Categories
Data

Siapakah Lloyd Austin, jenderal purnawirawan yg dinominasikan sebagai menteri pertahanan AS

53 menit yang lalu Getty Images Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, menunjuk jenderal purnawirawan Lloyd Austin sebagai menteri pertahanan di kabinetnya, lapor media setempat. Baik Biden maupun Jenderal Austin belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Dilaporkan Biden menawarkan posisi itu lalu Jenderal Austin telah menerima tawaran itu.

53 menit yang lalu

Gen Lloyd Austin. File photo

Presiden terpilih Amerika Serikat, Later on Biden, menunjuk jenderal purnawirawan Lloyd Austin sebagai menteri pertahanan di kabinetnya, lapor media setempat.

Benar Biden maupun Jenderal Austin belum memberikan pernyataan terkait hal terkait. Dilaporkan Biden menawarkan posisi itu dan Jenderal Austin telah menerima tawaran itu.

Jika disetujui, Austin, 67, yang pensiun pada tahun 2016 akan menjadi warga Amerika keturunan Afrika pertama yang memimpin Pentagon.

Ia memerlukan persetujuan Kongres karena peraturan Amerika Serikat (AS) menetapkan jeda setidaknya tujuh tahun antara masa aktif di militer dengan masa jabatan menteri pertahanan.

Biden meraih seruan dari berbagai pihak, termasuk dari kaukus Asia, kaukus Kulit Hitam dan Latino pendukung Demokrat untuk menominasikan orang-orang dari kelompok minoritas guna menduduki jabatan tinggi di kabinet.

Michèle Flournoy, pejabat yg lama berkarier di Pentagon, juga diunggulkan mengisi jabatan menteri pertahanan, selain Jeh Johnson, mantan konsul jenderal Pentagon dan mantan menteri keamanan dalam negeri.

Di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, Jenderal Austin tx memimpin Komando Pusat AS, masa lain mencakup wilayah Timur Tengah, Asia Tengah dan sebagian Asia Selatan, antara 2013 hingga 2016.

Jenderal bintang empat itu ialah arsitek utama dalam operasi militer pimpinan AS menggempur kelompok yg menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah.

Menghindar i sorotan

Sebelumnya ia menjabat wakil kepala staf Angkatan Darat dan tercatat sebagai jenderal terakhir yang memimpin pasukan SINCE di Irak.

Selama kurun waktu tersebut, Austin bekerja sama oleh Joe Biden sebagai wakil presiden pemerintahan Obama.

Jenderal Austin dikenal sebagai sosok yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat dan menghindar dri sorotan publik, tidak banyak memberikan wawancara kepada media dan memilih tidak membeberkan operasi militer kepada publik.

Joe Biden dan Jendral Lloyd Austin di Irak tahun 2011

Tetapi penunjukkan Austin bisa oleh karena itu mendapat kritikan dari sejumlah kelompok progresif terkait dengan kedudukan jenderal itu sebagai anggota dewan direktur perusahaan pertahanan Raytheon.

Nominasinya mungkin juga akan ditentang oleh anggota Kongres yang lebih mendukung jika Pentagon di bawah kepemimpinan sipil.

Persyaratan persetujuan pengecualian yang dikeluarkan Kongres sejauh ini baru diberikan dua kali, yang terbaru adalah dalam kasus James Mattis, pensiunan jenderal marinir yang menjadi menteri pertahanan pertama di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Joe Biden mengalahkan Presiden Trump dalam pemilihan pada tanggal 3 November.

Namun Trump tetap menolak mengakui kekalahan lalu terus mengeluarkan tuduhan terjadi kecurangan luas, tanpa didukung bukti-bukti.