Categories
Data

Penembakan enam orang pengikut Rizieq Shihab: Polisi angkat bukti rekaman suara, FPI sebut ‘tak punya senjata api’

Diperbarui sejam yg lalu ANTARA Kepolisian mengatakan memiliki bukti berupa rekaman suara, terkait ditembak matinya enam orang yg diduga pengikut Rizieq Shihab, sementara Front Pembela Islam (FPI) mengatakan tidak memiliki senjata api.

7 Desember 2020, 13: 39 WIB

Diperbarui sejam yang lalu

Kapolda dan pangdam Jaya

Kepolisian mengatakan memiliki bukti berupa rekaman suara, terkait ditembak matinya enam orang yang diduga pengikut Rizieq Shihab, sementara Front Pembela Islam (FPI) mengatakan tidak mempunyai senjata api.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan, “tidak benar (ada rekayasa terkait peristiwa penembakan) dan menyebut bukti adanya ” tone of voice note ” (rekaman suara).

“Faktanya kita diserang, dan faktanya voice note -nya seperti itu. Sudah tahu itu mobil polisi, dan tidak proses apa pun, tetapi dilakukan proses penyerangan. Dan didapatkan senjata tajam dan senjata api yang dirilis Kapolda, ” kata Tubagus.

Namun Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan pihaknya tidak pernah memakai senjata api.

“Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa dengan tangan kosong. Kalau betul itu, tolong dicek, nomor registrasi senjata apinya, pelurunya, semua tercatat, inch kata Munarman.

“Cek saja! Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Dikarenakan kami tidak punya akses ke senjata api. Dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap, inch tambahnya.

Benny K Harman, anggota DPR dari Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia serta keamanan mengatakan kepolisian perlu memberikan keterangan yang objektif kepada publik.

Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

“Kepolisian, harus memberikan penjelasan secara terbuka, secara objektif, secara jujur lalu masuk akal, kepada publik, berkaitan alasan mereka melakukan penembakan, ” kata politikus Partai Demokrat terkait.

“Saya rasa barang bukti (yang ditunjukkan polisi dalam jumpa pers) itu tidak serta merta bisa menerangkan secara masuk akal alasan penembakan… bisa saja alat bukti tersebut diambil dari tempat lain, selanjutnya ditunjukkan, ” katanya lagi.

“Perlu diselidiki”

Barang bukti yang ditunjukkan polisi.

Erasmus Napitupulu, pimpinan Institute for Criminal and Proper rights Reform (ICRJ) mengatakan peristiwa ini perlu diselidiki.

“ICRJ meminta agar diterapkan penyelidikan yang serius, transparan dan akuntabel terhadap penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang menyebabkan enam orang meninggal dunia, ” kata Erasmus.

“Oleh karena itu, ICJR mendorong kepada Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HAM, dan Ombudsman RI untuk menyelidiki dengan serius tindakan penembakan dari aparat kepolisian dalam peristiwa tersebut. Setiap tindakan yang diambil oleh aparat kepolisian haruslah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan, ” tambahnya.

Sebelumnya, kepolisian dan FPI sama-sama mengeklaim diserang terlebih dahulu.

“Kalau mereka mau pengajian, kenapa harus menyerang polisi yang ada di belakangnya. Kalau mau pengajian, lakukan saja, kita tidak akan perbuat apa pun, ” kata Tubagus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sebelumnya juga mengatakan hal yg sama.

“Sehingga terhadap kelompok pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) berjumlah ten orang, yang melakukan penyerangan terhadap anggota (polisi), dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang, ” ungkap Kapolda City Jaya, Senin (07/12).

Keterangan resmi kepolisian menyebutkan sejumlah pengikut Rizieq Shihab melakukan penyerangan terhadap kendaraan polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50, sekitar pukul 00. 00 WIB, Senin (07/12) dini hari.

Dalam keterangan tertulis yang diterima BBC, Senin (07/12), Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis mengatakan sudah terjadi apa yang disebutnya sebagai “peristiwa penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Rizieq Shihab”.

“Benar ada peristiwa penghadangan, dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab dan keluarga, serta penculikan terhadap enam jamaah laskar pengawal Habib Rizieq, ” kata Shabri dalam keterangan tertulis itu.

Kejadiannya, menurut Shabri, terjadi pada dekat pintu Tol Kerawang Timur.

Dia mengeklaim saat insiden tersebut Rizieq sedang menuju tempat pengajian yang disebutnya untuk internal keluarga.

Berkaitan isi jumpa pers Kapolda Community Jaya?

Lebih lanjut Kapolda Community Jaya Irjen Fadil Imran, di dalam jumpa pers di Polda City Jaya, Jakarta, Senin (07/12) siang, mengatakan, aparatnya yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan yang diduga ditumpangi pengikut Rizieq.

Hal ini diterapkan terkait rencana pemeriksaan polisi atas Rizieq Shihab dalam perkara dugaan pelanggaran keramaian protokol kesehatan covid-19 yang rencananya digelar Senin pagi.

“Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yg sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10. 00 WIB, ” kata Fadil Imran.

Dalam jumpa pers, Fadil didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Di hadapan wartawan, Kapolda dan Pangdam memamerkan beberapa senjata api dan senjata tajam yang diklaim digunakan pengikut Rizieq untuk menyerang anggota polisi.

Upaya penyelidikan ini dilakukan setelah polisi menerima informasi bahwa akan ada pengerahan massa pendukung Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, kata Kapolda.

“Dan ketika anggota Polda Community Jaya mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet, lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam, ” ungkap Fadil Imran.

Menurut Kapolda, petugas kepolisian yang “terancam keselamatan jiwanya karena diserang”, kemudian melakukan “tindakan tegas-terukur”.

“Sehingga terhadap kelompok pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) berjumlah 10 orang, yang melakukan penyerangan terhadap anggota, dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang, ” ungkap Kapolda Metro Jaya.

“Adapun empat orang lainnya, melarikan diri, ” tambahnya.

Hasil penyelidikan polisi menyebutkan bahwa pelaku penyerangan anggota polisi itu adalah “laskar khusus” yang selama ini dianggap menghalangi penyelidikan terhadap pimpinan FPI, kata Kapolda Metro Jaya.

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan “karena dipepet” dan “terkena tembakan”.

“Tidak ada anggota polisi yang terluka, ” ungkapnya.

Apa tanggapan FPI tentang kejadian tersebut?

Melalui keterangan tertulis kepada media, FPI menyebut kejadian tersebut sebagai “penghadangan terhadap rombongan Rizieq Shihab” dalam perjalanan di jalan tol menuju sebuah pengajian internal keluarga.

Versi FPI menyebut peristiwa itu terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur, seperti diungkap Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis, dalam keterangan tertulis kepada media, Senin (07/12).

Shabri mengklaim bahwa rombongan itu “dihadang oleh preman OTK (orang tidak dikenal)” yang diduga melakukan penguntitan terhadap Rizieq.

Dia mengeklaim orang-orang itu “menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga”.

Akibatnya, lanjutnya, enam orang yang disebutnya sebagai “pengawal keluarga Rizieq Shihab” belum diketahui keberadaannya.

Shabri menyebut satu kendaraan berisi enam orang laskar FPI “tidak diketahui keberadaannya”.

Dia mengklaim mereka “diculik”.

Apa tanggapan Pangdam Jaya?

Di hadapan wartawan, Fadil kembali meminta agar Rizieq Shihab memenuhi panggilan pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan orang di markas FPI yang diduga melanggar protokol kesehatan.

Kapolda Community Jaya juga meminta agar Rizieq dan pengikutnya tidak menghalangi proses penyidikan.

Sementara, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya mendukung langkah Kapolda dan meminta agar Rizieq Shihab “segera mengikuti petunjuk hukum yang berlaku”.