Categories
Data

Pemilu Amerika: Apa yang terjadi jika Trump menolak hengkang dari Gedung Putih?

Sepanjang 244 tahun sejarah berdirinya Amerika Serikat, belum pernah ada presiden yang menolak hengkang dari Gedung Putih setelah kalah di pemilihan umum.

Peralihan kekuasaan secara tertib, sah, dan damai adalah salah satu keunggulan dalam demokrasi Amerika.

Karenanya, ketika Donald Trump membuktikan dirinya menolak menerima kekalahan sejak Joe Biden, tercipta situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sekali lalu meresahkan masyarakat Amerika Serikat.

Para analis kemudian ditantang untuk menyusun sejumlah skenario yang sebelumnya tidak terlintas bakal terjadi.

‘Jauh dari usai’

Trump pantas bermain golf di luar Washington DC tatkala sejumlah media aliran utama AS memproyeksikan kemenangan Biden pada 7 November.

Sesaat kemudian awak kampanye Trump merilis pernyataan dengan menegaskan bahwa “pemilu jauh sebab usai”.

“Kita semua tahu Joe Biden tergopoh-gopoh tampil sebagai pemenang secara lengah, dan mengapa sekutu-sekutunya di media berupaya sangat keras membantunya: mereka tidak mau kebenaran diungkap, ” katanya dalam pernyataan.

“Fakta sederhananya adalah pemilu jauh dari usai, ” lanjut pernyataan tersebut, seraya mengindikasikan Trump akan terus menentang hasil pemilu melalui berbagai gugatan hukum dengan menuding terdapat kecurangan.

Konstitusi AS secara jelas menyatakan bahwa masa jabatan presiden berakhir “pada tengah hari, 20 Januari”.

Joe Biden diproyeksikan menang di sebesar negara bagian yang membuatnya bisa meraih 270 suara dalam pola Electoral College. Dengan demikian, tempat punya hak untuk menjabat kepala selama empat tahun mendatang.

Adapun Donald Trump masih memiliki kewenangan lulus yang dapat dia gunakan untuk menggugat hasil pemilu.

Namun, bila tidak ada peristiwa dramatis di pengadilan dalam waktu dekat & bukti kejanggalan dalam pemilu dengan dia sebut-sebut ternyata nihil, pemimpin baru akan mulai menjabat di 20 Januari dan Trump kudu lengser.

Usir dari Gedung Putih

Selama berkampanye, Trump sudah blak-blakan memperingatkan kalau dirinya tidak akan menerima keruntuhan.

Dia berulang kali mengatakan dirinya telah bertekad akan tetap berkuasa, copot dari apapun yang dikatakan para pejabat komisi pemilu umum.

Tempat bahkan mengindikasikan satu-satunya cara dia bisa kalah adalah jika ada kecurangan.

Sejak itu berbagai kalangan di AS mulai mendiskusikan apa dengan bakal terjadi jika Trump melahirkan ancamannya dan mencoba mempertahankan kewenangan.

Teori ini bahkan dikemukakan Joe Biden saat berkampanye.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi pada 11 Juni, pengocok perut Trevor Noah bertanya kepada Biden apakah dia sudah berpikir menghantam kemungkinan Trump menolak hengkang daripada Gedung Putih jika kalah pemilu.

“Ya, saya sudah memikirkannya, ” pikiran Biden, dengan menambahkan bahwa dirinya yakin dalam situasi tersebut tentara bakal berwenang mengusir Trump dibanding Gedung Putih.

Keyakinan Biden bahwa para-para pemilih, bukan kandidat, yang menetapkan hasil pemilu ditegaskan oleh tim kampanyenya pada Jumat (06/11):

“Rakyat Amerika akan menentukan pemilu itu, dan pemerintah Amerika Serikat betul mampu mengawal penerobos keluar dari Gedung Putih. ”

Boleh jadi Marshal AS atau Dinas Pengamanan Kepala yang bertugas mengawal Trump keluar dari kediaman presiden.

Dinas Pengamanan Kepala atau Secret Service adalah suatu institusi yang tak hanya bertanggung jawab atas keamanan presiden, akan tetapi juga punya kewajiban dalam dasar untuk melindungi semua mantan presiden.

Institusi tersebut akan terus menangani Trump setelah 20 Januari.

Sejak proyeksi kemajuan Biden dalam pemilu AS semakin jelas dan kemenangannya bakal diumumkan, Secret Service telah meningkatkan proteksi terhadap sang presiden terpilih.

Bahkan, pengamanan terhadap Biden sudah mencapai taraf “pengamanan presiden”, walau Trump berkeras Partai Demokrat telah roboh.

Skenario yang tidak terpikirkan?

Jika situasi memutar ekstrem terjadi, dan Trump tetap menolak hengkang dari Gedung Suci, mungkin perlu mengevaluasi loyalitas gerombolan pengamanan terhadap presiden.

BBC bertanya kepada sejumlah pakar apakah jadi Trump mencoba menggunakan pasukan kesejahteraan negara untuk mempertahankan kekuasaan secara ilegal.

“Akan sulit dan akan mengacaukan norma-norma penting bagi seorang presiden untuk menyalahgunakan kekuasaan demi membela jabatan setelah tampak kalah pada pemilu.

“Namun, bukannya itu tak terbayangkan, ” kata Professor Dakota Rudesill, pakar kebijakan keamanan nasional dan legislasi yang berafiliasi dengan Ohio State University di GANDAR kepada BBC.

“Tindakan itu bakal membuat kerusakan besar pada negara, dalam prinsip-prinsip penting mengenai hubungan sipil-militer, dan pada masa depan demokrasi di dunia, ” tambahnya, mewanti-wanti.

Bagaimanapun, kata Rudesill, dalam pandangannya, skenario Trump mempertahankan kekuasaan dan disokong pasukan keamanan, tidak mungkin berlaku.

“Personel militer bersumpah setia pada konstitusi, bukan pada politisi yang sekarang menjabat.

“Dan perwira dengan kediaman militer tertinggi di negara itu, Jenderal Mark Milley selaku Kepala Staf Gabungan, telah berulang kali mengatakan militer tidak punya posisi dalam pemilu ini. ”

Profesor Rudesill bukanlah satu-satunya pakar yang menyelami topik ini. Ahli lainnya adalah Keisha Blaine, profesor University of Pittsburgh yang merupakan pakar tilikan gerakan protes sosial.

“Fakta bahwa kita harus bertanya kepada diri kita, apakah pasukan bersenjata hendak turun tangan dalam pemilu, mengungkap banyak hal mengenai kondisi memerihkan di negara kita, ” paparnya kepada BBC.

“Empat tahun lalu, penuh orang Amerika yang tidak merancang hal ini. Namun, setelah tahu Trump mengerahkan personel federal [dalam kericuhan] di Portland serta Washington dalam beberapa bulan belakang, hal ini menjadi kerisauan mendalam.

“Menurut saya, skenario ini tak akan terjadi, namun kita tidak bisa mengesampingkan bahwa ini merupakan kemungkinan serius mengingat apa dengan telah terjadi tahun ini, ” tuturnya.

Pada saat rangkaian protes menonjol bersama dengan gerakan anti-rasisme pada pertengahan tahun ini, Trump mempertimbangkan untuk mengerahkan militer guna membatalkan demontrasi tersebut.

Pada 5 Juni, harian the New York Times mengklaim bahwa Jenderal Miller meyakinkan Trump untuk tidak memberlakukan Undang-Undang Pembangkangan tahun 1807 guna mengerahkan pasukan aktif untuk meredam serangkaian aksi penentangan.

Harian itu menulis UU tersebut adalah “garis yang menurut para hero militer Amerika tidak akan mereka langkahi, walaupun presiden memerintahkannya”.

Di dalam akhirnya Trump memerintahkan pengerahan Penjaga Nasional, yang tergantung dalam peristiwa, bisa bertindak di bawah kewenangan presiden dan/atau gubernur negara periode.

Para awak dari pasukan keamanan non-militer di bawah kewenangan Departemen Keamanan Dalam Negeri juga dilibatkan untuk meredam rangkaian aksi demonstrasi di Washington, Portland, dan sejumlah kota yang lain.

Sejak kejadian itu, beberapa kalangan memperkirakan bahwa jika terjadi krisis terpaut pemilu, Trump berpotensi mengerahkan awak bersenjata dari kesatuan non-militer.

Akan tetapi, jika pasukan bersenjata diasumsikan tidak bersedia dikerahkan untuk mempertahankan posisi Trump, sulit dibayangkan Trump bisa sukses melanggengkan kekuasaan di Gedung Putih..

Professor Rudesill mengaku khawatir dengan adanya skenario-skenario ini.

“Saya telah menyusun mengenai kemungkinan Presiden Trump mau mencoba menggunakan perintah eksekutif, atau Departemen Kehakiman yang dikendalikan sekutu-sekutu politiknya akan berupaya mengeluarkan ‘perintah’, yang mengindikasikan Kewenangan Eksekutif kudu menganggap Trump sebagai pemenang pemilu yang disengketakan, ” kata Rudesill kepada BBC.

Namun, dia mewanti-wanti siasat tersebut “sangat tidak pantas & tidak bisa diterima. ”

“Memerintahkan militer untuk terus memberi hormat kepada presiden di luar masa jabatannya pada tengah hari 20 Januari akan menempatkan militer dalam situasi mustahil, ” tuturnya.

“Setengah dari segenap penduduk di negara ini dan banyak lainnya di dunia mau berpikir bahwa militer AS yang apolitis telah mengambil posisi pembantu. Militer seharusnya tidak pernah menerima perintah semacam itu, ” kata Professor Rudesill.

Dan, lepas dari perihal ekstrem manakala otonomi pasukan kesejahteraan dipertaruhkan akibat perselisihan partai politik, kalangan lainnya memperingatkan situasi politik saat ini bisa memunculkan kekerasan di ranah lain.

Situasi ketika pengikut yang kalah menolak menerima keruntuhan bisa memunculkan “kemungkinan huru-hara sipil serius, ” tegas Keisha Blaine kepada BBC.

Retorika presiden “telah memajukan kemungkinan asi protes dan apalagi kekerasan, ” ujarnya.

Situasi di berbagai kota di AS dalam kira-kira bulan terakhir, tatkala para demonstran gigih mengungkapkan sokongan kepada pemimpin, dan pada saat bersama menonjol kelompok-kelompok oposisi radikal yang beberapa di antaranya juga bersenjata, merupakan pengingat potensi kekerasan yang dimunculkan ketegangan politik di AS era ini.

Categories
Data

Joe Biden ‘akan dorong Israel-Palestina berunding’, Indonesia ‘bisa berperan’ dukung kebebasan Palestina

Amerika Serikat di bawah Joe Biden diperkirakan akan membatalkan proses penyelesaian konflik Israel serta Palestina ke meja perundingan atau jalur diplomatik—sebuah langkah politik yang selama ini diterabas Donald Trump, demikian analisa pengamat hubungan global.

Di sisi lain, transformasi politik luar negeri Amerika Serikat yang bakal mengedepankan pendekatan multilateralisme, dianggap akan membuka peluang Nusantara untuk kembali menyuarakan dukungan kepada Palestina, kata seorang politisi PDI Perjuangan.

Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang berharap bisa memperkuat hubungan Nusantara dan Amerika di sektor ekonomi, demokrasi, dan multilateralisme.

Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Padjajaran, Dina Sulaeman, menyebut terpilihnya Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Kepala Amerika Serikat bakal membuat risau Israel.

Pasalnya, jika selama ini Donald Trump secara terang-terangan serta terbuka memihak Israel dan menerabas jalur diplomatik dalam penyelesaikan pertengkaran antara Palestina-Israel, maka di lembah Joe Biden, sikap itu mau berubah drastis.

Joe Biden, sekapur Dina, kemungkinan besar akan memerosokkan penyelesaikan konflik kedua negara dalam perundingan yang berpegang pada kesepakatan internasional.

“Kemungkinan Biden akan melaksanakan pendekatan ke dua pihak secara mengajak Palestina untuk melakukan percakapan tapi itu tidak akan mengubah garis kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama ini yang sungguh berpihak pada Israel, ” perkataan Dina Sulaeman kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (08/11).

“Beda gaya akan tetapi garis besarnya akan sama, ” sambung Dina.

Suara senada disampaikan pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Lutfi Zuhdi, yang menghargai Joe Biden akan mengembalikan proses penyelesaian konflik dua negara itu pada jalurnya, yakni two-state solution .

Two-state solution artinya Israel dan Palestina berdiri sebagai negeri berdaulat dan saling berdampingan.

“Kalau Trump kan one-state solution . Tapi Joe akan kembali lagi pada koridornya meskipun tidak otomatis menyelesaikan masalah di waktu dekat, ” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Namun begitu, sejauh mana sikap tegas Amerika Konsorsium kepada Israel baru akan tampak pada keputusan Joe Biden arah keberadaan Kedutaan Besar Amerika Serikat, apakah akan dipindahkan lagi ke Tel Aviv atau tetap pada Yerusalem.

Jika Amerika Serikat betul-betul membantu two-state solution seperti yang tertuang di resolusi PBB 194, maka Joe Biden akan memindahkan kedutaannya ke Tel Aviv, kata Lutfi.

Hanya saja proses perundingan tidak mau berjalan dengan mulus, kata Dina Sulaeman. Sebab posisi Amerika Serikat yang sangat berat sebelah kepada Israel di era Trump, telah membuat kecewa pihak pemerintah Palestina.

Dampaknya, Amerika Serikat tak lagi dipercaya Palestina sebagai mediator perbaikan.

“Jadi kita akan menunggu selalu responsPalestina tetap mau datang ke perundingan kalau mediatornya Amerika Konsorsium? ” ujar Dina.

NU: ‘Indonesia bahkan kencang mendorong Palestina sebagai negeri berdaulat’

Pada situasi tersebut, Indonesia, patuh pandangan pengamat dan Pengurus Tinggi Nahdlatul Ulama (PBNU), bisa menjemput peran untuk menyuarakan kembali pledoi terhadap Palestina.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini, meyakini suara Indonesia akan didengar pokok posisinya sebagai negara dengan warga Muslim terbesar dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita harapkan Indonesia kian kencang mendorong Palestina sebagai negeri berdaulat dan dengan terpilihnya Joe Biden akan tercipta situasi dengan lebih kondusif dengan Palestina, ” tutur Hely Faishal.

“Kalau lihat barang apa yang dilakukan Trump dengan transportasi Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem, itu membuat situasi makin gaduh, ” sambungnya.

Hal lain yang diharapkan PBNU dengan terpilihnya Joe Biden yakni terbangun dialog secara negara-negara Islam sehingga fenomena Islamophobia di negara Barat akan berkurang.

Barang apa tanggapan pemerintah Indonesia?

Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris dengan diproyeksikan memenangi pemilu presiden Amerika Serikat.

“Selamat Joe Biden dan Kamala Harris atas pemilu yang kuno. Perubahan besar ini adalah refleksi dari harapan terhadap demokrasi, ” tulis Jokowi di akun Twitternya, Minggu (08/100).

“Semoga kita segera bisa bekerja sama dalam rangka menguatkan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di sektor ekonomi, demokrasi, & multilateralisme, untuk kemaslahatan rakyat Indonesia dan Amerika Serikat, ” lanjut Jokowi.

Politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, mengatakan pemerintah Nusantara maupun DPR sangat menyambut tertib terpilihnya Joe Biden.

Pasalnya Biden dalam kampanye lalu, menjanjikan ancangan yang lebih pro-aliansi dan multilateralisme dalam kebijakan internasional termasuk di dalam menghadapi permasalahan konflik di Timur Tengah.

Pendekatan yang mengutamakan keterlibatan banyak negara itu, disebut Charles sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia.

Langkah tersebut, katanya, lebih baik ketimbang tindakan sepihak yang kerap dilakukan Presiden Donald Trump.

“Kami harap Biden komitmen mengedepankan kebijaksanaan multilateralisme dan hukum internasional serta AS kembali menjadi juru tenang yang imparsial di Timur Pusat, ” kata Charles Honoris.

“Kalau kita lihat pendekatan Obama relatif mampu mengajak para pihak Israel serta Palestina duduk bersama mencari solusi damai agar bisa merealisasikan berdirinya negara Palestina yang fair . Kami harap Biden kembali memainkan peran itu. ”

Karena itulah di tengah perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan mendukung pendekatan multilateralisme, suara Nusantara dalam mendukung kemerdekaan Palestina bakal didengar AS sebagai mediator perbaikan, kata Charles.

“Apakah Biden langgeng dengan komitmen kedepankan multilateralisme atau tidak, kalau iya Indonesia memiliki peran di forum-forum multilateral. ”

Joe Biden mengalahkan Donald Trump di dalam pertarungan pemilu presiden. Dalam pidatonya, Biden bersumpah untuk menjadi presiden yang mempersatukan, bukan memecah raka.

Dalam hal konflik di Timur Tengah, Biden menyatakan tidak mau mengadopsi kebijakan pemerintahan Trump kepada pendudukan Israel di Tepi Barat.

Categories
Data

Joe Biden: “Stop perlakukan lawan kita sebagai musuh”, seruan dalam khotbah kemenangan di tengah rencana gugatan legal Trump

Joe Biden menyerukan persatuan dan menodong para pendukungnya untuk “stop mengakui lawan kita sebagai musuh” di pidato kemenangan di Wilmington, Delaware pada Sabtu malam waktu setempat.

Kandidat dari partai Demokrat tersebut diproyeksikan memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan Donald Trump, menyusul penghitungan suara yang menegangkan semenjak hari pemilihan Selasa (03/11) lalu.

Di dalam pidato kemenangan di Chase Center, Wilmington, Biden berkata di depan para pendukungnya bahwa ia “merasa terhormat atas keyakinan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya”.

Sang presiden terpilih bersumpah untuk menjadi presiden “yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah”.

Sebelum Biden naik mimbar, rekan yang mendampinginya dalam pencalonan Kamala Harris semrawut perempuan pertama yang terpilih menjadi wakil presiden – berbicara tentang makna kemenangannya bagi perempuan pada Amerika Serikat.

“Meskipun saya mungkin perempuan pertama yang memegang jabatan itu, saya tidak akan menjadi yang terakhir, ” ujarnya.

Apa kata Biden?

Biden memulai pidatonya dengan menyebut hadirin – khususnya para senator dan keluarganya.

“Saudara-saudara, rakyat negeri tersebut telah bicara. Mereka memberi kita kemenangan yang jelas – hasil yang pasti, kemenangan bagi kita, rakyat. ”

Biden menekankan bahwa dia menang dengan jumlah suara tertinggi dalam sejarah pemilihan presiden GANDAR: 74 juta.

“Saya merasa terhormat akan keyakinan dan kepercayaan yang kalian berikan kepada saya, ” Biden melanjutkan.

“Saya bersumpah untuk menjadi pemimpin yang berusaha mempersatukan, bukan memecah-belah; yang tidak melihat red states dan blue states (pendukung Republik dan Demokrat -red. ), hanya melihat United States . Untuk bekerja sepenuh hati untuk mendapatkan kepercayaan dari kalian semua. ”

Amerika, ia menambahkan, adalah tentang kaum.

“Saya mengincar jabatan ini untuk membatalkan jiwa Amerika, untuk membangun kembali tulang punggung bangsa ini, posisi menengah, dan untuk membuat Amerika dihormati lagi di seluruh negeri, dan untuk menyatukan kita seluruh di dalam negeri ini. ”

Ia mengatakan adalah suatu kehormatan besar pada hidupnya bahwa begitu banyak karakter yang telah memilih visi itu – yang sekarang telah menjadi “tugas zaman ini”.

Secara khusus, ia berterima kasih kepada rakyat Afrika-Amerika untuk mendorong kampanyenya ketika dia tertinggal dalam pemilihan awal.

Setelah memuji keluarganya dan keluarga Kamala Harris, Biden memuji koalisi kaum – bipartisan, muda, tua, urban, rural, beragam ras – yang membantu kampanyenya.

Ia kemudian berbicara kepada para pendukung Trump.

“Mari beri jalan pada satu sama lain, ” kata Biden. “Ini waktunya menghapuskan retorika keras, menurunkan temperatur, kembali melihat satu sama lain, mengindahkan satu sama lain… stop memandang lawan kita sebagai musuh. ”

Ia menekankan bahwa “Ini waktu Amerika untuk pulih”.

“Saya akan bekerja sebanding kerasnya untuk mereka yang tak memilih saya sebagaimana untuk mereka yang memilih saya. ”

Biden mengatakan tugas pertamanya ialah mengendalikan pandemi virus corona. “Itu satu-satunya cara kita bisa kembali menjalani kehidupan, ” ujarnya.

“Pada hari Senin, hamba akan membentuk kelompok yang berisi dari saintis dan pakar jadi penasihat transisi untuk mengambil program Covid Biden-Harris dan mengubahnya menjelma rencana aksi yang akan dimulai pada 20 Januari, 2021, ” ujarnya. “Rencana itu akan dibangun atas dasar sains yang kuat. ”

Biden menegaskan bahwa ia akan “berusaha maksimal” untuk menangani pandemi.

Sesudah sekali lagi menyerukan persatuan & perdamaian, Biden mengakhiri pidatonya secara optimisme.

“Amerika Serikat. Bapak-bapak dan ibu-ibu, tidak pernah ada hal dengan tidak kita coba dan tidak bisa kita lakukan. ”

Apa sebutan Kamala Harris?

Dalam pidato pertamanya sebagai wakil presiden terpilih, Kamala Harris mengulang slogan kampanye Biden 2020.

“Kita rakyat Amerika punya kekuatan untuk membangun masa depan, ” ujarnya.

“Kalian mengantarkan hari baru untuk Amerika. Kalian memilih harapan, & persatuan, kesopanan, sains, dan ya, kebenaran, ” kata Harris pada hadirin. “Kalian memilih Joe Biden sebagai presiden berikutnya untuk Amerika Serikat. ”

Pernyataan itu disambut sorak-sorai dari hadirin.

Harris melanjutkan pidatonya dengan memuji sosok Biden dan keluarganya, kemudian mulai berbicara tentang dirinya sendiri – dan makna momen ini bagi perempuan.

Perempuan pertama yang terpilih sebagai wakil presiden tersebut berkata ibunya “sangat percaya di dalam Amerika tempat momen seperti tersebut mungkin terjadi. ”

Harris berkata ia memikirkan ibunya – yang meninggikan Harris dan adik perempuannya jadi orang tua tunggal – & generasi perempuan kulit hitam, Asia, kulit putih, warga berdarah Latin, dan penduduk asli yang sudah “membuka jalan untuk momen suangi ini”.

“Merekalah tulang punggung demokrasi, ” kata Harris tentang perempuan-perempuan ini yang berjuang untuk amandemen ke-19 pada 100 tahun lalu, benar untuk memilih pada 55 tahun lalu, dan sekarang pada tahun 2020 ketika generasi baru perempuan memberikan suara mereka.

Ia memuji Biden atas “keberanian” untuk mendobrak batas dan memilih seorang perempuan jadi wakil presiden.

“Meskipun saya mungkin hawa pertama yang memegang jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir, ” ujarnya.

BBC memproyeksikan Biden menang di negara bagian kunci Pennsylvania, dengan mengantarkannya ke perolehan suara elektoral sebanyak 273 – melebihi pemisah minimal 270 yang diperlukan untuk menuju Gedung Putih.

Biden dari Golongan Demokrat juga dipastikan menang pada Nevada, negara dengan enam suara elektoral dan sejauh ini total ia meraih 279 elektoral.

Nevada selalu memilih untuk Demokrat sejak 1992, namun mendukung George W Bush dari Partai Republik pada 2000 dan 2004.

Lalu, di mana Trump?

Trump tengah bermain golf saat kemajuan Biden diproyeksikan dan menekankan pemilu belum usai.

“Fakta sederhana adalah pemilu masih jauh dari berakhir. Joe Biden belum ditetapkan sebagai pemenang di negara bagian manapun, apalagi di negara bagian yang betul ketat.. ” kata Trump di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh tim kampanyenya.

Trump kembali ke Gedung Suci dan sebelum masuk gedung tahu melihat ke arah wartawan minus mengatakan apa-apa.

Tim kampanye Trump menyatakan calon mereka belum mempunyai jadwal untuk mengaku kalah sementara tim legal mengatakan akan mulai berjalan pada Senin (09/11).

Hasil ini menunjukkan Trump adalah presiden pertama dengan tidak terpilih lagi untuk zaman jabatan kedua sejak 1990-an.

Biden tunggal mengatakan kini saatnya bagi Amerika untuk “bersatu” dan membuang kemarahan.

“Kampanye telah berakhir, saatnya melupakan nafsu dan retorika kasar dan bersatu sebagai bangsa, ” katanya.

Dalam cuitannya, Biden mengatakan, “Amerika, saya merasakan terhormat, telah memilih saya menyelenggarakan negara besar kita. ”

“Kerja pada depan kita akan sulit, tetapi saya berjanji, saya akan menjadi presiden untuk semua warga Amerika – terlepas dari apakah Kamu memilih saya atau tidak, ” tulis Biden pada Sabtu (07/11).

“Saya akan tetap menjaga kepercayaan dengan Anda berikan kepada saya. ”

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Menanggapi hasil ini, anggota awak legal dalam jumpa pers di Philadelphia mengatakan akan memulai metode legal pada hari Senin (09/11).

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Rudy Giuliani, kuasa norma dan juga rekan dekat Trump, mengklaim warga Philadelphia, Pennsylvania, yang telah meninggal termasuk yang tercatat memilih tahun ini.

Namun sekitar ini tidak ada bukti berasaskan klaim tersebut.

“Tidak bisa keunggulan itu hilang tanpa adanya kecurangan, ” kata Giuliani mengacu pada keunggulan Trump pada awal pemilihan, saat suara melalui pos belum dihitung.

Negara bagian lain dengan prediksi kemenangan bagi Biden

Proyeksi BBC arah kemenangan Biden didasarkan pada hasil tidak resmi dari negara-negara bagian yang telah selesai menghitung perkataan, dan hasil yang telah diperkirakan dari negara-negara bagian seperti Wisconsin, sementara penghitungan suara yang masih berlangsung.

Tiga negara bagian lain, Arizona, Nevada dan Georgia, masih belum mengumumkan hasil dan sejauh itu juga menunjukkan keunggulan Biden.

Pemilu kali ini diikuti oleh pemilih menyesatkan banyak sejak 1900.

Biden meraih lebih sejak 73 juta suara sejauh itu, suara paling banyak untuk bahan presiden dalam sejarah Amerika.

Sementara, Trump memperoleh hampir 70 juta suara, suara kedua terbanyak dalam kenangan.

Hasil ini menjadikan Biden sebagai pemimpin AS yang ke-46, dan pemimpin tertua di Amerika dengan leler yang menginjak 78 tahun.

Presiden Trump sebelumnya memperingatkan Biden untuk tidak mengumumkan kemenangan – sehari sesudah dia sendiri menyatakan kemenangan, meskipun penghitungan masih pada tahap pokok.

Secara keseluruhan, total pemilih yang memberikan suara dalam Pilpres AS merupakan yang tertinggi dalam 120 tahun dengan kira-kira 66. 9%

Kepada para pendukungnya, di dalam Jumat malam waktu setempat (Sabtu pagi WIB), Biden kembali mengucapkan bahwa “jumlah menunjukkan berita yang jelas, kami akan menang penetapan. ”

Biden – didampingi Kamala Harris – mengatakan ia berada di dalam jalur untuk menang lebih daripada 300 suara elektoral dan membuktikan jumlah orang yang memilihnya merupakan rekor dalam sejarah pemilihan kepala AS – lebih dari 74 juta.

Biden juga mengatakan warga Amerika memberinya mandat untuk menangani pandemi virus corona, perekonomian, perubahan iklim dan rasisme sistemis.

Data kasus nyata pada Jumat, menunjukkan kasus gres Covid-19 lebih dari 127. 000, rekor baru dalam tiga hari.

Bahan dari Partai Demokrat menyebut dirinya calon untuk persatuan setelah pemilihan yang sangat ketat.

“Kita bisa saja menjadi oposisi namun kita bukan musuh, kita warga Amerika, ” kata Biden tanpa menyinggung lawannya dari Partai Republik, Trump.

Namun Trump kembali melontarkan berbagai tuduhan yang tidak tersedia buktinya dalam serangkaian cuitan, unggahan-unggahan yang mendapatkan peringatan dari Twitter.

4 unggahan disebut Twitter dapat disanggah atau dapat menggiring ke peristiwa yang salah.

Cuitan Sabtu (07/11) tercatat klaim Trump bahwa adanya pandangan ilegal yang tiba pada hari pemilihan di negara bagian kaya Pennsylvania, sehingga menghapus keunggulanya.

Keunggulan Jo Biden terjadi di empat negeri bagian penting – Pennsylvania, Georgia, Arizona dan Nevada – seiring dengan penghitungan suara lewat gardu.

Suara lewat pos baru belakangan dihitung setelah penghitungan suara orang yang memilih langsung ke TPS. Perkembangan penghitungan seperti ini sudah diperkirakan oleh para analis menjelang pemilu, dan bahwa banyak dengan memberikan suara melalui pos adalah pendukung Demokrat.

Trump sendiri tidak menyerahkan bukti apapun terkait tuduhan menggunakan Twitter.

Penjagaan diperketat

Dinas keamanan AS meningkatkan keamanan terhadap Joe Biden tercatat menetapkan pembatasan penerbangan di berasaskan kediaman Joe Biden di Wilmington, Delaware.

Pembatasan penerbangan sementara, Temporary Flight Restriction (TFR) ditetapkan di seputar kediaman Biden, atas permintaan Biro Rahasia.

Pada tanggal 4 November, sinar pembatasan diperluas menjadi hampir lima kilometer sampai paling tidak 11 November.

Mereka yang melanggar dapat bertemu penjara maksimal 12 bulan & denda US$100. 000 (Rp1, 4 miliar).

Pembatasan penerbangan ini merupakan metode yang biasa dilakukan untuk tipu politik penting.

Namun, rincian keamanan buat presiden terpiih akan jauh bertambah besar skalanya.

Categories
Data

Masa dihantam Covid-19, mampukah Bali beralih dari pariwisata dan bangkit dengan bertani?

  • Liza Tambunan
  • BBC News Indonesia

Sektor wisata Bali yang lumpuh akibat pandemi Covid-19 telah mendorong warga & pemerintah setempat untuk beralih ke sektor pertanian sebagai alternatif sumber mata pencaharian warga.

Namun, jalur itu tidak lepas sebab berbagai tantangan, termasuk tingkat seruan yang rendah, serta sumber gaya manusia yang tidak siap.

Potensi sektor pertanian Bali menjadi topik utama dikusi dalam program ‘Bali’s New Era’ pekan lalu, dengan merupakan salah satu dari rangkaian acara KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival yang diselenggarakan dengan daring pekan lalu.

Salah mulia pembicara dalam acara itu ialah Ayu Sudana, seorang perempuan pokok Bali. Perempuan berusia 35 tarikh mengingat kembali masa kecilnya dalam kebun kopi milik keluarganya.

Manis tumbuh besar di sebuah kampung yang terletak tidak jauh lantaran Kintamani. Di sana, ia telah giat membantu orang tuanya di perkebunan sejak masih sekolah. Makin, ketika ayahnya memotivasinya dengan menganjurkan hadiah saat masa panen. Menawan pun menjadi semakin semangat.

“Mereka selalu bilang begini ke saya, ‘Gimana nih kalau misalnya kamu sangga bapak untuk memungut kopi yang jatuh-jatuh di bawah pohon? ‘ Waktu itu saya kecil, ‘saya beliin sepeda’, semacam itu kan bapak ngomong mungkin, jadi saya mikirnya kalau aku bekerja nih dapat reward . Sebagai anak kecil itu saya bermotivasi sekali secara omongan bapak saya itu, ” kata Ayu kepada BBC News Indonesia, dalam wawancara melalui sambungan telpon.

Meski demikian, antusiasme Ayu tidak langsung membawanya ke urat pertanian seperti orang tuanya. Serupa banyak anak muda lainnya, tempat memilih melanjutkan pendidikan di dunia pariwisata, lantaran sektor itu dinilai lebih menguntungkan. Ayu bahkan sempat menempuh karier di industri perhotelan hingga ke Dubai di Uni Emirat Arab.

Namun, ia tak lama berkecimpung di bidang itu sebelum akhirnya pindah ke sektor logistik di negara itu. Pada situ, ia kemudian bertemu seorang klien yang tertarik dengan kopi dari perkebunan keluarganya.

Saat itulah dia baru menyadari potensi buatan hasil tani dari kampung halamannya.

“Dia suka, dan setiap kali saya ke Indonesia dia minta lagi. Jadi waktu itu, kadang saya bawain kopi luwak, tiruan yang biasa juga. Lalu saya mulai market research di Dubai. Jadi saya bilang ke bapak serta ibu saya, coba deh jika saya pasarkan di Dubai, ” tutur Ayu.

Langkah awal itu ia ambil enam tahun lalu, hingga alhasil ia memutuskan untuk mengembangkan cita-cita bisnis tersebut di Indonesia.

Hingga saat ini, kebun kopi milik keluarganya tersebut sudah memiliki mesin-mesin pengolah jiplakan yang lengkap, termasuk mesin pemanggang. Tujuannya, sebut Ayu, adalah buat mendekatkan proses pemetikan kopi secara penikmat kopi langsung.

Tiga tahun final, Ayu bekerja keras untuk tetap memajukan usaha bisnis keluarganya dan kini, bahkan sudah berhasil mengekspor biji kopi dari perkebunan keluarganya itu. Di tengah pandemi Covid-19, kemampuan ekspor ini yang jadi menopang kebutuhan operasional perusahaan tiruan yang dikelolanya.

‘Tidak selalu bergantung di pariwisata’

Memahami potensi sumber daya dunia Bali, Ayu berharap sektor pertanian di pulau tersebut diprioritaskan, apalagi saat kesulitan akibat wabah virus corona. Sektor pariwisata, yang merupakan sumber utama kegiatan perekonomian Bali, kini lumpuh.

“Dengan Covid-19, mudah-mudah ini adalah pelajaran yang awal buat Bali, terutama karena kita berpegang pada pariwisata, agar tidak tetap bergantung pada pariwisata lagi, ” ujar Ayu

“Jadi kita gimana caranya bahwa tourism itu hanya menjadi salah satu income untuk Bali, bukan satu-satunya income untuk Bali. Dan juga, kita juga harus bersiap-siap melawan kompetisi negara lain, ” tambahnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah Provinsi Bali tengah mengubah pendekatan perekonomian perlu menyeimbangkan struktur perekonomian wilayah tersebut agar tidak terlalu bertumpu dalam sektor pariwisata dan mengembangkan daya pertanian.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa, mengatakan peristiwa itu sudah mulai berjalan kira-kira bulan, meskipun memang menghadapi bermacam-macam tantangan. Sebab, kata Putu, kehadiran wisatawan bagaimanapun juga memiliki hasil terhadap perekonomian, karena kurangnya level kedatangan berarti juga tingkat suruhan hasil tani juga tidak maksimal.

“Itu kan indikatornya itu mampu dilihat dari segi NTP kepala nilai tukar petaninya. Nah, saat ini kan persoalannya adalah pandemi Covid, di mana pandemi ini menjadikan demand kita itu berkurang, ” prawacana Putu.

Mengutip data dari 2019, Putu mengatakan Bali tahun berarakan mendatangkan 10. 5 juta wisatawan nusantara dan 6. 3 juta wisatawan mancanegara. Sementara, sejak pandemi bergulir pada awal tahun, Nusantara menutup perbatasan bagi kedatangan wisatawan mancanegara. Tingkat wisatawan domestik serupa jatuh, kata Putu.

“Itu ialah demand . Secara hilangnya wisatawan itu, berarti membentuk demand kita juga berkurang, sehingga dalam kondisi pandemi ini, kita tak bisa bicara normal, ” imbuhnya.

‘Pertanian jangan jadi atraksi pariwisata’

Meski demikian, saat ini dianggap pegiat pertanian Bali sebagai momentum untuk mengembangkan daerah pertanian demi merevitalisasi perekonomian Pulau Dewata.

Begitu yang diutarakan sebab AA Gede Agung Wedhatama, seorang petani di Bali yang tergabung dalam gerakan Petani Muda Elok, gerakan yang bertujuan untuk memikat kaum muda ke sektor pertanian.

Mulia juga percaya bahwa pertanian sesungguhnya yang menjadi sumber penghidupan utama warga Bali, sehingga paradigma itu harus diluruskan kembali demi memaksimalkan potensi sektor itu secara terus-menerus. Ia mengatakan baru-baru ini bahkan, arah perkembangan pariwisata justru melaksanakan pemahaman kepentingan pertanian menjadi lengah.

“Seolah-olah pertanian itu hanya menjadi atraksi pariwisata. Jadi banyak teman-teman yang membuat agro wisata untuk mendatangkan tamu. Saat tamu datang jadi mereka membuat kopi luwak, kopi-kopi apalah begitu, banyak. Tapi saat tamu nggak ada, tiba-tiba agro itu menutup. Jadi fokusnya bukannya di bertani tapi di pariwisatanya, jadi berlawanan, ” kata Agung saat diwawancara via telpon.

“Nah, di momen Covid ini kita mau menyiapkan, itu bagusnya teman-teman di tourism . Kita pula di akar rumput berbenah. Oleh sebab itu bagaimana tourism supporting agriculture , ” tambahnya.

Sebagai lulusan pelajaran bidang informasi teknologi, Agung kausa untuk menggabungkan unsur modern teknologi dengan elemen tradisional pertanian. Dengan cara ini, pria berusia 35 tahun itu ingin mengembangkan pertanian dan membuka peluang lebih besar bagi anak muda dalam daerah itu. Apalagi di tengah pandemi ini, banyak yang kehilangan order di bidang pariwisata.

Agung jadi ketua Forum Petani Muda Bali mengatakan mereka terjun ke desa-desa untuk mengembangkan kapasitas warga setempat.

“Jadi kita mengembangkan beberapa desa untuk kita ajak masyarakatnya balik bertani. Karena sekarang kan dalam masa pandemi ini banyak sekadar reurbanisasi masyarakat yang terdampak pandemi, terkena PHK, kehilangan pekerjaan, terutama yang di sektor pariwisata mereka kembali ke desa, sedangkan dalam desa mereka menjadi beban karena mereka secara finansial lemah serta menjadi demografi lebih.

“Padahal sebenarnya manpower tersebut semestinya menjadi kekuatan, ” pungkas Agung.

Categories
Data

Pranata Antikorupsi Inggris selidiki ‘dugaan korupsi’ maskapai Garuda, Erick Thohir ‘dukung investigasi’

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah Indonesia mendukung kelakuan Badan Antikorupsi Inggris, SFO, terhadap maskapai penerbangan Garuda Indonesia serta produsen pesawat terbang yang bermarkas di Montreal, Bombardier, terkait terkaan suap.

Sebelumnya, Badan Antikorupsi Inggris membenarkan pihaknya menyelidiki pembuat pesawat terbang Bombardier, yang bermarkas di Montreal, Kanada dan kongsi penerbangan Garuda Indonesia, terkait perkiraan suap dan korupsi dalam pemesanan dan pemberian kontrak.

“Karena tersebut merupakan bagian dari good corporate governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sebati dengan program transformasi BUMN, ” kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (06/11).

SFO sejauh ini tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai proses penyelidikannya.

Dilaporkan Bombardier mengutarakan telah bertemu dengan SFO untuk membicarakan bantuan yang dapat diberikan dalam proses penyelidikan atas dasar sukarela.

Garuda Indonesia meneken kontrak senilai US$1, 3 miliar delapan tahun lalu untuk membeli setidaknya enam pesawat Bombardier.

Direktur istimewa ketika itu, Emirsyah Satar, telah divonis penjara selama 8 tarikh pada Mei lalu, karena menyambut suap dalam pemesanan pesawat Airbus dan mesin Rolls-Royce.

Lebih lanjut Erick menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparatur penegak hukum bagaikan KPK, Kementerian Hukum dan PEDOMAN, serta dan Kejaksaan dalam pengerjaan kasus Garuda.

Menurutnya, Kementerian Kaidah dan HAM akan membantu Departemen BUMN dalam melakukan revisi persetujuan melalui mutual berlaku assistance atau sandaran hukum timbal balik.

Adapun SFO mengumumkan investigasinya pada Kamis, 5 November 2020.

“SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc. atas dugaan suap serta korupsi terkait kontrak dan/atau instruksi dari Garuda Indonesia, ” prawacana SFO seperti dikutip dari Reuters .

Dimintai tanggapan oleh BBC News Indonesia pada Jumat (06/11) pagi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berjanji hendak memberikan keterangan secepatnya.

“Sabar ya. Nanti diinform , ” katanya, melalui pesan tertulis.

Berita ini akan terus diperbarui.

Categories
Data

Pemilu Amerika: ‘Skenario kiamat’ yang ditakutkan rakyat Amerika mulai terwujud, dengan Trump ‘perkeruh penghitungan suara’

Selama berminggu-minggu menjelang pemilu, Donald Trump telah mengatakan bahwa jika selisih perolehan suara pada pemilihan presiden tipis, ia mau menuduh lawannya dari Partai Demokrat melakukan kecurangan pemilu dan berusaha mencuri kemenangan darinya.

Pada Rabu (04/11) dini hari, ia melangsungkan itu: kendati jutaan surat pandangan yang sah belum selesai dihitung, ia mengumumkan kemenangannya sebelum waktunya.

“Kami sudah bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kami sudah memenangkan pemilihan ini, ” kata Trump dalam pidato di Gedung Putih.

Tanpa memberikan bukti apapun, dia melanjutkan dengan klaim bahwa telah terjadi “kecurangan” pemilu.

“Ini penipuan habis-habisan di negara kita. Kita mau hukum digunakan secara tepat. Jadi, kita akan pergi ke Majelis hukum Agung AS. Kita ingin semua pemungutan suara dihentikan. ”

Permintaan Trump diwujudkan tim kampanyenya, yang mengatakan akan segera meminta perhitungan ulang di Wisconsin dengan dalih adanya “laporan kejanggalan di beberapa distrik”. Dan di Michigan dan pada Pennsylvania, tim kampanye Trump sudah melayangkan gugatan untuk menghentikan perhitungan suara.

‘Memalukan, belum pernah terjadi, tidak benar’

Para pembantu Demokrat dan bahkan beberapa pendukung sang presiden segera merespons.

Saingan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan pemilu belum berakhir “sampai setiap surat suara dihitung”.

“Kami beruang di jalur untuk menang, ” tegasnya.

Manajer persuasi Biden, Jen O’Malley Dillon, membicarakan pernyataan Trump “keterlaluan, belum sudah terjadi, dan tidak benar”.

“Itu kelewatan karena jelas-jelas merupakan upaya buat merampas hak-hak demokrasi warga Amerika, ” katanya.

“Ini pertama kalinya berlaku karena belum pernah dalam sejarah kita seorang presiden Amerika Serikat berusaha untuk melucuti suara kaum Amerika dalam pemilihan nasional. ”

Alexandria Ocasio-Cortez dari Partai Demokrat, dengan memenangkan pemilihan kembali untuk kursinya di Kongres, mengecam klaim Trump sebagai “tidak sah, berbahaya, dan otoriter”.

“Hitung suara. Hormati hasilnya, ” ujarnya dalam sebuah cuitan pada Twitter.

Bahkan beberapa pendukung partai Trump sendiri, Partai Republik, menyuarakan kewaswasan.

Salah satunya mantan Senator Republik dari Pennsylvania, Rick Santorum.

Santorum berkata ia “sangat terganggu” dengan catatan Trump.

“Menggunakan kata penipuan… patuh saya itu salah, ” ujarnya di CNN.

Dan Ben Shapiro, komentator berhaluan lapuk dan kritikus Trump, dalam sebuah twit menyebut komentar Trump “sangat tidak bertanggung jawab”.

Setelah Trump berbicara, Wakil Presiden Mike Pence memeriksa menghaluskan ucapannya, menolak untuk mendeklarasikan kemenangan dan menegaskan bahwa semua suara yang diberikan secara berlaku akan dihitung.

Ketegangan tersebut jelas benar dirasakan di kalangan akar rumput.

Sinta Penyami Storms, anggota jawatan kepemimpinan Asian Americans and Pacific Islanders untuk Partai Demokrat, mengucapkan ia merasa gugup bercampur optimis.

“Saat ini kita masih nervous, tapi sangat optimis karena surat perkataan dari pos, yang katanya kira-kira satu juta belum dihitung, siap untuk saat ini, walau ramal gugup, masih sangat optimis Biden memenangkan  pemilihan ini. ”

Seorang pendukung Trump, Emmanuel Tandean, pendeta di Gereja New Life Praise Centre, Philadelphia, mengaku mengikuti hasil penetapan sejak malam sampai pagi dengan perasaan bercampur optimis dan risau.

“Ya, sempat nervous, optimis dan balik nervous… karena masih tidak terang, ” katanya.

“Sudah terlanjur”

Akan tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi, kata wartawan BBC pada Amerika Utara, Anthony Zurcher.

“Terlepas Trump pada akhirnya menang atau tangan, ia telah mempermasalahkan pemilihan itu, karena ia mempertanyakan mesin demokrasi Amerika itu sendiri, ” sirih Zurcher.

Pandemi virus corona menyebabkan lonjakan dalam jumlah pemilih AS dengan memilih untuk memberikan suara mereka lebih awal lewat pos, yang memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghitung surat suara.

Di beberapa negara bagian, penghitungan surat suara mungkin perlu waktu berhari-hari.

Anthony Zurcher berceloteh pemilu AS kini memasuki “skenario kiamat yang ditakuti banyak masyarakat Amerika, ketika presiden Amerika Konsorsium sendiri – dari Gedung Putih – memperkeruh penghitungan suara. ”

Lindy Backues, guru besar madya di Eastern University, Amerika Serikat, bagi nah tinggal dalam Indonesia tahun 1989-2007

Saya mengecap yang sangat kita perlukan ialah seorang pemimpin yang bisa membawa perdamaian dan bisa memulihkan ikatan yang agak kacau antara perut belah pihak:

1. Orang pedesaan yang cenderung mendukung Trump yang merasakan selama ini direndahkan statusnya. Keluhan-keluhan dari mereka harus didengarkan. Tak berarti semua keluhan mereka betul karena menurut saya, mereka serupa ada masalah rasisme. Mereka bertambah cenderung menganggap Amerika ini jadi negara kulit putih. Itu lengah. Dan salah konsep, karena Amerika sudah lebih dari 200 tarikh yang lalu tidak didirikan sebagai itu. Tapi mereka menganggapnya begitu.

Mereka harus melepaskan cengkeramannya di mana ini bukan milik mereka lagi. Mereka harus rendah hati. Akan tetapi mereka juga harus didengarkan. Itu selama ini di desa-desa, kaya di Indonesia juga, merasa tidak didengarkan, seperti ‘orang kota sombong tahu’.

2. Sedangkan orang di kota yang lebih cenderung warna-warni, orang dari mana-mana, dari jangat hitam, kulit putih, imigran, daripada luar, dan di Philadelphia wadah saya tinggal ini banyak karakter Indonesia lagi, mereka juga tak didengarkan suaranya.

Orang di Washington ( Gedung Putih, Senat) kudu merendahkan diri, mereka harus bertambah peduli baik kepada orang praja yang terkucilkan maupun orang daerah yang terkucilkan. Dan saya rasa yang harus dihasilkan di Amerika ini adalah lebih banyak nista hati, di mana nasionalisme itu bukan vokal dan menganggap diri kita sendiri paling baik di dunia, tetapi memang kita hanya satu negara di muka Bumi dan kita juga belajar dengan jalan apa untuk jadi lebih baik.

Nah, kita perlu ada presiden bagaikan itu.

Trump telah mengatakan ia akan menegasikan untuk mengakui kekalahan jika dia kalah dalam pemilihan.

Dalam beberapa minggu terakhir, ini telah menyebabkan dialog yang sangat tidak biasa melanda apakah angkatan bersenjata, dinas rahasia atau polisi akan dipanggil buat secara paksa menurunkan presiden AS yang dibarikade di dalam Gedung Putih.

Khawatir kerusuhan

Pertandingan ketat kini mengerucut pada sedikit negara bagian: Arizona, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan Georgia.

Setiap gugatan norma harus melalui pengadilan negara bagian terlebih dahulu, sebelum diteruskan ke Mahkamah Agung.

Artinya, hasil penetapan presiden AS 2020 berpotensi menetapkan waktu berhari-hari untuk diketahui.

Sementara tersebut, ada kekhawatiran bahwa ketidakpastian hasil bisa menimbulkan keresahan dalam wujud protes dan bentrokan.

Bahkan saat hari pemilihan hampir berakhir, ada perselisihan dan ketegangan dalam protes yang diadakan di beberapa bagian negeri, termasuk di depan Gedung Suci.

“Skenario terburuk mulai terwujud, dengan Biden mengklaim ia dalam jalur menuju kemenangan dan Trump melontarkan dakwaan tidak berdasar tentang penipuan & kecurangan pemilu, ” kata Zurcher.

“Ini resep untuk perselisihan dan persengketaan di pengadilan yang berlarut-larut, berakhir dengan pendukung di pihak yang kalah merasa marah dan terkena. ”

Categories
Data

Pemilu Amerika: Hasil bermunculan, persaingan ketat di sejumlah negara bagian kunci

Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, yang memperhadapkan Donald Trump dan Joe Biden, menunjukkan persaingan sengit di sejumlah negara bagian kunci.

Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika hampir semua kertas suara telah dihitung.

Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, misalnya Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Az, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Seorang penasihat Donald Trump mengaku dirinya risau dengan peluang Trump.

“Jika Florida jatuh ke Biden, jadi pertandingan selesai. Namun, jika Florida dimenangi Trump, maka pertarungan masih berlanjut, ” kata sang penasihat kepada CBS, mitra BBC di AS.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum wujud kejutan berarti.

Kebanyakan negara periode condong pada salah satu partai, sehingga fokus setiap capres pada umumnya tertuju pada 12 atau lebih negara bagian yang peluang kemenangannya 50-50. Negara-negara bagian ini dijuluki ‘ battleground states ‘ atau negara bagian kunci pertarungan.

Bagaimana hasil sejauh ini?

Pertarungan di Negara Bagian Pennsylvania, The state of michigan, Wisconsin, dan Ohio bisa berakhir dengan hasil tak terduga.

Negara Bagian Arizona dan Texas, yang terlebih dulu menjadi kantung kekuasaan Partai Republik, juga menjadi medan pertarungan sengit. Kemenangan Biden di Texas bakal menjadi ‘gempa politik’.

Persaingan ketat juga tengah berlangsung di dua negara bagian kunci di pesisir timur, yakni Georgia dan North Carolina.

Benar Florida maupun Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian yang harus dimenangi oleh Trump jika dia mau terpilih lagi sebagai presiden.

BBC memproyeksikan kemenangan Donald Trump di Alabama, Indianapolis, North Dakota, South Dakota, Oklahoma, Kentucky, Tennessee, Arkansas, dan Western Virginia,

BBC memproyeksikan Joe Biden menang di New York, Colorado, Vermont, Delaware, Maryland, Massachusetts, Brand new Jersey, dan Distrik Columbia.

Mitra BBC di AS, CBS News, memproyeksikan South Carolina, Nebraska, Kansas, Louisiana, dan Wyoming condong ke Trump.

CBS juga memproyeksikan Minnesota, New Mexico, Maine, Connecticut, Illinois, Rhode Island, dan New Hampshire condong ke Biden.

Kedua calon presiden menghabiskan waktu-waktu terakhir kampanye di negara-negara bagian kunci.

Donald Trump, 74 tahun, berusaha agar agar tidak menjadi presiden petahana mulailah yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992.

Setelah maraton berkampanye selama beberapa hari menjelang pemilihan presiden, Trump kembali ke Gedung Putih; sementara Biden ke Scranton, Pennsylvania, rumah masa kecilnya dan juga base Partai Demokrat di Philadelphia.

Saat ditanya mengenai rencananya, Trump mengaku belum punya persiapan.

“Tidak, saya belum memikirkan pidato kekalahan atau pidato penerimaan. Mudah-mudahan kita hanya akan melakukan salah satu dari dua tersebut dan, Anda tahu, menang tersebut mudah, kalah tidak pernah mudah. Bukan untuk saya, bukan buat saya, ” ujar Trump.

Di sisi lain, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, mengaku dirinya “penuh harapan”.

Akan tetapi, Biden tidak mau menjabarkan rencananya jika hasil bukan diumumkan pada 3 November.

“Ada begitu banyak hak yang berlangsung ketika ini…Kita lihat nanti, ” kata Biden.

“Jika ada sesuatu untuk dibicarakan mengenai malam ini, saya maka akan berbicara. Jika tidak, saya akan menunggu sampai kertas suara dihitung keesokan hari, ” lanjutnya.

Apakah pemilihan umum ini hanya memilih presiden?

Semua perhatian memang tertuju pada persaingan Trump dan Biden, namun para pemilih juga menentukan anggota baru Kongres saat mengisi kertas suara.

Kubu Demokrat telah menguasai majelis rendah parlemen atau DPR, sehingga mereka bertekad mempertahankan hal tersebut sekaligus mengincar kendali Senat.

Jika Demokrat punya kursi mayoritas di DPR lalu Senat, partai berlambang keledai tersebut akan mampu memblokir atau menunda rencana Trump jika dia kembali terpilih sebagai presiden.

Sebanyak 435 kursi di DPR AS diperebutkan dalam pemilihan tahun ini, sedangkan pada Senat terdapat 33 kursi yang dipertarungkan.

Categories
Data

Penembakan Wina: Serangan ‘teroris’ di enam lokasi di Austria, aparat buru penyerang

Setidaknya dua orang tewas serta beberapa lainnya mengalami cedera—sebagian luka berat—setelah sejumlah pria bersenjata membiarkan tembakan di enam lokasi bertentangan di Ibu Kota Austria Wina.

Kanselir Austria, Sebastian Kurz, membicarakan rangkaian insiden tersebut sebagai “serangan teror menjijikkan” dan mengatakan seorang pelaku penyerangan telah tewas dibunuh.

Satu diantara korban tewas dibunuh di letak serangan, sedangkan korban selanjutnya—seorang perempuan—meninggal dunia di rumah sakit setelah menderita luka-luka, menurut Wali Tanah air Wina, Michael Ludwig.

Diyakini sebanyak 14 orang masih dirawat di sendi sakit, enam di antara itu mengalami luka serius. Salah kepala korban merupakan petugas kepolisian, sebut Kementerian Dalam Negeri Austria.

Kementerian itu menambahkan, polisi masih memburu setidaknya satu penyerang.

Salah satu lokasi penembakan berkecukupan dekat sinagoga, tapi belum jelas apakah tempat ibadah orang Yahudi itu menjadi sasaran serangan.

Kepolisian telah menutup sebuah area yang besar di kota dalam upaya pencarian pelaku penembakan.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam sebelum Austria memberlakukan kaidah nasional guna menghentikan penularan virus corona. Banyak warga tengah bergembira di restoran dan bar pra tempat-tempat itu tutup hingga simpulan November.

Sejumlah pemimpin di Eropa mengecam penembakan tersebut. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan dirinya “sangat tersentak oleh serangan-serangan mengerikan ini”.

Barang apa yang kita ketahui tentang gempuran ini?

Kepolisian mengatakan insiden dimulai dekat Sinagoga Seitenstettengasse, tempat ibadah pokok umat Yahudi di Wina.

Pemimpin Publik Yahudi, Oskar Deutsch, mengunggah cuitan bahwa sinagoga sudah ditutup zaman serangan terjadi pukul 20: 00 malam waktu setempat.

Korban luka mencakup seorang aparat keamanan yang menjaga sinagoga, serupa itu dilaporkan surat kabar Kronen Zeitung .

Sebuah tayangan video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian di jalanan saat suara tembakan meletus.

Seorang saksi mata bernama Chris Zao mengaku dirinya berada dalam sebuah restoran dekat lokasi penembakan.

“Kami mendengar bunyi bising seperti petasan. Kami mendengar sekitar 20 mematok 30 kali dan kami budi itu suara tembakan sungguhan. Awak melihat sejumlah ambulans… berjajar. Ada beberapa korban. Sedihnya, kami juga melihat sesosok tubuh terbaring dalam jalan, ” kata Zhao pada BBC.

Saat operasi anti-teror besar berangkat beraksi, polisi mendesak orang-orang untuk menghindari area tersebut dan tak menggunakan transportasi publik. Penghalang jalan dipasang di sekitar pusat praja.

Kepolisian di Republik Ceko yang bertetangga dengan Austria mengatakan mereka menyelenggarakan pemeriksaan secara acak di perbatasan wilayah Austria di tengah kewaswasan para pelaku penembakan akan menyeberangi negara.

Seperti apa reaksi sebab para pemimpin di Eropa?

Di Twitter, Kurz mengatakan, “kami mengalami masa yang sulit di republik kami”.

“Polisi kami akan bertindak tegas terhadap pelaku serangan teroris yang mengerikan ini. Kami tidak akan pernah membiarkan diri kami diintimidasi oleh terorisme, ” katanya.

Para pemimpin Eropa mengutuk keras serangan ini. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Eropa tidak boleh “menyerah” pada menghadapi serangan-serangan.

“Kami rakyat Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan anak buah Austria, malam ini, dengan sebuah serangan di pusat kota, Wina. Setelah Prancis, teman kita juga diserang. Ini adalah Eropa kita. Musuh kita harus tahu siapa yang sedang mereka hadapi, ” katanya.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengunggah cuitan dukungan buat warga Wina. Ia mengatakan “sangat terkejut dengan serangan yang mengerikan”.

“Inggris bersama rakyat Austria – saya bersatu bersamamu untuk melawan teror, ” katanya.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel menyebut ini sebagai kesibukan pengecut yang mencederai nilai-nilai serta kehidupan manusia.

Categories
Data

Seruan boikot produk Prancis muncul pada Indonesia, pengamat ekonomi: dampaknya ‘tidak signifikan’

Seruan boikot terhadap keluaran Prancis seperti yang disuarakan Cantik Ulama Indonesia (MUI) diragukan efektifitasnya dan oleh pengamat ekonomi & seorang tokoh Nahdlatul Ulama.

Selain karena nilai impor Prancis ke Indonesia relatif kecil, pemboikotan juga tak memberi solusi tempat persoalan mendasar yang terjadi dalam sana, yakni pertentangan antara nilai-nilai agama dengan sekularisme ektrem.

Kendati demikian, beberapa orang menyatakan akur memboikot dan 1. 000-an orang yang berasal dari Laskar Advokat Islam akan menggelar aksi pertunjukan di depan kantor Kedutaan Prancis di Jakarta, pada Senin (02/11).

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyebut seruan serta tindakan boikot atas barang-barang Prancis tidak akan berdampak signifikan dalam perdagangan negara itu.

Ini karena kadar impor Prancis ke Indonesia benar kecil jika dibandingkan dengan negara China, Amerika, Australia, dan India.

Komoditas impor terbesar dari Prancis adalah pesawat dan komponennya. Tengah produk makanan dan barang mewah seperti tas, kebanyakan produksinya sudah dibuat di dalam negeri.

“Untuk produk-produk yang sifatnya lifestyle hanya tanda saja, tapi produksinya di Nusantara. Jadi tidak signifikan buat Nusantara dan Prancis karena porsinya enggak besar, ” jelas Enny Sri Hartati kepada Quin Pasaribu, dengan melaporkan untuk BBC News Nusantara.

“Kalau Prancis perkiraan saya paling impornya tidak sampai 5%. Berbeda semacam China sampai 33%. ”

Selain itu makna komoditas buatan Prancis terbilang garib dan konsumennya kebanyakan kelompok menengah ke atas. Golongan ini, kata pendahuluan Enny, relatif teredukasi dan tak terpengaruh dengan apa yang berlaku di Prancis.

Berbeda hal kalau kebijakan boikot dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kalau kebijakan itu yang diambil seperti Turki maka nyata sangat berpengaruh, lanjut Enny.

Menunjuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-Juli 2020, ukuran total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta atau sekitar Rp9, 9 triliun, turun 17% dibandingkan periode dengan sama tahun lalu.

MUI imbau boikot produk Prancis

Imbauan untuk memboikot semua produk asal Prancis diserukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekjen MUI, Anwar Abbas, mengatakan bagian boikot ditempuh untuk ‘menekan’ Presiden Emmanuel Macron atas pernyataannya dengan disebut Anwar Abbas ‘arogan’.

“Makin ke sini di (Presiden Emmanuel Macron) makin arogan dan dia mengisbatkan tidak akan berubah dan menanggung publikasi karikatur Charlie Hebdo itu, ” ujar Anwar Abbas.

“Jadi kita harus memberikan tekanan kepada tempat untuk menyadarkan, ” sambungnya.

Seruan boikot tersebut, katanya, baru akan berhenti datang Presiden Macron menyatakan minta maaf kepada seluruh kaum muslimin di negeri dan menghentikan penerbitan karikatur Rasul Muhammad.

Kendati ia tidak menguatkan, apakah boikot ini bersifat wajib atau diserahkan ke tiap-tiap individu.

“Kalau umat Islam punya berkorban nurani, enggak usah diimbau pula akan dilakukan mestinya. Masak dihina Rasul Muhammad kok diam, gimana ceritanya? ”

Selain menyuarakan boikot, MUI juga mendesak pemerintah Indonesia menarik sementara periode Duta Besar RI di Paris.

Sesuai apa reaksi masyarakat?

Novianto Ari Murung, warga Klaten, Jawa Tengah, membuktikan setuju dengan seruan boikot serta telah berhenti membeli barang-barang yang memiliki kaitan dengan negara Prancis seperti air mineral dan biskuit.

“Kalau saya setuju (boikot) karena ini sebagai bentuk ekspresi lantaran pernyataan Presiden Prancis. Toh boikot sebagai sikap legal di antara sikap lain, ” imbuh Novianto pada BBC.

Novianto berkata, akan mogok mengambil produk buatan Prancis sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf dengan terbuka kepada umat Islam.

Suara bertentangan diutarakan Marwan Yaumal Akbar dari Jakarta. Ia tak mau ikut memboikot produk Prancis karena dianggap tidak memberi efek apapun & justru merugikan pedagang lokal.

“Memang bakal efek ke negara Prancis? Itu kan barang retail. Melainkan sikap pemerintah yang memboikot barang-barang Prancis untuk masuk, ” sebutan Marwan kepada BBC.

Kendati ia mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden Emmanuel Macron, tapi baginya serangan kebengisan tak cuma ditujukan kepada umat Islam tapi juga Kristen.

Dia malah meminta umat Muslim di Nusantara bersikap ‘dewasa dalam beragama’ secara menampilkan wajah Islam yang ramah.

“Kalau api dilawan api tambah gembung, kalau api dilawan air akan redam. ”

Adapun Laskar Pembela Islam (LPI) menyatakan akan menggelar gerak laku demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Senin (01/11).

Koordinator lapangan aksi, Eko Susilo, mengatakan setidaknya seribu orang bakal datang untuk mengecam pernyataan Kepala Macron dan mendesaknya meminta maaf.

“Kami akan orasi dan menimbulkan patung Presiden Macron sebagai simbol dan aksi teatrikal, ” tambahan Eko Susilo.

Aksi demo ini, katanya, kemungkinan akan terus berlanjut sampai Presiden Macron menyatakan penyesalannya.

Sekitar ini, pemerintah menyatakan tidak bakal melarang masyarakat jika enggan membeli produk asal Prancis. Akan namun kata Juru Bicara Kementerian Sungguh Negeri, Teuku Faizasyah, “pemerintah tak akan memberikan ruang bagi semacam tindakan yang bersifat merugikan ikatan bilateral kedua negara”.

‘Kalau boikot efektifitasnya tidak bisa diukur’

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai propaganda boikot tidak efektif selama tak ada dialog substansial mengenai kasus yang terjadi belakangan. Yakni adanya perbenturan antara apa yangdisebutnya jadi sekularisme ektrem di Prancis secara nilai-nilai agama.

Ia berpandangan, korban dari ‘sekularisme ekstrem’ di Prancis tidak hanya menyasar agama Islam tapi juga Kristen.

Hal itu nampak pada peristiwa terakhir yaitu penyerangan di gereja Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang.

“Tindakan teror yang kedua membunuh karakter di gereja, tindakan teror yang diarahkan kepada orang Kristen. Real yang melecehkan bukan atas nama agama, tapi sekularisme ekstrem, ” ujar Yahya Cholil Staquf kepada BBC News Indonesia, Minggu (01/11).

Sehingga, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah dialog untuk menyamakan persepsi arah nilai-nilai agama yang berlaku umum.

Jika tidak, katanya, ancaman teror akan terus berlanjut dan rentan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal serta teroris.

“Harus ada dialog soal kebebasan berbicara dan soal blashphemy. Orang perlu ukuran sampai mana kebebasan berbicara dilakukan ketika menyakiti pihak lain dan bagaimana diselesaikan, apakah dalam kerangka hukum atau budaya. ”

“Kalau sekularisme tidak bersetuju buka diri untuk berdialog, sebab perilaku sekularisme ini menggunakan jargon kebebasan berbicara sebagai justifikasi buat menyerang norma-norma yang mapan di masyarakat, ” tegasnya.

Categories
Data

‘Prancis dalam kondisi syok’ setelah gempuran bertubi-tubi, Presiden Macron klarifikasi pemberitahuan tentang kartun kontroversial

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan dia dapat melakoni kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami: bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, yang dipandang sebagai penghujatan oleh umat Agama islam, tetapi untuk membela hak akan kebebasan berekspresi.

“Prancis berada dalam status syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Serta untuk pertama kalinya saat ana mengalami serangan ini, ada anggapan kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya mau menjernihkannya, ” ujar Macron pada Aljazeera .

Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, dengan menewaskan tiga orang. Ini ialah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem dalam satu bulan terakhir.

Ketegangan terus memanas antara Prancis dan sejumlah negara Muslim, terkait kartun nabi Muhammad.

Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar itu, dalam konteks kebebasan berekspresi.

Menteri Pada Negeri Prancis mengatakan kemungkinan mau terjadi lebih banyak serangan militan.

Pada Sabtu (31/10), seorang pendeta Orthodoks ditembak dan terluka pada Lyon. Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Apa yang disebutkan Macron?

Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah mengalami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.

“Saya melakoni sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga menyembunyikan hak-hak ini, ” ujarnya, merujuk pada hak berekspresi bagi itu yang menciptakan kartun tersebut.

“Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka melenyapkan, mereka membantai… saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh kegiatan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam. ”

Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan dalam tengah kemarahan negara-negara Islam tersebut “tidak dapat diterima”.

Apa konteks dari pernyataan Macron?

Tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis sebab seorang pria Tunisia yang muncul di kota bagian selatan Prancis itu sehari sebelumnya.

Prancis cepat meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi, dengan mengerahkan bertambah banyak aparat keamanan ke tempat-tempat ibadah dan sekolah di seluruh negeri.

Sementara kantor berita Tunisia melaporkan, dua orang telah ditahan di negara itu untuk dimintai keterangan terkait serangan di Nice, yang dilakukan oleh seorang pria Tunisia.

Awal bulan ini, seorang pengasuh dipenggal kepalanya di pinggir tanah air Paris, setelah menunjukkan kartun Rasul Muhammad kepada beberapa siswanya.

Menanggapi serangkaian serangan tersebut, Macron mengatakan Prancis tidak akan pernah taat pada kekerasan.

Masalah ini telah menyebabkan ketegangan dengan beberapa negara kebanyakan Muslim, yang diekspresikan lewat pembakaran patung Macron di Bangladesh & perang kata-kata dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mempertanyakan kesehatan mental Macron.

Daftar insiden serangan belum lama ini di Prancis

Oktober 2020: Guru isyarat Prancis Samuel Paty dipenggal kepalanya di luar sekolah di pinggiran kota Paris.

September 2020: Dua orang ditikam dan terluka parah di Paris depan bekas kantor tabloid Charlie Hebdo , tempat bersemangat melakukan serangan mematikan pada 2015.

Oktober 2019: Operator komputer polisi, Mickaël Harpon, ditembak mati setelah menikam hingga mati tiga petugas dan seorang pelaku sipil di markas polisi Paris.

Juli 2016: Perut penyerang membunuh seorang pendeta, Jacques Hamel, dan secara serius melukai sandera lainnya setelah menyerbu suatu gereja di pinggiran Rouen pada Prancis utara.

Juli 2016: Seorang pria bersenjata mengendarai truk besar ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang dalam gempuran yang diklaim oleh kelompok Negeri Islam (IS).

November 2015: Pria bersenjata dan karakter bom bunuh diri melancarkan bervariasi serangan terkoordinasi di gedung konser Bataclan, stadion utama, restoran, & bar di Paris, menyebabkan 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Januari 2015: Dua pria militan Islam memaksa masuk ke kantor Charlie Hebdo & menembak mati 12 orang.