Categories
Data

Pranata Antikorupsi Inggris selidiki ‘dugaan korupsi’ maskapai Garuda, Erick Thohir ‘dukung investigasi’

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah Indonesia mendukung kelakuan Badan Antikorupsi Inggris, SFO, terhadap maskapai penerbangan Garuda Indonesia serta produsen pesawat terbang yang bermarkas di Montreal, Bombardier, terkait terkaan suap.

Sebelumnya, Badan Antikorupsi Inggris membenarkan pihaknya menyelidiki pembuat pesawat terbang Bombardier, yang bermarkas di Montreal, Kanada dan kongsi penerbangan Garuda Indonesia, terkait perkiraan suap dan korupsi dalam pemesanan dan pemberian kontrak.

“Karena tersebut merupakan bagian dari good corporate governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sebati dengan program transformasi BUMN, ” kata Erick Thohir dalam keterangannya, Jumat (06/11).

SFO sejauh ini tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai proses penyelidikannya.

Dilaporkan Bombardier mengutarakan telah bertemu dengan SFO untuk membicarakan bantuan yang dapat diberikan dalam proses penyelidikan atas dasar sukarela.

Garuda Indonesia meneken kontrak senilai US$1, 3 miliar delapan tahun lalu untuk membeli setidaknya enam pesawat Bombardier.

Direktur istimewa ketika itu, Emirsyah Satar, telah divonis penjara selama 8 tarikh pada Mei lalu, karena menyambut suap dalam pemesanan pesawat Airbus dan mesin Rolls-Royce.

Lebih lanjut Erick menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparatur penegak hukum bagaikan KPK, Kementerian Hukum dan PEDOMAN, serta dan Kejaksaan dalam pengerjaan kasus Garuda.

Menurutnya, Kementerian Kaidah dan HAM akan membantu Departemen BUMN dalam melakukan revisi persetujuan melalui mutual berlaku assistance atau sandaran hukum timbal balik.

Adapun SFO mengumumkan investigasinya pada Kamis, 5 November 2020.

“SFO sedang menyelidiki Bombardier Inc. atas dugaan suap serta korupsi terkait kontrak dan/atau instruksi dari Garuda Indonesia, ” prawacana SFO seperti dikutip dari Reuters .

Dimintai tanggapan oleh BBC News Indonesia pada Jumat (06/11) pagi, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berjanji hendak memberikan keterangan secepatnya.

“Sabar ya. Nanti diinform , ” katanya, melalui pesan tertulis.

Berita ini akan terus diperbarui.

Categories
Data

Pemilu Amerika: ‘Skenario kiamat’ yang ditakutkan rakyat Amerika mulai terwujud, dengan Trump ‘perkeruh penghitungan suara’

Selama berminggu-minggu menjelang pemilu, Donald Trump telah mengatakan bahwa jika selisih perolehan suara pada pemilihan presiden tipis, ia mau menuduh lawannya dari Partai Demokrat melakukan kecurangan pemilu dan berusaha mencuri kemenangan darinya.

Pada Rabu (04/11) dini hari, ia melangsungkan itu: kendati jutaan surat pandangan yang sah belum selesai dihitung, ia mengumumkan kemenangannya sebelum waktunya.

“Kami sudah bersiap-siap untuk memenangkan pemilihan ini. Terus terang, kami sudah memenangkan pemilihan ini, ” kata Trump dalam pidato di Gedung Putih.

Tanpa memberikan bukti apapun, dia melanjutkan dengan klaim bahwa telah terjadi “kecurangan” pemilu.

“Ini penipuan habis-habisan di negara kita. Kita mau hukum digunakan secara tepat. Jadi, kita akan pergi ke Majelis hukum Agung AS. Kita ingin semua pemungutan suara dihentikan. ”

Permintaan Trump diwujudkan tim kampanyenya, yang mengatakan akan segera meminta perhitungan ulang di Wisconsin dengan dalih adanya “laporan kejanggalan di beberapa distrik”. Dan di Michigan dan pada Pennsylvania, tim kampanye Trump sudah melayangkan gugatan untuk menghentikan perhitungan suara.

‘Memalukan, belum pernah terjadi, tidak benar’

Para pembantu Demokrat dan bahkan beberapa pendukung sang presiden segera merespons.

Saingan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengatakan pemilu belum berakhir “sampai setiap surat suara dihitung”.

“Kami beruang di jalur untuk menang, ” tegasnya.

Manajer persuasi Biden, Jen O’Malley Dillon, membicarakan pernyataan Trump “keterlaluan, belum sudah terjadi, dan tidak benar”.

“Itu kelewatan karena jelas-jelas merupakan upaya buat merampas hak-hak demokrasi warga Amerika, ” katanya.

“Ini pertama kalinya berlaku karena belum pernah dalam sejarah kita seorang presiden Amerika Serikat berusaha untuk melucuti suara kaum Amerika dalam pemilihan nasional. ”

Alexandria Ocasio-Cortez dari Partai Demokrat, dengan memenangkan pemilihan kembali untuk kursinya di Kongres, mengecam klaim Trump sebagai “tidak sah, berbahaya, dan otoriter”.

“Hitung suara. Hormati hasilnya, ” ujarnya dalam sebuah cuitan pada Twitter.

Bahkan beberapa pendukung partai Trump sendiri, Partai Republik, menyuarakan kewaswasan.

Salah satunya mantan Senator Republik dari Pennsylvania, Rick Santorum.

Santorum berkata ia “sangat terganggu” dengan catatan Trump.

“Menggunakan kata penipuan… patuh saya itu salah, ” ujarnya di CNN.

Dan Ben Shapiro, komentator berhaluan lapuk dan kritikus Trump, dalam sebuah twit menyebut komentar Trump “sangat tidak bertanggung jawab”.

Setelah Trump berbicara, Wakil Presiden Mike Pence memeriksa menghaluskan ucapannya, menolak untuk mendeklarasikan kemenangan dan menegaskan bahwa semua suara yang diberikan secara berlaku akan dihitung.

Ketegangan tersebut jelas benar dirasakan di kalangan akar rumput.

Sinta Penyami Storms, anggota jawatan kepemimpinan Asian Americans and Pacific Islanders untuk Partai Demokrat, mengucapkan ia merasa gugup bercampur optimis.

“Saat ini kita masih nervous, tapi sangat optimis karena surat perkataan dari pos, yang katanya kira-kira satu juta belum dihitung, siap untuk saat ini, walau ramal gugup, masih sangat optimis Biden memenangkan  pemilihan ini. ”

Seorang pendukung Trump, Emmanuel Tandean, pendeta di Gereja New Life Praise Centre, Philadelphia, mengaku mengikuti hasil penetapan sejak malam sampai pagi dengan perasaan bercampur optimis dan risau.

“Ya, sempat nervous, optimis dan balik nervous… karena masih tidak terang, ” katanya.

“Sudah terlanjur”

Akan tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi, kata wartawan BBC pada Amerika Utara, Anthony Zurcher.

“Terlepas Trump pada akhirnya menang atau tangan, ia telah mempermasalahkan pemilihan itu, karena ia mempertanyakan mesin demokrasi Amerika itu sendiri, ” sirih Zurcher.

Pandemi virus corona menyebabkan lonjakan dalam jumlah pemilih AS dengan memilih untuk memberikan suara mereka lebih awal lewat pos, yang memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menghitung surat suara.

Di beberapa negara bagian, penghitungan surat suara mungkin perlu waktu berhari-hari.

Anthony Zurcher berceloteh pemilu AS kini memasuki “skenario kiamat yang ditakuti banyak masyarakat Amerika, ketika presiden Amerika Konsorsium sendiri – dari Gedung Putih – memperkeruh penghitungan suara. ”

Lindy Backues, guru besar madya di Eastern University, Amerika Serikat, bagi nah tinggal dalam Indonesia tahun 1989-2007

Saya mengecap yang sangat kita perlukan ialah seorang pemimpin yang bisa membawa perdamaian dan bisa memulihkan ikatan yang agak kacau antara perut belah pihak:

1. Orang pedesaan yang cenderung mendukung Trump yang merasakan selama ini direndahkan statusnya. Keluhan-keluhan dari mereka harus didengarkan. Tak berarti semua keluhan mereka betul karena menurut saya, mereka serupa ada masalah rasisme. Mereka bertambah cenderung menganggap Amerika ini jadi negara kulit putih. Itu lengah. Dan salah konsep, karena Amerika sudah lebih dari 200 tarikh yang lalu tidak didirikan sebagai itu. Tapi mereka menganggapnya begitu.

Mereka harus melepaskan cengkeramannya di mana ini bukan milik mereka lagi. Mereka harus rendah hati. Akan tetapi mereka juga harus didengarkan. Itu selama ini di desa-desa, kaya di Indonesia juga, merasa tidak didengarkan, seperti ‘orang kota sombong tahu’.

2. Sedangkan orang di kota yang lebih cenderung warna-warni, orang dari mana-mana, dari jangat hitam, kulit putih, imigran, daripada luar, dan di Philadelphia wadah saya tinggal ini banyak karakter Indonesia lagi, mereka juga tak didengarkan suaranya.

Orang di Washington ( Gedung Putih, Senat) kudu merendahkan diri, mereka harus bertambah peduli baik kepada orang praja yang terkucilkan maupun orang daerah yang terkucilkan. Dan saya rasa yang harus dihasilkan di Amerika ini adalah lebih banyak nista hati, di mana nasionalisme itu bukan vokal dan menganggap diri kita sendiri paling baik di dunia, tetapi memang kita hanya satu negara di muka Bumi dan kita juga belajar dengan jalan apa untuk jadi lebih baik.

Nah, kita perlu ada presiden bagaikan itu.

Trump telah mengatakan ia akan menegasikan untuk mengakui kekalahan jika dia kalah dalam pemilihan.

Dalam beberapa minggu terakhir, ini telah menyebabkan dialog yang sangat tidak biasa melanda apakah angkatan bersenjata, dinas rahasia atau polisi akan dipanggil buat secara paksa menurunkan presiden AS yang dibarikade di dalam Gedung Putih.

Khawatir kerusuhan

Pertandingan ketat kini mengerucut pada sedikit negara bagian: Arizona, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan Georgia.

Setiap gugatan norma harus melalui pengadilan negara bagian terlebih dahulu, sebelum diteruskan ke Mahkamah Agung.

Artinya, hasil penetapan presiden AS 2020 berpotensi menetapkan waktu berhari-hari untuk diketahui.

Sementara tersebut, ada kekhawatiran bahwa ketidakpastian hasil bisa menimbulkan keresahan dalam wujud protes dan bentrokan.

Bahkan saat hari pemilihan hampir berakhir, ada perselisihan dan ketegangan dalam protes yang diadakan di beberapa bagian negeri, termasuk di depan Gedung Suci.

“Skenario terburuk mulai terwujud, dengan Biden mengklaim ia dalam jalur menuju kemenangan dan Trump melontarkan dakwaan tidak berdasar tentang penipuan & kecurangan pemilu, ” kata Zurcher.

“Ini resep untuk perselisihan dan persengketaan di pengadilan yang berlarut-larut, berakhir dengan pendukung di pihak yang kalah merasa marah dan terkena. ”

Categories
Data

Pemilu Amerika: Hasil bermunculan, persaingan ketat di sejumlah negara bagian kunci

Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, yang memperhadapkan Donald Trump dan Joe Biden, menunjukkan persaingan sengit di sejumlah negara bagian kunci.

Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika hampir semua kertas suara telah dihitung.

Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, misalnya Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Az, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Seorang penasihat Donald Trump mengaku dirinya risau dengan peluang Trump.

“Jika Florida jatuh ke Biden, jadi pertandingan selesai. Namun, jika Florida dimenangi Trump, maka pertarungan masih berlanjut, ” kata sang penasihat kepada CBS, mitra BBC di AS.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum wujud kejutan berarti.

Kebanyakan negara periode condong pada salah satu partai, sehingga fokus setiap capres pada umumnya tertuju pada 12 atau lebih negara bagian yang peluang kemenangannya 50-50. Negara-negara bagian ini dijuluki ‘ battleground states ‘ atau negara bagian kunci pertarungan.

Bagaimana hasil sejauh ini?

Pertarungan di Negara Bagian Pennsylvania, The state of michigan, Wisconsin, dan Ohio bisa berakhir dengan hasil tak terduga.

Negara Bagian Arizona dan Texas, yang terlebih dulu menjadi kantung kekuasaan Partai Republik, juga menjadi medan pertarungan sengit. Kemenangan Biden di Texas bakal menjadi ‘gempa politik’.

Persaingan ketat juga tengah berlangsung di dua negara bagian kunci di pesisir timur, yakni Georgia dan North Carolina.

Benar Florida maupun Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian yang harus dimenangi oleh Trump jika dia mau terpilih lagi sebagai presiden.

BBC memproyeksikan kemenangan Donald Trump di Alabama, Indianapolis, North Dakota, South Dakota, Oklahoma, Kentucky, Tennessee, Arkansas, dan Western Virginia,

BBC memproyeksikan Joe Biden menang di New York, Colorado, Vermont, Delaware, Maryland, Massachusetts, Brand new Jersey, dan Distrik Columbia.

Mitra BBC di AS, CBS News, memproyeksikan South Carolina, Nebraska, Kansas, Louisiana, dan Wyoming condong ke Trump.

CBS juga memproyeksikan Minnesota, New Mexico, Maine, Connecticut, Illinois, Rhode Island, dan New Hampshire condong ke Biden.

Kedua calon presiden menghabiskan waktu-waktu terakhir kampanye di negara-negara bagian kunci.

Donald Trump, 74 tahun, berusaha agar agar tidak menjadi presiden petahana mulailah yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992.

Setelah maraton berkampanye selama beberapa hari menjelang pemilihan presiden, Trump kembali ke Gedung Putih; sementara Biden ke Scranton, Pennsylvania, rumah masa kecilnya dan juga base Partai Demokrat di Philadelphia.

Saat ditanya mengenai rencananya, Trump mengaku belum punya persiapan.

“Tidak, saya belum memikirkan pidato kekalahan atau pidato penerimaan. Mudah-mudahan kita hanya akan melakukan salah satu dari dua tersebut dan, Anda tahu, menang tersebut mudah, kalah tidak pernah mudah. Bukan untuk saya, bukan buat saya, ” ujar Trump.

Di sisi lain, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, mengaku dirinya “penuh harapan”.

Akan tetapi, Biden tidak mau menjabarkan rencananya jika hasil bukan diumumkan pada 3 November.

“Ada begitu banyak hak yang berlangsung ketika ini…Kita lihat nanti, ” kata Biden.

“Jika ada sesuatu untuk dibicarakan mengenai malam ini, saya maka akan berbicara. Jika tidak, saya akan menunggu sampai kertas suara dihitung keesokan hari, ” lanjutnya.

Apakah pemilihan umum ini hanya memilih presiden?

Semua perhatian memang tertuju pada persaingan Trump dan Biden, namun para pemilih juga menentukan anggota baru Kongres saat mengisi kertas suara.

Kubu Demokrat telah menguasai majelis rendah parlemen atau DPR, sehingga mereka bertekad mempertahankan hal tersebut sekaligus mengincar kendali Senat.

Jika Demokrat punya kursi mayoritas di DPR lalu Senat, partai berlambang keledai tersebut akan mampu memblokir atau menunda rencana Trump jika dia kembali terpilih sebagai presiden.

Sebanyak 435 kursi di DPR AS diperebutkan dalam pemilihan tahun ini, sedangkan pada Senat terdapat 33 kursi yang dipertarungkan.

Categories
Data

Penembakan Wina: Serangan ‘teroris’ di enam lokasi di Austria, aparat buru penyerang

Setidaknya dua orang tewas serta beberapa lainnya mengalami cedera—sebagian luka berat—setelah sejumlah pria bersenjata membiarkan tembakan di enam lokasi bertentangan di Ibu Kota Austria Wina.

Kanselir Austria, Sebastian Kurz, membicarakan rangkaian insiden tersebut sebagai “serangan teror menjijikkan” dan mengatakan seorang pelaku penyerangan telah tewas dibunuh.

Satu diantara korban tewas dibunuh di letak serangan, sedangkan korban selanjutnya—seorang perempuan—meninggal dunia di rumah sakit setelah menderita luka-luka, menurut Wali Tanah air Wina, Michael Ludwig.

Diyakini sebanyak 14 orang masih dirawat di sendi sakit, enam di antara itu mengalami luka serius. Salah kepala korban merupakan petugas kepolisian, sebut Kementerian Dalam Negeri Austria.

Kementerian itu menambahkan, polisi masih memburu setidaknya satu penyerang.

Salah satu lokasi penembakan berkecukupan dekat sinagoga, tapi belum jelas apakah tempat ibadah orang Yahudi itu menjadi sasaran serangan.

Kepolisian telah menutup sebuah area yang besar di kota dalam upaya pencarian pelaku penembakan.

Peristiwa ini terjadi beberapa jam sebelum Austria memberlakukan kaidah nasional guna menghentikan penularan virus corona. Banyak warga tengah bergembira di restoran dan bar pra tempat-tempat itu tutup hingga simpulan November.

Sejumlah pemimpin di Eropa mengecam penembakan tersebut. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan dirinya “sangat tersentak oleh serangan-serangan mengerikan ini”.

Barang apa yang kita ketahui tentang gempuran ini?

Kepolisian mengatakan insiden dimulai dekat Sinagoga Seitenstettengasse, tempat ibadah pokok umat Yahudi di Wina.

Pemimpin Publik Yahudi, Oskar Deutsch, mengunggah cuitan bahwa sinagoga sudah ditutup zaman serangan terjadi pukul 20: 00 malam waktu setempat.

Korban luka mencakup seorang aparat keamanan yang menjaga sinagoga, serupa itu dilaporkan surat kabar Kronen Zeitung .

Sebuah tayangan video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian di jalanan saat suara tembakan meletus.

Seorang saksi mata bernama Chris Zao mengaku dirinya berada dalam sebuah restoran dekat lokasi penembakan.

“Kami mendengar bunyi bising seperti petasan. Kami mendengar sekitar 20 mematok 30 kali dan kami budi itu suara tembakan sungguhan. Awak melihat sejumlah ambulans… berjajar. Ada beberapa korban. Sedihnya, kami juga melihat sesosok tubuh terbaring dalam jalan, ” kata Zhao pada BBC.

Saat operasi anti-teror besar berangkat beraksi, polisi mendesak orang-orang untuk menghindari area tersebut dan tak menggunakan transportasi publik. Penghalang jalan dipasang di sekitar pusat praja.

Kepolisian di Republik Ceko yang bertetangga dengan Austria mengatakan mereka menyelenggarakan pemeriksaan secara acak di perbatasan wilayah Austria di tengah kewaswasan para pelaku penembakan akan menyeberangi negara.

Seperti apa reaksi sebab para pemimpin di Eropa?

Di Twitter, Kurz mengatakan, “kami mengalami masa yang sulit di republik kami”.

“Polisi kami akan bertindak tegas terhadap pelaku serangan teroris yang mengerikan ini. Kami tidak akan pernah membiarkan diri kami diintimidasi oleh terorisme, ” katanya.

Para pemimpin Eropa mengutuk keras serangan ini. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa Eropa tidak boleh “menyerah” pada menghadapi serangan-serangan.

“Kami rakyat Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan anak buah Austria, malam ini, dengan sebuah serangan di pusat kota, Wina. Setelah Prancis, teman kita juga diserang. Ini adalah Eropa kita. Musuh kita harus tahu siapa yang sedang mereka hadapi, ” katanya.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengunggah cuitan dukungan buat warga Wina. Ia mengatakan “sangat terkejut dengan serangan yang mengerikan”.

“Inggris bersama rakyat Austria – saya bersatu bersamamu untuk melawan teror, ” katanya.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel menyebut ini sebagai kesibukan pengecut yang mencederai nilai-nilai serta kehidupan manusia.

Categories
Data

Seruan boikot produk Prancis muncul pada Indonesia, pengamat ekonomi: dampaknya ‘tidak signifikan’

Seruan boikot terhadap keluaran Prancis seperti yang disuarakan Cantik Ulama Indonesia (MUI) diragukan efektifitasnya dan oleh pengamat ekonomi & seorang tokoh Nahdlatul Ulama.

Selain karena nilai impor Prancis ke Indonesia relatif kecil, pemboikotan juga tak memberi solusi tempat persoalan mendasar yang terjadi dalam sana, yakni pertentangan antara nilai-nilai agama dengan sekularisme ektrem.

Kendati demikian, beberapa orang menyatakan akur memboikot dan 1. 000-an orang yang berasal dari Laskar Advokat Islam akan menggelar aksi pertunjukan di depan kantor Kedutaan Prancis di Jakarta, pada Senin (02/11).

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyebut seruan serta tindakan boikot atas barang-barang Prancis tidak akan berdampak signifikan dalam perdagangan negara itu.

Ini karena kadar impor Prancis ke Indonesia benar kecil jika dibandingkan dengan negara China, Amerika, Australia, dan India.

Komoditas impor terbesar dari Prancis adalah pesawat dan komponennya. Tengah produk makanan dan barang mewah seperti tas, kebanyakan produksinya sudah dibuat di dalam negeri.

“Untuk produk-produk yang sifatnya lifestyle hanya tanda saja, tapi produksinya di Nusantara. Jadi tidak signifikan buat Nusantara dan Prancis karena porsinya enggak besar, ” jelas Enny Sri Hartati kepada Quin Pasaribu, dengan melaporkan untuk BBC News Nusantara.

“Kalau Prancis perkiraan saya paling impornya tidak sampai 5%. Berbeda semacam China sampai 33%. ”

Selain itu makna komoditas buatan Prancis terbilang garib dan konsumennya kebanyakan kelompok menengah ke atas. Golongan ini, kata pendahuluan Enny, relatif teredukasi dan tak terpengaruh dengan apa yang berlaku di Prancis.

Berbeda hal kalau kebijakan boikot dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kalau kebijakan itu yang diambil seperti Turki maka nyata sangat berpengaruh, lanjut Enny.

Menunjuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-Juli 2020, ukuran total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta atau sekitar Rp9, 9 triliun, turun 17% dibandingkan periode dengan sama tahun lalu.

MUI imbau boikot produk Prancis

Imbauan untuk memboikot semua produk asal Prancis diserukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekjen MUI, Anwar Abbas, mengatakan bagian boikot ditempuh untuk ‘menekan’ Presiden Emmanuel Macron atas pernyataannya dengan disebut Anwar Abbas ‘arogan’.

“Makin ke sini di (Presiden Emmanuel Macron) makin arogan dan dia mengisbatkan tidak akan berubah dan menanggung publikasi karikatur Charlie Hebdo itu, ” ujar Anwar Abbas.

“Jadi kita harus memberikan tekanan kepada tempat untuk menyadarkan, ” sambungnya.

Seruan boikot tersebut, katanya, baru akan berhenti datang Presiden Macron menyatakan minta maaf kepada seluruh kaum muslimin di negeri dan menghentikan penerbitan karikatur Rasul Muhammad.

Kendati ia tidak menguatkan, apakah boikot ini bersifat wajib atau diserahkan ke tiap-tiap individu.

“Kalau umat Islam punya berkorban nurani, enggak usah diimbau pula akan dilakukan mestinya. Masak dihina Rasul Muhammad kok diam, gimana ceritanya? ”

Selain menyuarakan boikot, MUI juga mendesak pemerintah Indonesia menarik sementara periode Duta Besar RI di Paris.

Sesuai apa reaksi masyarakat?

Novianto Ari Murung, warga Klaten, Jawa Tengah, membuktikan setuju dengan seruan boikot serta telah berhenti membeli barang-barang yang memiliki kaitan dengan negara Prancis seperti air mineral dan biskuit.

“Kalau saya setuju (boikot) karena ini sebagai bentuk ekspresi lantaran pernyataan Presiden Prancis. Toh boikot sebagai sikap legal di antara sikap lain, ” imbuh Novianto pada BBC.

Novianto berkata, akan mogok mengambil produk buatan Prancis sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf dengan terbuka kepada umat Islam.

Suara bertentangan diutarakan Marwan Yaumal Akbar dari Jakarta. Ia tak mau ikut memboikot produk Prancis karena dianggap tidak memberi efek apapun & justru merugikan pedagang lokal.

“Memang bakal efek ke negara Prancis? Itu kan barang retail. Melainkan sikap pemerintah yang memboikot barang-barang Prancis untuk masuk, ” sebutan Marwan kepada BBC.

Kendati ia mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden Emmanuel Macron, tapi baginya serangan kebengisan tak cuma ditujukan kepada umat Islam tapi juga Kristen.

Dia malah meminta umat Muslim di Nusantara bersikap ‘dewasa dalam beragama’ secara menampilkan wajah Islam yang ramah.

“Kalau api dilawan api tambah gembung, kalau api dilawan air akan redam. ”

Adapun Laskar Pembela Islam (LPI) menyatakan akan menggelar gerak laku demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Senin (01/11).

Koordinator lapangan aksi, Eko Susilo, mengatakan setidaknya seribu orang bakal datang untuk mengecam pernyataan Kepala Macron dan mendesaknya meminta maaf.

“Kami akan orasi dan menimbulkan patung Presiden Macron sebagai simbol dan aksi teatrikal, ” tambahan Eko Susilo.

Aksi demo ini, katanya, kemungkinan akan terus berlanjut sampai Presiden Macron menyatakan penyesalannya.

Sekitar ini, pemerintah menyatakan tidak bakal melarang masyarakat jika enggan membeli produk asal Prancis. Akan namun kata Juru Bicara Kementerian Sungguh Negeri, Teuku Faizasyah, “pemerintah tak akan memberikan ruang bagi semacam tindakan yang bersifat merugikan ikatan bilateral kedua negara”.

‘Kalau boikot efektifitasnya tidak bisa diukur’

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai propaganda boikot tidak efektif selama tak ada dialog substansial mengenai kasus yang terjadi belakangan. Yakni adanya perbenturan antara apa yangdisebutnya jadi sekularisme ektrem di Prancis secara nilai-nilai agama.

Ia berpandangan, korban dari ‘sekularisme ekstrem’ di Prancis tidak hanya menyasar agama Islam tapi juga Kristen.

Hal itu nampak pada peristiwa terakhir yaitu penyerangan di gereja Basilika Notre-Dame yang menewaskan tiga orang.

“Tindakan teror yang kedua membunuh karakter di gereja, tindakan teror yang diarahkan kepada orang Kristen. Real yang melecehkan bukan atas nama agama, tapi sekularisme ekstrem, ” ujar Yahya Cholil Staquf kepada BBC News Indonesia, Minggu (01/11).

Sehingga, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah dialog untuk menyamakan persepsi arah nilai-nilai agama yang berlaku umum.

Jika tidak, katanya, ancaman teror akan terus berlanjut dan rentan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal serta teroris.

“Harus ada dialog soal kebebasan berbicara dan soal blashphemy. Orang perlu ukuran sampai mana kebebasan berbicara dilakukan ketika menyakiti pihak lain dan bagaimana diselesaikan, apakah dalam kerangka hukum atau budaya. ”

“Kalau sekularisme tidak bersetuju buka diri untuk berdialog, sebab perilaku sekularisme ini menggunakan jargon kebebasan berbicara sebagai justifikasi buat menyerang norma-norma yang mapan di masyarakat, ” tegasnya.

Categories
Data

‘Prancis dalam kondisi syok’ setelah gempuran bertubi-tubi, Presiden Macron klarifikasi pemberitahuan tentang kartun kontroversial

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan dia dapat melakoni kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami: bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, yang dipandang sebagai penghujatan oleh umat Agama islam, tetapi untuk membela hak akan kebebasan berekspresi.

“Prancis berada dalam status syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Serta untuk pertama kalinya saat ana mengalami serangan ini, ada anggapan kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya mau menjernihkannya, ” ujar Macron pada Aljazeera .

Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, dengan menewaskan tiga orang. Ini ialah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem dalam satu bulan terakhir.

Ketegangan terus memanas antara Prancis dan sejumlah negara Muslim, terkait kartun nabi Muhammad.

Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar itu, dalam konteks kebebasan berekspresi.

Menteri Pada Negeri Prancis mengatakan kemungkinan mau terjadi lebih banyak serangan militan.

Pada Sabtu (31/10), seorang pendeta Orthodoks ditembak dan terluka pada Lyon. Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Apa yang disebutkan Macron?

Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah mengalami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.

“Saya melakoni sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga menyembunyikan hak-hak ini, ” ujarnya, merujuk pada hak berekspresi bagi itu yang menciptakan kartun tersebut.

“Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka melenyapkan, mereka membantai… saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh kegiatan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam. ”

Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan dalam tengah kemarahan negara-negara Islam tersebut “tidak dapat diterima”.

Apa konteks dari pernyataan Macron?

Tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis sebab seorang pria Tunisia yang muncul di kota bagian selatan Prancis itu sehari sebelumnya.

Prancis cepat meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi, dengan mengerahkan bertambah banyak aparat keamanan ke tempat-tempat ibadah dan sekolah di seluruh negeri.

Sementara kantor berita Tunisia melaporkan, dua orang telah ditahan di negara itu untuk dimintai keterangan terkait serangan di Nice, yang dilakukan oleh seorang pria Tunisia.

Awal bulan ini, seorang pengasuh dipenggal kepalanya di pinggir tanah air Paris, setelah menunjukkan kartun Rasul Muhammad kepada beberapa siswanya.

Menanggapi serangkaian serangan tersebut, Macron mengatakan Prancis tidak akan pernah taat pada kekerasan.

Masalah ini telah menyebabkan ketegangan dengan beberapa negara kebanyakan Muslim, yang diekspresikan lewat pembakaran patung Macron di Bangladesh & perang kata-kata dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mempertanyakan kesehatan mental Macron.

Daftar insiden serangan belum lama ini di Prancis

Oktober 2020: Guru isyarat Prancis Samuel Paty dipenggal kepalanya di luar sekolah di pinggiran kota Paris.

September 2020: Dua orang ditikam dan terluka parah di Paris depan bekas kantor tabloid Charlie Hebdo , tempat bersemangat melakukan serangan mematikan pada 2015.

Oktober 2019: Operator komputer polisi, Mickaël Harpon, ditembak mati setelah menikam hingga mati tiga petugas dan seorang pelaku sipil di markas polisi Paris.

Juli 2016: Perut penyerang membunuh seorang pendeta, Jacques Hamel, dan secara serius melukai sandera lainnya setelah menyerbu suatu gereja di pinggiran Rouen pada Prancis utara.

Juli 2016: Seorang pria bersenjata mengendarai truk besar ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang dalam gempuran yang diklaim oleh kelompok Negeri Islam (IS).

November 2015: Pria bersenjata dan karakter bom bunuh diri melancarkan bervariasi serangan terkoordinasi di gedung konser Bataclan, stadion utama, restoran, & bar di Paris, menyebabkan 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Januari 2015: Dua pria militan Islam memaksa masuk ke kantor Charlie Hebdo & menembak mati 12 orang.