Categories
Data

‘Ratu penipu Hollywood’, pria asal Nusantara, ditangkap dan disidangkan di Inggris

Diperbarui sejam yang lalu Getty Images Seorang pria asal Indonesia yang dijuluki “Ratu penipu Hollywood” karena meniru suara para eksekutif perempuan pabrik film untuk mengelabui orang, mulai disidangkan di London Jumat (04/12) setelah ditangkap pekan lalu di Manchester.

27 November 2020

Diperbarui sejam yang lalu

Tanda Hollywood

Seorang pria asal Indonesia yang dijuluki “Ratu penipu Hollywood” karena meniru suara para-para eksekutif perempuan industri film buat mengelabui orang, mulai disidangkan di London Jumat (04/12) setelah ditangkap pekan lalu di Manchester.

Dalam sidang di Pengadilan Westminster, London, Hakim David Robinson mengatakan mereka memiliki bukti cukup bahwa Hargobind Tahilramani, 41, tidak akan menganjurkan diri bila dibebaskan dengan sandar dan karena itu ia perlu ditahan selama 28 hari teristimewa.

Amerika Serikat telah mengajukan permintaan ekstradisi dengan dasar penipuan identitas, penipuan uang melalui transfer dan persekutuan untuk melakukan penipuan. Permintaan ekstradisi penuh diperkirakan akan dilakukan dalam Januari.

Hollywood Reporter melaporkan Hargobind ditahan polisi di Manchester pekan berserakan dengan bantuan detektif swasta dari perusahaan K2 Integrity.

Sebelumnya, seorang ahli bicara Biro Penyelidik Federal, FBI, mengatakan Hargobind ditahan di Inggris berdasarkan permintaan ekstradisi AS.

“Tersangka ditahan di Inggris berdasarkan permintaan pengurungan sementara yang diajukan oleh Amerika Serikat sebagai landasan untuk ekstradisi, ” menurut juru bicara FBI, di San Diego, California pada kantor berita AFP Kamis (03/12).

Hargobind disebutkan “mengubah suaranya seperti perempuan” dalam melakukan penipuan itu, patuh dokumen dakwaan.

Sebelumnya, pejabat KBRI dalam London mengatakan kepada BBC News Indonesia, “Kami sudah cek di data lapor diri kami bahwa yang bersangkutan atas nama Hargobind Punjabi Tahilramani a. k. a Gobind, tidak terdaftar dalam database WNI KBRI London. ”

Bos Lucasfilm Kathleen Kennedy termasuk yang ditiru suaranya.

Identifikasi pria Indonesia itu sebelum terungkap dalam investigasi wartawan.

Penelitian yang dituangkan dalam laporan podcast masalah kriminal Chameleon menyebutkan “ratu penipu” itu kuat diduga jadi Hargobind Punjabi Tahilramani, yang disebutkan sebagai seorang pria Indonesia dengan tinggal di Inggris.

“Kami sempat terpikir, kelompok kriminal yang berada di balik penipuan aneh ini, namun kami mengidentifikasinya sebagai pria Nusantara yang sendirian dan tinggal pada Inggris sebagai kemungkinan tersangka. ”

“Hargobind Punjabi Tahilramani, sering dipanggil sebagai “Gobind, ” lahir di Jakarta dari keluarga berada pada hari Halloween, 31 Oktober 1979, ” tulis wartawan di balik podcast itu, Vanessa Grigoriadis dan Josh Dean yang menulis investigasi ini di Vanity Fair.

Apa yang diduga dilakukan oleh Tahilmarani – dengan meniru banyak suara perempuan manajer Hollywood – adalah menipu para-para aktor tampan dan pihak yang lain, sebagian diminta melakukan percakapan syahwat lewat telepon.

Ia diduga mengibuli lebih dari US$1 juta sebab para korbannya.

Salah satu suara yang pernah ia tiru adalah suara bernada tinggi mantan istri, kepala media, Rupert Murdoch, Wendi Kurungan, sebagai upaya untuk menipu.

Eksekutif perempuan lain yang ditiru suaranya selalu diduga termasuk bos Lucasfilm Kathleen Kennedy, mantan pemimpin Sony hidup, Amy Pascal, serta mantan pemimpin Paramount, Sherry Lansing.

Penipuan yang pusat diselidiki FBI sejak tahun berantakan itu, diduga dilakukan selama menyesatkan tidak lima tahun, dengan menjaring ratusan orang, untuk ditipu masing-masing ribuan dolar, menurut laporan podcast Chameleon.

“Di Inggris, dia dikenal jadi orang yang berpengaruh dalam sasaran melalui Instagram di bawah nama Pure Bytes and ISpintheTales. Di video sosial media, Tahilramani, yang belum menanggapi banyak permintaan kami untuk berkomentar, bermuka bulat secara senyum ramah, ” tambah mereka.

Di dalam percakapan dalam bahasa Inggris itu, ia menyelipkan bahasa Indonesia, tempat tidak suka mandi air mesra karena akan merasa, “Aduh, mati, ingin tidur. ”

Dalam percapakan tersebut, ia juga mengatakan pengalaman masa kecilnya yang tak mengenakkan sebab sering dipanggil “banci”.

Ia selalu mengatakan ia bertolak ke London dan mendapatkan hak tinggal pada Inggris melalui pengacara di Hong Kong, karena ibunya lahir dalam wilayah China itu.

Punya besar komplotan di Jakarta

Sejauh ini belum banyak diketahui terkait latar buntut Tahilramani di Indonesia, namun menurut investigasi ini, dia disebutkan memiliki komplotan di Jakarta.

Nicoletta Kotsianas, direktur K2 Intelligence yang disewa sebab eksekutif Hollywood yang ditiru suaranya untuk penyelidikan penipuan ini, mengucapkan penipu kemungkinan menghasilkan antara US$1, 5 juta sampai US$2 juta secara total.

“Para korban mengatakan itu menyerahkan ratusan dolar per hari kepada supir sebagai ‘biaya transportasi’ dan sering juga ratusan dolar untuk ‘izin foto’ atau biaya lain yang disebut penting, ” tulis Vanessa Grigoriadis dan Josh Dean.

“Ratu itu, menurut polisi Nusantara, memiliki paling tidak dua persekutuan di Jakarta, yang menagih kos. Menilik informasi yang kami dapatkan dari korban… Ratu Penipu lazimnya mendapatkan beberapa ribu dolar bagi korban – selain mereka yang ditipu beberapa kali, dan bolak balik ke Indonesia dan masih berharap untuk mendapatkan karier tinggi, ” tambah mereka.

Titik terang dalam penyelidikan untuk mengungkap Ratu Penipu ini mulai terbuka ketika terlihat paspor palsu melalui salah seorang korban, penulis skenario film, Greg Mandarano, dari Long Island.

Mandarano sudah bertemu dengan si ratu enam kali dan dia kenal sebagai Anand Sippy (nama palsu lain). Mandarano juga memiliki foto-foto karakter ini, serta salinan paspor (Indonesia) dengan nama berbeda Gobind Lal Tahil.

Logo FBI

Nama Gobind juga ternyata palsu. Tetapi dari foto-foto yang dikirim ke Ben Decker, penyelidik informasi lengah pada platform digital, ditemukan bahwa Gobind Lal ternyata terkait secara pria Indonesia lain bernama Rudy Sutopo.

Kedua nama ini terlihat melalui pengumuman satu perusahaan Nusantara yang meminta hak serial langka serial berjudul The Black Widow, yang rencananya akan diproduksi oleh dua pria itu.

Decken juga menemukan banyak hal tentang Rudy Sutopo, pengusaha Indonesia yang sempat dipenjara.

Rudy Sutopo tidak dapat dikontak tetapi mantan istri yang tidak bakal disebut namanya menyebutkan bahwa Gobind – nama panggilan Tahilramani kacau adalah murid Rudy.

Mantan istri Rudy ini juga mengatakan keduanya bersemuka di penjara Cipinang, dan Rudy sering melindungi Gobind.

Mantan istri Rudy ini menyebut Gobind saat ini tengah naik daun, tinggal di London dan bekerja untuk HBO, juga sebagai blogger makanan.

“Dia selalu mendengar kabar dia (Gobind). Hampir setiap hari, namun selalu menggunakan pesan langsung DM (direct message), dari salah satu dari banyak akun media sosialnya, ” tulis Vanity Fair.

Artis ini menyebut Tahilramani “teman baik namun tidak tahu nama keluarganya”.

“Dia juga tidak punya nomor telepon atau email. Mereka sering kontak, namun Gobind yang mengawali. Keanehan ini tidak pernah ia curigai, sampai ana memberi tahu dia tentang penipuan, ” tulis Vanessa Grigoriadis serta Josh Dean.

FBI mencari korban yang diundang ke Indonesia

Sejak Juli tahun lalu, FBI melalui situsnya mengucapkan “mencari korban yang mungkin pernah pergi ke Indonesia antara 2013 sampai saat ini untuk mengejar tawaran kerjaan dari individu-individu yang mengklaim sebagai profesional dalam pabrik hiburan”.

“Dalam skema penipuan transnasional yang masih berlangsung dengan sasaran masyarakat AS, para korban dikontak secara teks, email atau telepon secara tawaran pekerjaan mewah dalam pabrik hiburan; para korban sampai masa ini termasuk penulis, artis pengganti, artis rias, jasa keamanan serta fotografer, ” tulis FBI.

“Para target diberitahu bahwa pekerjaan mensyaratkan mereka untuk ke Indonesia, biasanya ke Jakarta untuk apa yang disebut mencoba jasa mereka. Begitu tiba di Indonesia, mereka ditemui seorang sopir dan dipaksa memberikan uang dolar Amerika untuk jasa sopir. ”

“Para korban diminta untuk langsung membayar jasa lain dan ongkos lain sampai perjalanan selesai ataupun mereka sadar mereka telah ditipu. Para korban tidak mendapat penggantian biaya perjalanan atau biaya lain saat di Indonesia, ” tambah FBI lagi.

“Untuk informasi, ini ialah penipuan yang masih berlangsung, dan mereka yang berencana untuk ke Indonesia untuk peluang kerja di dalam industri hiburan harus melakukan riset tambahan dan berhati-hati, ” logat Biro Penyelidik Federal.

FBI – menurut Vanity Fair – tengah bergerak sama dengan kepolisian Inggris, Scotland Yard, untuk mengungkap lebih lanjut tentang penipuan terkait pria dengan diduga tinggal di Inggris.