Categories
Data

Reyhnard Sinaga: Hukuman diperberat, ‘paling mengandung di luar kasus pembunuhan’, target bertambah menjadi total 206 karakter

5 jam yang berarakan Greater Manchester Police Mahkamah Melaksanakan Inggris menetapkan, hukuman seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan permintaan pembebasan.

5 jam yang lalu

Rekaman CCTV menunjukkan Reynhard sering meninggalkan flatnya pada tengah malam.

Mahkamah Banding Inggris menetapkan, hukuman seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan permintaan pembebasan.

Menanggapi keputusan Mahkamah Melaksanakan itu, Polisi Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan, “Menyambut keputusan keadaan ini dan kami senang kalau Sinaga akan mendekam di kurungan selama 10 tahun lebih periode. Dari pembicaraan dengan banyak objek, kami tahu bahwa banyak dengan juga menyambut hasil ini serta merasa diperberatnya hukuman ini menggambarkan kekejaman kejahatan yang dilakukan. ”

Di 6 Januari lalu, Reynhard, yang disebut polisi sebagai “pemerkosa menyesatkan parah dalam sejarah hukum Inggris, ” dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan waktu minimum mengeram di penjara selama 30 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan lepas.

Dalam vonis di pengadilan Manchester atas 159 kejahatan seksual kepada 48 pria, Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai “predator erotis setan” yang “tidak akan sudah aman untuk dibebaskan. ”

Namun di dalam pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Teristimewa Inggris mengajukan permohonan hukuman seumur hidup total atau tidak bisa mengajukan permohonan bebas lagi ke Mahkamah Banding.

Jaksa dari Kejaksaan Teristimewa Michael Ellis saat itu mengatakan kasus perkosaan itu menyangkut “kejahatan seksual yang begitu berat”.

Dalam aksinya – dari Januari 2015 sampai Juni 2017 – Reynhard membongkar-bongkar korbannya di luar klab-klub malam, diajak ke apartemennya, dibius dan diperkosa.

Ia memfilmkan aksinya dengan dua telepon selulernya, dan para korban tidak sadarkan diri.

Para korban dengan terbangun tidak ingat apa dengan terjadi pada mereka.

Reynhard ditangkap sesudah seorang korban terbangun ketika dia tengah beraksi. Korban inilah dengan mengadukannya ke polisi.

Dalam pembelaannya, Reynhard tetap menekankan bahwa apa dengan dia lakukan karena suka sebanding suka walaupun dalam film dengan ia buat sendiri, korban tampak tidur dan tak sadarkan muncul.

Reynhard Sinaga

Namun para hakim banding dalam putusan yang diterbitkan Jumat (11/12) menentang permintaan hukuman seumur hidup secara total yang tidak pernah diterapkan pada kasus bukan pembunuhan.

Hukuman mutlak seumur hidup tanpa ada hukuman minimal untuk pengajuan pembebasan biasanya dijatuhkan kepada terpidana kasus pembunuhan berat, termasuk pembunuhan berantai, penculikan anak atau kejahatan dengan dasar terorisme.

Jaksa sendiri menyatakan tambahan aniaya menjadi minilam 40 tahun, ialah yang terberat menyangkut kasus bukan pembunuhan.

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba pada mesin pencari lain

Terkait terungkapnya korban lain, polisi Manchester Mabs Hussain mengatakan perkembangan ini tak lepas dari keberanian para korban sendiri.

“Perhatian utama kasus ini selalu adalah para korban dan upaya menanggung mereka selama pengalaman mengerikan mereka. Keberanian yang ditunjukkan para adam menunjukkan sesuatu yang luar piawai dan kami bersama mitra semacam St Mary’s Sexual Assault Referral Centre and Survivors (pusat bantuan korban perkosaan) akan terus membantu para korban dan membantu itu semampu kami, ” kata Hussain.

Target bertambah 23 orang

reynhard sinaga, perkosaan, Inggris, Manchester, Indonesia

Kepolisian Manchester Sundal juga mengatakan sejak Reynhard dipenjara pada awal Januari lalu, 23 korban lain telah teridentifikasi.

Polisi Mabs Hussain mengatakan, “Sebagai hasil daripada penyelidikan lebih lanjut, pihak pemeriksa percaya bahwa Sinaga melakukan kekejaman seksual terhadap 206 pria. ”

“Kami masih belum mengidentifikasi sektiar 60 pria dan mendesak siapapun dengan merasa mereka pernah menjadi target untuk menghubungi kami, ” sekapur Hussain.

Pada Januari lalu, kepolisian memperkirakan korban Reynhard berjumlah 195 karakter dan dari jumlah ini, lebih dari 70 belum diidentifikasi.

reynhard sinaga, perkosaan, Inggris, Manchester, Indonesia

Dari 23 korban yang baru diidentifikasi, 12 di antaranya telah diketahui sementara 11 lainnya belum.

“Seperti banyak korban lainnya, kebanyakan pria ini tengah menikmati keluar malam di pusat kota Manchester sebelum menjadi sasaran Reynhard, ” tambahnya.

Hukuman seumur hidup terberat untuk kasus bukan pembunuhan

Pada pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Agung mengajukan peristiwa Reynhard dan Joseph McCann, terpidana perkosaan berantai lain ke Mahkamah Banding karena disebut jaksa sebagai kejahatan seksual yang sangat “luar biasa serius” sehingga mereka tidak boleh dibebaskan’.

Reynhard Sinaga

Jalan Kejaksaan Agung menuntut hukuman total seumur hidup ke Mahkamah Banding itu adalah yang pertama di luar kasus pembunuhan sangat pelik.

Di dalam putusan, yang dikeluarkan hari Jumat (11/12) Mahkamah Banding menyebut para-para hakim sepakat bahwa hukuman seumur hidup total “tidak hanya untuk” kasus pembunuhan berat saja.

Namun Majelis hukum Banding menyatakan kejahatan yang dikerjakan baik Reynhard maupun McCann, “berdasarkan penilaian kami, tidak sejalan untuk menerima hukuman total seumur hidup. ”

“Ini bukan untuk menafikan beratnya kejahatan namun justru untuk mengesahkan hukuman paling berat dalam yurisdikasi kami dikhususkan untuk kasus-kasus paling serius yang melibatkan hilangnya menghabisi, atau ketika rencana pembunuhan secara skala keseriusan serupa, berhasil dicegah. ”

Demikian bagian dari isi putusan itu.

Contoh-contoh yang diberikan termasuk “bom yang dipasang di motor komersial” yang tidak meledak atau berhasil dicegah pihak berwenang untuk “menghindari pembunuhan massal. ”

Di Inggris, terpidana yang menjalani hukuman total seumur hidup, termasuk pembunuh berantai, Rosemary West dan Stephen Port.

“Serangan seksual paling keji dan hancur yang mengejutkan bangsa. ”

Apartemen Reynhard, tempat ia melakukan aksi perkosaannya.

Jaksa sendiri mengatakan tambahan hukuman terhadap Reynhard itu menjadikan kasus perkosaan tersebut sebagai hukuman terparah dalam peristiwa yang tidak menyangkut pembunuhan.

Jaksa dalam kantor Kejaksaan Agung Michael Ellis mengatakan setelah putusan bahwa, “Kedua terpidana melakukan serangan seksual paling keji dan bejat yang mengejutkan bangsa. ”

Bukti yang ditemukan di apartemen Reynhard.

“Saya berterima afeksi atas langkah yang diambil Majelis hukum terkait hukuman seumur hidup mutlak, dan saya senang Mahkamah menerapkan hukuman minimal yang lebih periode. Saya harap putusan ini bisa memberikan semacam… kepada para korban atas kejahatan keji ini, ” kata Ellis.