Categories
Data

Perayaan Natal di Betlehem sepi, pandemi Covid-19 sebabkan ekonomi kota turun

6 jam yang lulus EPA Pohon besar dengan hiasan bintang di atasnya dipasang di Manger Square, Betlehem untuk perjamuan Natal, namun kali ini jauh dari meriah. Pada 2019, musim liburan Natal seperti ini mengakui ribuan pengunjung ke kota mungil di kawasan pendudukan Tepi Barat, Palestina.

  • Yolande Knell
  • BBC News, Bethlehem

6 jam yang lalu

Pohon besar dengan hiasan bintang di atasnya dipasang dalam Manger Square, Betlehem untuk perjamuan Natal, namun kali ini jauh dari meriah.

Pada 2019, musim liburan Natal seperti ini menarik ribuan pengunjung ke kota kecil di kawasan pendudukan Tepi Barat, Palestina.

Pengunjung membanjiri kota tersebut sepanjang tahun lalu.

Sebelum pandemi menerjang, masih banyak pihak yang berniat 2020 akan lebih baik untuk pemasukan bisnis di kota tersebut.

“Tingkat okupansi lebih daripada 90%. Semua orang melakukan investasi di sektor ini, ” prawacana Mariana al-Arja, manajer hotel Angel.

“Para pengusaha mulai membangun hotel-hotel segar. Saya membangun 22 ruang hotel mewah. Namun kini [bisnis] mati. Sangat sedih, ” tambahnya.

Hotel Angel merupakan tempat pertama terjadinya kejadian virus corona Maret lalu sesudah seorang turis Yunani yang tinggal di hotel itu dinyatakan nyata.

Arja sendiri dan sejumlah staf lain dinyatakan positif. Mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Dua bulan kemudian, semua pemesanan hotel dibatalkan, dan dia terpaksa memberhentikan 25 karyawan dan menutup hotel.

Ia mengatakan dampak terhadap bisnis virus corona lebih buruk dibandingkan dampak kekerasan konflik Israel-Palestina. Namun di sedang ini semua, Arja menyatakan optimistis, bisnis akan pulih kembali.

“Di sinilah tempat Yesus lahir. Saya tetap turis akan kembali ke Bethlehem namun perlu waktu, ” katanya.

Tidak hanya hotel, restoran dan toko-toko cinderamata juga tutup.

Angka pengangguran meningkat & perekonomian kota yang selama berabad-abad menggantungkan diri pada kunjungan umat Kristen, terpuruk.

Namun di bagian asing kota, sejumlah bisnis online lulus meraup untung.

Di toko cenderamata semak pohon zaitun, saya temukan itu sibuk melayani pesanan.

Pemilik toko Christmas House, Jack Giacaman, mengepak barang-barang pesanan berupaya ornamen kelahiran Yesus.

“Tahun ini sangat gawat. Pada awalhnya, tak ada kerja. Pada pertengahan tahun, saat musim panas, sebagian besar dari kami tak bisa cari uang untuk beli roti sekalipun, ” katanya.

“Bekalangan ini, terima kasih Tuhan… semua orang, pra Natal ingat tentang Betlehem dan mereka ingin beli sesuatu. Keadaan ini saja saya mengirim bahan ke berbagai tempat dunia, ke Selandia Baru, Kanada, Inggris, ” tambahnya.

Wali kota Betlehem menekankan bahwa peringatan Natal tidak akan dibatalkan namun bakal sangat berbeda dibandingkan biasanya.

Prosesi yang diizinkan hanya marching band gerombolan pramuka untuk menyambut pendeta yang diundang untuk memimpin perayaan suangi Natal pada 24 Desember.

Misa malam Natal, yang dianggap sebagai arah paling penting dalam rangkaian acara di Gereja Kelahiran, akan ditutup untuk umum.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang berusia 85 tahun, tak akan hadir.

Karantina ketat diterapkan dalam wilayah Palestina, Tepi Barat dengan diduduki Israel karena naiknya urusan Covid-19.

Semua warga harus tentu berdiam di rumah mulai pukul 19: 00 sampai 06: 00 pagi dan sepanjang hari Jumat dan Sabtu – waktu akhir pekan di Palestina.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari lain

Dalam tengah persiapan Natal tanpa kegiatan di luar rumah ini, para-para pendeta meminta jemaat Kristen untuk mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.

“Natal yang sedih, tapi kita tahu saat Yesus lahir, malaikat berkata, ‘Jangan takut’, ” introduksi Issa Thaljieh, pendeta Ortodoks Yunani di Gereja Nativity.

“Kita tahu Yesus Kristus dilahirkan untuk kita, menyelamatkan kita dan inilah cara kita untuk bahagia – untuk merasakan perdamaian dari dalam dan sakinah dari dalam, ” tambahnya.

Di satu sudut pada Manger Square, Gloria Nasser merancang kue dan kurma Palestina.

Dia telah lama tinggal di situ serta biasanya puluhan rekan dan saudaranya datang untuk bersama-sama menonton parade dari balkon rumahnya.

Namun tahun tersebut, teman-temannya tak diizinkan datang.

Nasser mengucapkan umat Kristen setempat memiliki perintah untuk mengingatkan dunia tentang pesan Natal.

“Saat orang mengatakan Betlehem, orang terpikir Yesus dan tempat tempat dilahirkan, ” katanya.

“Kami cakap di seluruh dunia, banyak keluarga yang terdampak virus. Jadi tarikh ini, kami harus tetap memiliki harapan dan berdoa agar pandemi selesai. ”