prancis.

Nice pernah menjadi lokasi serangan teroris empat tahun lalu, ketika seorang warga Tunisia mengemudikan truk hingga menabrak kerumunan orang yang merayakan Hari Bastille pada 14 Juli. Sebanyak 86 orang meninggal dunia saat itu.

Reaksi sejauh ini

Menteri Dalam Negeri, Gérald Darmanin menyerukan warga untuk menghindari daerah pusat kota.

Gérald Darmanin mengatakan ia mengadakan pertemuan darurat di Paris.

Mengheningkan cipta selama satu menit dilakukan di Majelis Nasional, di tengah pengumuman Perdana Menteri Jean Castex terkait rincian karantina wilayah yang akan berlaku pada Kamis malam (29/10).

“Tak diragukan lagi, kejadian ini adalah tantangan baru yang sangat serius yang melanda negara kita,” katanya sambil menyerukan kesatuan.

Presiden Emmanuel Macron akan mengunjungi lokasi kejadian Kamis (29/10).

Dewan Muslim Prancis mengecam penikaman di Nice dan menyatakan duka terhadap korban dan keluarganya.

Konteks kejadian

Nice adalah salah satu kota sasaran serangan mematikan dalam tahun-tahun terakhir ini di Prancis.

Pada 14 Juli 2016, saat perayaan Hari Bastille, seorang warga Tunisia berusia 31 tahun menabrakkan truk yang dikendarainya ke arah massa, menewaskan 86 orang.

Beberapa hari kemudian, Pendeta Jacques Hamel ditikam lehernya selama kebaktian pagi di gereja kota Rouen.

Pada bulan Oktober ini juga, seorang guru, Samuel Paty dipenggal kepalanya di Conflans-Sainte-Honorine, di luar Paris, beberapa hari setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada sejumlah murdinya.

Pembunuhan itu menyebabkan ketegangan di Prancis dan upaya pemerintah untuk meredam kelompok radikal Islam menimbulkan kemarahan di Turki dan sejumlah negara.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyerukan boikot barang-barang Prancis.

Situasi semakin memburuk setelah Erdogan ditampilkan dalam karikatur tengah menyingkap baju perempuan berjilbab di majalah satiris Charlie Hebdo.

Categories
Data

MUI desak hentikan karikatur Nabi Muhammad sebagai ‘biang keladi’ kekerasan, pengamat sarankan Indonesia gelar dialog

Kecaman yang dilayangkan negeri Indonesia atas pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, disebut pengamat tidak cukup karena tak menyentuh masalah kekerasan yang menimpa seorang kiai karena memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menyarankan Indonesia mengambil langkah dialog buat menyamakan pandangan atas nilai-nilai ataupun ajaran Islam yang kerap bertentangan dengan sekularisme di Prancis.

Tatkala itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak Presiden Macron segera menodong maaf kepada seluruh umat Agama islam dan menghentikan penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo yang disebutnya sebagai “biang keladi” kekerasan di Prancis.

Merespons hal itu, Kementerian Luar Negeri menyebut mencari jalan mendorong diaktifkannya dialog antar agama.

Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, pengamat Timur Tengah dibanding Universitas Indonesia, Yon Machmudi, menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron semestinya tidak langsung menyimpulkan perbuatan pemenggalan kepala seorang guru Samuel Paty dengan agama Islam.

Ia menilai tanggapan Macron tidak menunjukkan kepekaan kepada umat Islam yang memercayai kesucian Rasul Muhammad sehingga sosoknya tidak dapat digambar.

Sehingga imbas pernyataan Macron itu, menurutnya, justru memicu respons yang sesungguhnya tidak perlu sesuai aksi boikot terhadap produk-produk Prancis.

“Tentu kita prihatin atas perkara itu tapi hendaknya respon Pemimpin Macron tidak terlalu simplifikasi masa kemudian menyampaikan ‘Islam dalam iklim krisis’, ” ujar Yon Machmudi kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Rabu (28/10).

“Karena itu menyangkut keyakinan dengan dianut umat Islam di negeri, ” sambungnya.

‘Kecaman tidak mengenai persoalan utama’

Indonesia sejauh itu baru mengecam pernyataan Presiden Emmanuel Macron tersebut karena dianggap memojokkan agama Islam.

Tapi kata Yon, kecaman itu tidak cukup. Negeri Indonesia, lanjutnya, juga harus berbahasa tentang pelaku kekerasan yang menjadikan kematian Samuel Paty.

Ia menduga sikap pemerintah tak lepas dari pernyataan sejumlah pemimpin negara dengan menyampaikan kritik atas pernyataan Macron. Hanya saja kritik maupun tuduhan tidak menyentuh persoalan utama.

Dia memperhitungkan, Indonesia sebagai negara dengan warga Islam terbesar bisa mengambil kedudukan lebih. Yakni mengajak Presiden Emmanuel Macron untuk berbicara tentang dengan jalan apa menyamakan persepsi atas ajaran petunjuk Islam dengan sekularisme di Prancis.

“Paling tidak komunikasi dibangun dan mudah-mudahan peristiwa seperti ini bisa diminimalisir dampak-dampaknya ke depan. ”

“Pembicaraan perbincangan diperlukan agar sama-sama memahami status antara Indonesia sebagai mayositas pengikut Islam dan Prancis dengan sekularismenya. ”

Di Solo, unjuk rasa diwarnai ‘menginjak-injak’ poster Macron

Sejumlah negara semacam Turki, Arab Saudi, Qatar, serta Maroko satu suara mengecam penjelasan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Akhirnya, kecaman itu berbuah aksi boikot terhadap produk Prancis.

Di Kuwait, Yordania, dan Qatar barang-barang bermerek dagang dari Prancis telah ditarik sejak beberapa toko.

Di Indonesia, pekik boikot disuarakan Dewan Syariah Praja Surakarta (DSKS) dalam aksi presentasi yang digelar di Bundaran Gladak, Solo, Rabu (28/10).

Ratusan orang itu mengungkapkan kemarahan dan kekecewaannya dengan meletakkan foto Presiden Macron di jalan raya sehingga terlindas kendaraan dan menginjak-injaknya.

Massa serupa membentangkan spanduk yang berisi lambaian boikot.

“Kami mengimbau kepada umat Islam pada manapun untuk mempertimbangkan melakukan boikot pembelian dan pemakaian produk apapun buatan Prancis, ” ujar Spesialis bicara DSKS, Endro Sudarnono, Rabu (28/10), seperti dilaporkan wartawan di Solo, Fajar Sodiq, untuk BBC News Indonesia.

“Presiden Macron mengeluarkan statement yang bersifat Islamofobia sekaligus melindungi majalah Charlie Hebdo yang jelas-jelas mengabulkan publikasi terhadap pelecehan Nabi Muhamad SAW, ” sambungnya.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, berkata karikatur Nabi Muhammad merupakan hal sensitif bagi umat Islam. Tapi hal itu, klaimnya, tak dipahami pemerintah Prancis.

“Dalam pegangan Islam, haram hukumnya mencela Tuhan orang lain. Kalau kamu mencela, mereka akan mencela Tuhanmu. Jika Charlie Hebdo tidak menghiraukan nilai-nilai agama, itu kesalahan berat, ” ujar Anwar Abbas kepada BBC.

Apa tanggapan MUI atas pernyataan Macron?

MUI berpendapat, pernyataan Presiden Macron mengundang permusuhan dan perselisihan kaum muslimin.

Kendati perbuatan memenggal kepala Samuel Paty tidak bisa dibenarkan tetapi, katanya, tindakan guru sejarah tersebut yang memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad ke murid-muridnya lebih tidak bisa dibenarkan.

“Kalau menurut saya tindakan kekerasan itu salah tapi dengan memancing orang berbuat salah tersebut lebih salah lagi. ”

Itulah mengapa, ia mendesak Presiden Macron segera menghentikan penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo yang disebutnya sebagai “biang keladi” kekerasan di Prancis.

Namun demikian, MUI belum menganjurkan lagak boikot terhadap produk Prancis.

“Tidak sekarang. Kalau enggak ada perubahan dan sikap dari Presiden Macron dan Charlie Hebdo akan awak imbau boikot. Untuk selesaikan itu gampang, Macron minta maaf pada umat Islam. Saya yakin pengikut Islam akan memaafkan. ”

‘Umat Agama islam harus tenang menyikapi masalah ini’

Di sisi berbeda, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, berpandangan barang apa yang dikatakan Presiden Emmanuel Macron bahwa Islam mengalami krisis tak sepenuhnya salah.

Ini karena keyakinan Islam belum sampai pada “konstruksi sosial-politik yang dibutuhkan untuk berintegrasi secara damai dan harmonis dengan dunia”.

Kendati demikian, ia melihat jalan Presiden Macron menyikapi permasalahan pada negaranya cenderung sepihak yakni dengan sudut pandang sekularisme dan membelakangi ajaran agama Islam.

“Karena Rasul Muhammad SAW adalah subyek suci dalam agama Islam dan ialah simbol utama Islam. Merendahkan kehormatan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai penghinaan terhadap Islam, ” jelasnya.

“Tapi menanggapi penghinaan terhadap Nabi dengan membunuh pelakunya adalah kegiatan biadab yang berpotensi memicu instabilitas yang meluas tanpa kendali, ” sambungnya.

Sebab itulah, ia meminta umat Agama islam di Indonesia menyikapi persoalan tersebut dengan tenang dan tidak terbawa secara emosional.

Solusi atas kebengisan yang terjadi di Prancis, katanya, dengan menggelar dialog antar-negara yang didasarkan atas konsensus terhadap nilai-nilai keadaban yang disepakati bersama.

Barang apa respon pemerintah?

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Kampung, Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah turut mengecam tindakan pelaku pembunuhan Samuel Paty. Tapi pemerintah menilai mencampur perbuatan itu dengan agama “adalah suatu kesalahan besar”.

Pada Selasa (27/10), Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Prancis, Olivier Chambard. Pada pertemuan itu, kata Teuku, Olivier menyampaikan maksud pernyataan Presiden Macron.

Lewat Duta Besar RI di Prancis pula, Indonesia melayangkan nota diplomatik yang mendorong diaktifkannya dialog antar-agama sehingga menumbuhkan “pengertian yang lebih baik terhadap perbedaan pegangan, ” kata Teuku.

Sementara mengenai seruan boikot, pemerintah tidak bisa melarang. Tapi pemerintah tidak hendak memberikan ruang bagi tindakan dengan bakal merugikan hubungan bilateral ke-2 negara.

Categories
Data

Konsorsium penyelundup manusia ‘rancang’ kedatangan 99 orang etnis Rohingya di Aceh, kata polisi

Kepolisian Daerah Aceh menangkap empat dari enam orang yang diduga bagian dari konsorsium penyelundupan 99 orang etnis Rohingya yang tiba di Lancok, Kabupaten Aceh Utara, pada Juni 2020. Aktor utamanya diduga orang Rohingya yang telah lama tinggal dalam Medan di bawah akomodasi Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Di dalam konferensi pers yang berlangsung pada Mapolda Aceh, Selasa (27/10), Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Sony Sanjaya, mengatakan AR merancang penjemputan ke-99 orang etnis Rohingya yang berada di tengah bahar.

“AR merupakan orang Rohingya yang selalu aktor dari penjemputan 99 karakter lainnya. Sedangkan AJ warga lokal yang ikut membantu AR. Saat ini keduanya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ” kata Kombes Sony Sanjaya sebagaimana dilaporkan Hidayatullah, wartawan di Aceh yang melayani reportase untuk BBC News Nusantara.

Selain AR, orang etnis Rohingya lainnya yang terlibat dalam kasus penjemputan 99 orang Rohingya di sedang laut ialah SD. AR serta SD diketahui sudah berada di Penampungan di Medan sejak 2011 lalu. Mereka dibantu oleh tiga orang warga Indonesia.

Pihak Kepolisian Daerah Aceh mengumpulkan barang bahan berupa dua unit HP, GPS MAP-585 warna hitam, kapal nomor lambung KM Nelayan 2017-811 (10 GT) telah dipinjam pakai sebab ketua koperasi, dan surat sewa menyewa kapal dari Koperasi Besar Indah Aceh Utara.

Bagaimana tuduhan asal penyelundupan 99 orang Rohingya?

Dalam peristiwa ini diduga lebih dari enam orang terlibat dalam keberangkatan 99 orang Rohingya dari Cox’s Pasar murah di Bangladesh, menuju Kabupaten Aceh Utara. Dari dalam wilayah segara Indonesia, Kepolisian Daerah Aceh sekitar ini sudah menangkap empat karakter, dan dua lainnya masih buron. Salah satu buronan adalah orang etnis Rohingya berinisial AR.

Menurut keterangan Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Sony Sanjaya, AR menganjurkan AJ yang merupakan warga Kabupaten Aceh Timur untuk melakukan penjemputan 99 orang di tengah bahar.

Kemudian keduanya menawarkan pekerjaan pada FA untuk menjemput ke-99 karakter tersebut. Namun, pada pertemuan perdana di rumah AJ di Aceh Timur, mereka tidak menemukan suara.

Keesokan harinya, ketiganya bertemu kembali untuk membahas kelanjutan pembicaraan. Saat tersebut, dua orang lainnya ikut datang, yakni AS (warga lokal) dan SD (orang etnis Rohingya). Pada kesempatan tersebut, mereka bersepakat buat melakukan penjemputan.

Melalui persetujuan kala itu, jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang akan dijemput sebanyak 36 orang.

Apa peran masing-masing tersangka?

Sesudah mendapatkan kesepakatan untuk penjemputan, FA mengajak seorang warga lokal lainnya, yaitu R yang merupakan pemimpin Koperasi Samudera Indah Aceh Mengetengahkan, untuk membuat surat sewa-menyewa kapal dengan biaya sebesar Rp10 juta. Uang itu dibayar oleh AR.

Dalam kesepakatan tersebut, yang bertugas menjemput adalah SD (etnis Rohingya), GANDAR, FA, dan R, dengan memakai kapal bernomor lambung KM Nelayan 2017-811 (10 GT). Sementara AJ dan AR menunggu di darat, setelah memberikan titik koordinat penjemputan.

Di dalam perjanjian awal, para simpulan disebut menyetujui kalimat sandi “membeli makan dan rokok” yang artinya memulai penjemputan, serta kalimat isyarat lainnya ketika bertemu dengan kapal besar pembawa orang-orang Rohingya pada tengah laut. Saat menjemput, rombongan orang Rohingnya yang diturunkan dibanding kapal besar tersebut mencapai 99 orang, bukan 36 orang berdasarkan kesepakatan awal.

Berapa biaya untuk menjemput ke tengah laut?

Dalam dua kala pertemuan, para tersangka disebut mempercakapkan upah dari jasa penjemputan orang-orang Rohingya di tengah laut. Akan tetapi jumlah tersebut masih belum diketahui pasti dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kombes Sony Sanjaya mengatakan jumlahnya hanya sekian juta per individu yang dijemput. Namun jumlah yang baru dibayar ialah Rp10 juta untuk bea sewa kapal.

“Tapi kan itu belum terbayar, keburu kapalnya mendarat salah tempat, jadi tidak ketemu tepat dengan orang yang menunggu pada tempat koordinat yang telah ditentukan sebelumnya, ” kata Sony.

Menurut Sony, seharusnya ke-99 orang etnis Rohingya mendarat di lokasi lain di Aceh Utara. Namun karena kapal rusak, mereka mendarat ke tempat terdekat.

Surat dan di mana 99 orang etnis Rohingya diturunkan?

Tepat pada tanggal 22 Juni 2020, empat orang yang ditugaskan menjemput rombongan etnis Rohingya tersebut bergerak dari sandaran nelayan di Seunuddon, Aceh Memajukan, menuju titik koordinat yang sudah ditentukan sebelumnya.

Namun, pada 24 Juni 2020, salah seorang dengan bertugas menjemput rombongan tersebut menelpon ke darat untuk memberitahukan bahwa kapal yang mereka gunakan buat melaut mengalami kerusakan mesin, setelah membantu mengevakuasi puluhan orang etnis Rohingya.

Saat itu, jarak mereka dengan daratan sekitar 4 mil dari bibir pantai Seunuddon, Aceh Melahirkan.

Pada saat bersamaan, sejumlah nelayan Aceh melihat keberadaan rombongan etnis Rohingya di tengah laut. Bagian Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FORKOPIMDA) Kota Lhokseumawe sebelumnya berencana untuk memberikan makanan dan logistik yang lain, kemudian kapal rombongan tersebut bakal didorong kembali ke tengah laut.

Tetapi warga sekitar pantai Lancok, Aceh Utara, memprotes pihak keamanan had mengambil kapal nelayan pribadi untuk menarik mereka ke darat. Peristiwa tersebut terjadi pada 25 Juni 2020.

Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Sony Sanjaya, mengucapkan bahwa terdamparnya puluhan orang etnis Rohingnya pada Juni lalu tidak semata karena kemanusiaan, melainkan tersedia upaya penyelundupan manusia.

Apa ada hubungan dengan sindikat internasional penyelundupan bani adam?

Kombes Sony Sanjaya mengatakan sejauh tersebut pihaknya baru dapat mengeluarkan tanda terkait dugaan penyelundupan manusia buatan kerja sama etnis Rohingya secara warga lokal.

Mengenai apakah mereka berkorelasi dengan sindikat penyelundupan pribadi internasional, menurutnya hal itu tersebut merupakan ranah Mabes Polri buat menjelaskan.

Tindak pidana penyelundupan manusia diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling periode 15 tahun, kemudian denda memutar sedikit Rp 500 juta serta paling banyak Rp 1, 5 miliar melalui Pasal 120 bagian 1 UU Nomor 6 tarikh 2011 tentang Keimigrasian.

Apa lagi yang diungkap?

Selain mengungkap dugaan sindikat penyelundupan etnis Rohingya gelombang pertama pada Juni 2020, Kepolisian Daerah Aceh menangkap dua tersangka yang bertindak menjemput tiga orang dalam rombongan gelombang kedua pada September 2020, di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe.

“Dalam kasus ini ada perut orang yang kita tangkap yaitu seorang perempuan asal Medan berinisial P dan satu lagi S warga Rohingya di Medan, ” kata Kombes Pol Sony Sanjaya.

S disebut menyuruh P, seorang rani warga Medan, untuk menjemput tiga orang Rohingya gelombang kedua dengan datang bersama 297 orang di dalam September lalu.

Tapi belum berhasil membawa kabur tiga orang Rohingnya, P ditangkap oleh polisi pada, Selasa (13/10). Adapun S ditangkap dalam Medan, Sumatera Utara.

Sejauh ini sudah 12 orang etnis Rohingya dari gelombang satu dan dua yang kabur dari BLK Lhokseumawe, namun tiga di antara mereka sudah didapatkan sebelum tiba ke Kawasan. Sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya.

Indikasi penyelundupan manusia

Dalam wawancara BBC Indonesia secara Chris Lewa dari organisasi non-pemerintah Arakan Project beberapa waktu lulus, terdapat indikasi penyelundupan manusia terkait kedatangan dua rombongan etnis Rohingya di Aceh sejak Juni cerai-berai.

Selain ditolak oleh negara-negara Asia Tenggara, alasan lain mengapa etnis Rohingya terombang-ambing di lautan selama enam bulan adalah karena mereka “dijadikan tawanan” oleh kelompok penyelundup pribadi.

“Penyelundup manusia ini ingin dibayar, maka mereka menawan para penumpang, itulah kenapa kelompok ini menghabiskan zaman lama di lautan sebelum itu mendarat [di Aceh], ” terang Chris.

“Kami menghubungi beberapa kerabat para penumpang ini, mereka mengatakan telah membayar [biaya perjalanan] di dalam Mei lalu, namun kenapa mereka belum mendarat saat itu adalah karena belum semua penumpang dalam kapal telah membayar. Jadi mereka menawan mereka di tengah segara, ” tambahnya.

Menurut Chris, kapal besar yang mengangkut pengungsi Rohingya dibanding Bangladesh itu diatur dari Myanmar.

“Lalu mereka ke Bangladesh untuk menjemput mereka. Kapal ini tidak sudah memasuki perairan Bangladesh, ” jelasnya.

“Jadi para penumpang ini ditransfer ke kapal-kapal yang lebih kecil dalam tengah lautan. Siapa para penyelundup manusia ini? Kami tidak terang, ” kata Chris.

Chris meyakini bahwa akan ada kapal-kapal yang mengangkut komunitas Rohingya dalam beberapa bulan ke depan, terutama di musim puncak yang biasanya jatuh di “akhir Oktober atau November. ”

Tanda penyelundupan manusia juga diutarakan Gajah Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

Tempat mengatakan Indonesia menekankan pentingnya kegiatan sama untuk melawan kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan manusia.

“Karena diduga saudara-saudara kita ini juga merupakan korban dari kejahatan lintas batas, ” tukas Retno.

Categories
Data

Sumpah Pemuda 92 tahun: Jejak Sie Kong Lian di rumah Bulevar Kramat Raya 106

  • Jerome Wirawan
  • Wartawan BBC News Indonesia

Sebuah rumah berarsitektur era kolonial berdiri tegak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta. Dalam sinilah tempat lebih dari 700 pemuda dari berbagai daerah berhimpun pada 28 Oktober 1928 untuk menghadiri Kongres Pemuda kedua.

Rumah ini sejatinya adalah rumah indekos sejumlah pemuda yang belakangan berperan penting dalam sejarah Indonesia.

Beberapa di antara mereka ialah Ketua Kongres Pemuda II, Sugondo Djojopoespito; Muhammad Yamin, perumus tulisan atau ikrar Sumpah Pemuda; had satu diantara pentolan Partai Komunis Indonesia, Amir Syarifuddin.

Seringnya para pemuda berinteraksi memunculkan gagasan untuk mendiskusikan kala depan bangsa di bawah penjajahan Belanda. Dari situlah mereka punya inisiatif untuk mengadakan Kongres Muda pertama pada 1926, lantas kongres kedua pada 1928 yang mengemukakan tiga ikrar.

“Setelah rumah kos ini mulai ditinggali oleh Muhamad Yamin, Amir Syarifudin, dan Soegondo Djojopuspito mereka itu mendirikan perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia atau PPPI, ” rata Eko Septian Saputra selaku Kurator Museum Sumpah Pemuda.

Eko menjelaskan sendi di Jalan Kramat Raya 106 itu dijadikan kantor PPPI berangkat tahun 1926.

“Banyaknya perkumpulan, aktivitas, dialog kebangsaan di sini, dari situlah mereka punya inisiatif bagaimana zaman depan bangsa yang di bawah penjajahan Belanda itu dengan menghadirkan Kongres Pemuda I. Kongres Muda I ini merupakan cikal bakal adanya Kongres Pemuda kedua 1928, ” kata Eko.

Berkumpulnya para pemuda menimbulkan risiko bagi mereka maupun sang pemilik rumah kos, yakni seorang Tionghoa bernama Sie Kong Lian.

Pasalnya, para intel pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu gencar menyoroti gerakan pembangkangan.

“Bayangkan pemuda-pemuda di sini diskusi seharian soal kebangsaan. Seandainya itu Sie Kong Lian sudah merasa membahayakan dirinya, mungkin tempat inisatif, diusir saja para pemuda itu, tapi ternyata tidak membangun, nyatanya Sie Kong Lian memberi ruang buat para pemuda buat tinggal, berdiskusi, dan semuanya lega begitu saja, ” jelas Eko.

Saat masih hidup, Sie Kong Lian tinggal di rumahnya yang terletak di Jalan Senen Raya, sekitar 800 meter daripada rumah kos di Jalan Kramat Raya 106.

Kini rumah itu dijadikan tempat praktek cucu serta cicitnya yang berprofesi sebagai sinse. Saya mengunjungi rumah itu dan bertemu dengan Yanti Silman, cucu Sie Kong Lian.

“Kakek kami hidup dan meninggal di rumah ini. Dia meninggal tahun 1954. Kakek saya dulu usaha berniaga beli kasur kapuk, tokonya ada di lokasi yang sekarang jadi Segitiga Senen.

Dia juga punya banyak kos-kosan, salah satunya dalam Jalan Kramat Raya 106. Sebelum meninggal, rumah itu diwariskan, dibagi ke anak-anaknya, ” papar Yanti Silman.

Dalam museum, tidak ada satu pun foto Sie Kong Lian dengan terpasang. Pihak museum berdalih, semasa ini kehilangan jejak Sie Kong Lian dan keluarganya. Beberapa data dan foto-foto yang selama itu beredar di internet pun tidak akurat.

“Beberapa foto yang sungguh saat itu banyak beredar di internet, itu informasinya cukup menyesatkan. Kenapa? Karena memang yang dipublikasikan itu bukan Sie Kong Minat. Parahnya malah, foto yang dipublikasikan itu adalah foto pengusaha lupa satu bank kenamaan, yaitu Liem Sioe Liong, ” papar Eko.

Kelalaian fatal di internet itulah, yang akhirnya membuat keturunan Sie Kong Lian mulai bergerak, 2018 berarakan. Keluarga mulai mengumpulkan bukti, serta akhirnya menemukan berkas asli untuk ditunjukkan kepada pihak museum, bahwa mereka adalah keturunan Sie Kong Lian.

“Jadi kita coba bongkar, di Jalan Senen Raya 40, rumah Sie Kong Lian yang dulu. Ada satu kotak penyimpanan.

“Ternyata masih ada, kebetulan akta waris. Di dalam akta waris itu, menyatakan bahwa Kramat Besar 106, alias Museum Sumpah Pemuda ini memang diwariskan kepada 3 anak Sie Kong Lian tersebut, ” jelas cicit Sie Kong Lian, Christian Silman.

Pihak museum menyatakan, pada Badan Pertanahan Nasional atau BPN, sertifikat bangunan Museum Sumpah Muda masih atas nama Sie Hok Liang atau Dr Yuliar Silman, salah satu anak dan ahli pengampu dari Sie Kong Lian.

Yanti Silman adalah anak dari Sie Hok Liang atau Dr Yuliar Silman, yang punya hak waris atas bangunan museum itu.

“Yang belakang, kita tahu dari ayah, Sie Kong Lian berpesan bahwa panti itu jangan dijual. Itu sekadar. Jadi ayah kita berpesan ke kita, itu rumah (museum) kita hibahkan ke negara, ” kata cucu Sie Kong Lian, Yanti Silman.

“Kita ingin ada satu wadah atau ruangan, di mana ada foto kakek saya yang dipajang. Ini sebenarnya untuk sejarah. Biarpun saya lahir sebagai etnis Tionghoa, tapi saya tetap orang Nusantara. Supaya dikenang lah, ” tambahnya.

Karakter etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemdua sejatinya tidak berhenti pada Sie Kong Lian, sang pemilik pondokan.

Sejarah mencatat terdapat empat muda peranakan Tionghoa yang menghadiri Kongres Pemuda kedua. Mereka adalah Kwee Thiam Hong, Oey Kay Siang, John Liauw Tjoan Hok, serta Tjio Djin Kwie.

Di luar Kongres Pemuda II, surat informasi berbahasa Melayu-Tionghoa, Sin Po , yang pertama kali memuat teks dan notasi lagak Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman pada 10 November 1928.