Categories
Data

Israel-Palestina: Lawatan Menlu AS Mike Pompeo ‘stempel kebijakan perluasan’ permukiman Yahudi di wilayah pendudukan

  • Barbara Plett Usher
  • Wartawan BBC di Kementerian Luar Negeri AS

Pada hari-hari terakhir masa kepresidenan Donald Trump, salah seorang wakilnya dengan paling loyal bertekad mengukir kenangan.

Mike Pompeo menjadi menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) pertama yang mengunjungi permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat. Kehadirannya di sana memberikan mengecap pada kebijakan pemerintahan Presiden Trump yang merangkul visi perluasan wilayah kelompok kanan Israel.

Pompeo telah membuat terobosan tahun lalu ketika membalikkan opini hukum Departeman Luar Negeri yang menyatakan permukiman masyarakat Yahudi “tidak konsisten” dengan dasar internasional.

Ia juga hadir di Yerusalem ketika Presiden Trump mengumumkan kalau AS akan mengakui kedaulatan Israel atas wilayah pendudukan Dataran Luhur Golan.

Dalam kunjungan pekan ini Pompeo juga tak luput menghasilkan terobosan dengan melawat ke Padang Tinggi Golan.

Israel merebut Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan pada perang perang dengan negara-negara Arab tahun 1967.

Sejak saat tersebut, nasib kedua wilayah menjadi acara berbagai perundingan perdamaian yang batal. Tepi Barat adalah bagian wilayah Palestina, sedangkan Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah yang diduduki Israel.

Kunjungan Pompeo tampak jadi putaran kemenangan bagi pergeseran kecendekiaan Trump.

Namun kunjungan itu secara umum dianggap sebagai kesempatan foto yang dirancang dengan sasaran asas evangelis Republikan, seandainya Pompeo memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin pada tahun 2024.

“Dibuat dalam Israel”, bukan lagi “Dibuat pada Tepi Barat”.

Lawatan itu juga menganjurkan kesempatan baginya untuk mengumumkan panduan baru bahwa semua produk daripada wilayah permukiman sekarang ditandai “Dibuat di Israel”, bukan lagi “Dibuat di Tepi Barat”.

Langkah ini setara dengan AS mengakui “aneksasi de-facto” sebagian besar wilayah Tepi Barat, kata wartawan terkemuka Israel, Rumah petak Ravid.

Ini sekaligus membuat usikan bagi presiden terpilih Joe Biden jika ia memutuskan untuk mencoret kebijakan Trump.

Sejatinya, Biden telah mengisyaratkan akan balik menempuh kebijakan yang telah periode dianut AS dengan memperlakukan Susur Barat dan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah pendudukan, tetapi belum jelas bagaimana ia secara langsung akan mengatasi warisan Trump serta Pompeo ini.

Beberapa orang terdekat Biden mengindikasikan bahwa rencana ambisius perundingan perdamaian dengan Palestina belum masuk agenda sejauh ini.

Ia barangkali akan menempuh pendekatan yang memutar proaktif untuk memperbaiki hubungan diplomatik dengan Palestina, yang rusak di bawah pemerintahan PresidenTrump, dan mengembalikan bantuan kemanusiaan bagi Palestina dengan sebelumnya juga telah diputus oleh Trump.

Masalah besar Iran

Namun Biden merupakan sosok tradisional, orang Demokrat yang pro-Israel yang tak akan membuat terobosan baru. Ia tidak menyimpan pendirian bahwa bantuan AS untuk Israel harus disertai syarat-syarat, sama dengan disuarakan oleh sayap kiri di Partai Demokrat.

Ia juga tidak akan membatalkan keputusan kontroversial Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Masalah kebijakan Timur Tengah yang lebih besar adalah mengenai Iran.

Joe Biden telah mengatakan ia ingin kembali mendalam ke dalam perjanjian nuklir tahun 2015 yang ditinggalkan Presiden Trump, sepanjang Iran kembali mematuhi kewajibannya.

Itu akan membatalkan kebijakan memberikan “tekanan maksimum” yang ditempuh Trump.

Trump menjatuhkan sanksi-sanksi yang menghancurkan secara tujuan memaksa Iran menerima kesepakatan lebih luas untuk membatasi agenda rudalnya dan menerima intervensi regional, dan disokong oleh Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Sebelum tanggal pelantikan presiden baru, pemerintahan Trump sudah mulai menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap Teheran sehingga hendak menyulitkan presiden terpilih Joe Biden untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

Yang disasar meliputi pelanggaran hak asasi manusia, pengembangan rudal balistik dan pemberian dukungan kepada kelompok-kelompok bersemangat, bukan aktivitas nuklir.

“Pada prinsipnya, Biden sebagai presiden dapat mengecualikan ataupun membatalkan sementara hampir seluruh sanksi AS, ” kata Suzanne Maloney, seorang ahli masalah Iran pada Brookings Institution, Washington.

“Dalam praktiknya, tujuannya disini adalah untuk membuatnya tak bagus secara politik. ”

Sebanyak ahli Timur tengah dan pejabat Demokrat juga mewaspadai akan adanya kemungkinan langkah-langkah lain, termasuk pukulan siber dan bahkan serangan militer, sesudah koran New York Times melaporkan bahwa Trump sempat mengingat serangan.

“Pada akhirnya nanti, saya tersua akan ada pelibatan kembali antara Washington dan Teheran, ” sebutan Maloney. “Tetapi tantangan yang dihadapi tim Biden dalam masalah Iran cukup terjal. ”

Pemerintahan Trump pula sedang mempertimbangkan gerakan pemberontak Houthi di Yaman, yang dibantu Iran, sebagai organisasi teroris.

Mungkin langkah tersebut punya landasan berdasarkan hukum AS. Namun langkah tersebut akan menghambat rencana Biden untuk menempuh ancangan baru terhadap Yaman. Ia mau mengakhiri dukungan AS dalam perang di bawah komando Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melawan kelompok Houthi.

Lima organisasi besar dan 55 senator Demokrat telah menulis ke Pompeo berisi peringatan kalau menggolongkan Houthi sebagai keompok teroris akan mengganggu proses perdamaian rangup yang dipimpin PBB. Selain itu, lanjut mereka, langkah itu selalu akan mengganggu penanganan yang telah kewalahan terhadap krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Langkah tersebut “dalam musyawarah internal dibingkai sebagai pengembangan dari kampanye pemerintahan Trump untuk memberikan’ tekanan maksimum’ kepada Teheran, menurut International Crisis Group. “Yang lain mengatakan pembicaraan mengenai penggolongan itu dipicu oleh permintaan langsung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. ”

Pompeo juga mengunjungi ke-2 negara dalam lanjutan lawatan di Timur Tengah ini, nyanyian angsa sebagai upaya terakhir untuk menambah tekanan pada Iran sekaligus menahan kelompok kanan Israel.

Categories
Data

‘Kejahatan perang’ Australia: Tentara elite ‘membunuh’ 39 warga sipil di Afghanistan

Ada “bukti kuat” yang menunjukkan pasukan elite Australia membinasakan 39 warga sipil dalam konflik di Afghanistan, demikian temuan petunjuk yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata Australia, ADF.

Pembunuhan terhadap 39 warga sipil itu diduga dikerjakan tanpa ada justifikasi ( unlawful killing ).

ADF sendiri melakukan investigasi kasus pelanggaran etika tentara tersebut selama empat tahun.

Laporan ADF menyatakan 19 tentara dan bekas tentara seharusnya diselidiki oleh polisi terkait pembunuhan “tawanan, petani atau warga sipil” kurun tahun 2009 hingga 2013.

ADF mengucapkan pembunuhan ini mungkin didorong oleh apa yang digambarkan sebagai “budaya warrior” (pejuang) di kalangan prajurit.

Penyelidikan ADF dipimpin oleh Mayor Jenderal Paul Brereton antara lain dengan mewawancarai lebih dari 400 bukti mata.

Investigasi juga menemukan bahwa tentara junior diperintahkan untuk mengaduk-aduk korban pertama dengan menembak tahanan dan senjata dan benda-benda asing segaja ditaruh di dekat jenazah untuk menutupi kejahatan.

Pemerintah Afghanistan mengutarakan Australia sudah mengatakan kepada mereka bahwa dalam kasus ini “keadilan akan ditegakkan”.

Samantha Crompvoets, akademisi yang melakukan penelitian awal atas kasus-kasus di Afghanistan kepada BBC mengucapkan bahwa warga sipil ini “sengaja ditarget untuk menjadi korban kesalahan perang”.

Ia juga mengatakan laporan ADF membenarkan temuan yang ia dapatkan.

Apa temuan investigasi militer Australia?

Militer Australia mengatakan 25 anggota pasukan istimewa melakukan pembunuhan yang tak mampu dibenarkan dalam 23 kasus terisolasi.

Pada para wartawan hari Kamis (19/11), panglima ADF Jenderal Angus Campbell mengatakan, tak satu pun daripada kasus ini yang menunjukkan kalau pelakukanya dalam “keadaan bingung atau berada dalam situasi yang tak jelas”.

Jenderal Campbell mengatakan ada petunjuk bahwa beberapa anggota pasukan khusus Australia “main hakim sendiri”.

Ia menjelaskan berkembang adat menyimpang yang diadopsi dan dibantu penuh perwira-perwira yang berpengalaman, karismatik, dan berpengaruh.

Laporan mengatakan kejahatan ini “dilakukan dan ditutup-tutupi di level bawah”. Karenanya, kesalahan atas kedurjanaan ini mestinya “tidak diarahkan ke para perwira senior” di ADF.

Akademisi Crompvoets mengatakan insiden-insiden ini “melibatkan perwira yang sangat berpengaruh”.

“Komandan peleton mendorong atau memaksa tentara-tentara junior mengeksekusi tawanan sebagai korban prima mereka, ” katanya.

Ia menambahkan ini sudah menjadi pola yang diterapkan oleh tentara senior ketika melatih tentara junior.

Investigasi militer Australia dilakukan secara tertutup yang melaksanakan tak banyak rincian yang diketahui publik sampai mereka mengumumkan hasil kerja.

Apa reaks i dengan muncul sejauh ini?

Kantor kepala Afghanistan sudah mendapatkan telepon daripada pemerintah Australia, yang menyatakan “mereka sangat prihatin” dengan temuan militer Australia.

Hingga Kamis (19/11) petang, belum ada tanggapan secara langsung lantaran pemerintah Afghanistan.

Elaine Pearson dari sistem HAM Human Rights Watch, kepada BBC mengatakan, laporan ini adalah pengakuan atas kejahatan yang terjadi di lapangan.

Crompvoets mengatakan dia tadinya mendapatkan “penentangan yang sangat besar” ketika penelitian awalnya tersirap, namun sekarang apa yang ia temykan terbukti benar.

Ia mengatakan dirinya dikritik karena “perempuan, warga biasa, dan feminis”.

“Ada bukti bahwa ada masalah untuk hal-hal yang mendasar, ” katanya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Pekan lalu, PM Australia mengatakan penyelidik khusus akan ditunjuk untuk mempertimbangkan kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Media di Australia memberitakan penyelidikan oleh polisi kira-kira akan memakan waktu selama kaum tahun.

Jenderal Campbell mengatakan, satu unit di pasukan khusus Australia sudah ditutup.

Apakah negara-negara lain menghadapi tuduhan serupa?

Kaum waktu lalu, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) memulai penyelidikan dugaan kebiadaban perang oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam konflik dalam Afghanistan.

Diperkirakan, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Taliban, pemerintah Afghanistan, dan tentara Amerika sejak Mei 2003 hendak diselidiki.

Laporan ICC pada 2016 menuturkan ada cukup alasan dan dasar untuk meyakini bahwa militer AS melakukan penyiksaan di tahanan-tahanan rahasia yang dioperasikan oleh dinas intelijen AS, CIA.

Laporan ini juga menyatakan diyakini pula pemerintah Afghanistan menindas tahana n dan Taliban melakukan kejahatan perang, seperti pembunuhan massal terhadap warga sipil.

Inggris juga pusat menyelidiki apakah dugaan pembunuhan semena-mena oleh pasukan khusus Inggris diinvestigasi secara semestinya.

Categories
Data

Dipecat Trump karena ‘sangat tidak akurat’, pejabat keamanan pemilu menyatakan ‘kami melakukan hal yang benar’

Pejabat badan keamanan pemilu Amerika Serikat yang dipecat Presiden Donald Trump melalui Twitter mengatakan timnya melakukan “hal yang benar” dan bertekad akan lestari “mengamankan” masa depan.

Presiden Trump mengatakan ia “memberhentikan” Kepala Kesejahteraan Siber dan Prasarana (Cisa), Chris Krebs, karena pernyataannya terkait penetapan presiden disebut “sangat tidak akurat”.

Trump masih menolak untuk mengakui kekalahannya dalam Pilpres AS dan menggunakan banyak klaim bahwa kecurangan terjadi secara “masif. ”

Para pejabat pemilu mengatakan Pilpres pada November 3 adalah pemilu “yang paling aman” dalam sejarah AS.

Menanggapi pemecatannya, Krebs mengatakan melalui Twitter, “Merasa terhormat telah mengabdi. Kami melakukan kejadian yang benar. Pertahankan hari tersebut. Amankan masa depan. #Protect2020 (lindungi pemilu 2020). ”

Cuitan ini ditanggapi puluhan ribu komentar dan masyhur di Twitter. Banyak di jarang pengguna yang memuji keberaniannya.

“Anda adalah pahlawan bangsa ini. Terima berkelakar telah mempertahankan kebenaran dan positif mengamankan pemilu kita, ” cuit salah seorang pengguna. Sejumlah yang lain terutama pendukung Trump, tetap mengangkat kecurangan yang sejauh ini tak terbukti.

Krebs berantakan pejabat yang ditunjuk sendiri sebab Trump – adalah pejabat terakhir yang dipecat presiden AS itu menyusul kekalahannya. Menteri Pertahanan Mark Esper juga dipecat di sedang laporan bahwa Trump meragukan loyalitas pemimpin Pentagon ini.

Muncul spekulasi di Washington DC bahwa sebelum Trump angkat kaki dari Gedung Putih pada Januari mendatang, direktur pranata keamanan CIA, Gina Haspel & direktur biro penyelidik federal, FBI, Christopher Wray, mungkin juga bakal dipecat.

Seperti para pejabat lain dengan dipecat Trump, Krebs baru pandangan bahwa ia dipecat melalui cuitan Trump pada Selasa (17/11).

Krebs mulai menjabat dua tahun lalu menyusul tudingan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Untuk mengantisipasi kemungkinan serangan siber, Cisa bekerja sama dengan para pejabat pemilihan negara dan juga perusahaan-perusahaan swasta yang memasok sistem penetapan. Badan ini juga mengawasi penghitungans uara.

Mengapa Krebs dipecat?

Krebs dilaporkan menyusun Gedung Putih marah menyusul diterbitkannya situs Cisa yang disebut penilik rumor, Rumor Control, yang mengidentifikasi berbagai informasi yang salah terpaut pemilu, sebagian besar di antaranya dilontarkan sendiri oleh Trump.

Sebelum dipecat, Krebs mengunggah cuitan yang diperkirakan diarahkan untuk menjawab tuduhan Trump bahwa mesin penghitung suara di berbagai negara bagian mengganti suara untuk Biden.

Dalam cuitannya Krebs menyusun, “ICYMI ( In case you missed it , siapa tahu Anda terlewat): Terkait dakwaan bahwa sistem pemilu dimanipulasi, 59 pakar keamanan pemilu semua membenarkan, bahwa, ‘Dalam setiap kasus dengan kami tangani, klaim-klaim seperti ini tidak ada dasarnya atau secara teknis tidak logis. ‘ #Protect2020″.

Unggahan itu serta cuitan lainnya dengan ditulis mulai akhir Juli, dihapus dari akun Twitter Krebs.

Krebs termasuk di antara para pejabat lantaran Departemen Keamanan Dalam Negeri yang pekan lalu menyatakan bahwa pemilu tanggal 3 November adalah “yang paling aman dalam sejarah Amerika”. Mereka juga menyanggah klaim-klaim yang tidak mendasar.

Walaupun pertanyaan terkait permintaan tidak menyebut Trump, pada keadaan yang serupa diterbitkan, Krebs mencuitkan kembali unggahan pakar hukum pemilu yang mengatakan, “Jangan retweet klaim liar & tak berdasar tentang mesin pem suara,, bahkan bila pun unggahan itu dibuat oleh presiden. ”

Pelepasan Krebs membuat marah pihak Partai Demokrat.

Juru bicara presiden terpilih Joe Biden mengatakan, “Chris Krebs perlu dihargai atas jasanya dalam melindungi pemilu kita, bukan dipecat karena mengungkap kebenaran. ”

Krebs diganjar atas kejujuran dalam melaksanakan tugas

Sebagai direktur Cisa, pernyataan Krebs betul penting.

Analisanya tentang tuduhan kecurangan luhur berujung pada kesimpulan: tidak tersedia bukti terjadinya kecurangan massal.

Ia cakap bahwa pernyataannya akan membuat Presiden Trump kesal. Kamis lalu ia mengatakan kepada para koleganya kalau ia mungkin akan dipecat. Dia benar.

Ia berada di posisi dengan sangat sulit. Trump mengatakan pemberitahuan Krebs tidak akurat karena “kecurangan masif” selama pemilu.

Namun Krebs dan timnya tidak menemukan klaim itu.

Mungkin Trump akan mencoba mengaduk-aduk barang bukti untuk mendukung tuduhannya namun sejauh ini ia pula belum mengungkap bukti.

Krebs berada di dalam posisi sulit – membuat senang Donald Trump dan mengatakan barang apa yang ia ingin dengar atau menghadapi risiko terkait karirnya dengan mengungkap pernyataan yang tak mau didengar Trump.

Ia memilih yang final dan menerima ganjarannya, dengan pemecatan.

Bagaimana perkembangan syarat hukum Trump?

Tim kampanye Trump sudah mengajukan berbagai tuntutan di negeri2 bagian kunci, walaupun pejabat pemilu mengatakan tidak ada bukti terjadinya kecurangan meluas seperti yang itu klaim.

Semua tuduhan harus diselesaikan pada tanggal 8 Desember. Hasil formal akan diumumkan oleh Badan Pandangan Elektoral AS pada 14 Desember.

Awak Trump mengalami kemunduran di Pennsylvania setelah Mahkamah Agung setempat menegasikan argumen timnya bahwa para penilik tidak mendapatkan hak untuk menyaksikan penghitungan di Philadelphia.

Di Nevada, para-para hakim juga menolak tuduhan tim Trump karena tidak ada keterangan terjadinya kecurangan.

Categories
Data

Penolakan pembangunan rumah warga Yahudi dalam Yerusalem Timur, delegasi Eropa dihadang dan diteriaki kalangan nasionalis Israel

Utusan diplomat Eropa yang berkunjung ke Yerusalem Timur untuk memprotes jadwal pembangunan permukiman bagi warga Yahudi dihadang dan diteriaki oleh kalangan nasionalis Israel.

Israel berencana membangun 1. 250 rumah untuk para pemukim Yahudi di Givat Hamatos, yang berada di pinggiran kawasan pendudukan Yerusalem Timur.

Utusan PBB mengatakan pembangunan perumahan ini mengancam prospek pendirian negara Palestina di masa depan. Palestina ingin mendaulat Yerusalem Timur sebagai ibu tanah air negara.

Sejumlah diplomat Eropa mendatangi Givat Hamatos pada hari Senin (16/11) untuk memprotes rencana Israel.

Namun mereka dihadang dan diteriaki oleh kaum nasionalis Israel yang mengatakan “kamu sungguh memalukan” kepada para diplomat, seperti terlihat dalam video yang diunggah seorang wartawan di Twitter.

Orang-orang nasionalis juga menuduh diplomat Eropa “mendukung antisemitisme dan terorisme”.

Israel sudah membuka tender kepada kontraktor buat mengerjakan proyek pembangunan di Givat Hamatos.

Di bawah Presiden Donald Trump, Amerika Serikat mengambil sikap mengizinkan pembangunan permukiman Yahudi, tapi Joe Biden, yang memenangkan pemilihan kepala Amerika, diharapkan mengubah kebijakan itu.

Kelompok antipermukiman mengucapkan mereka meyakini pihak berwenang Israel, “sengaja memanfaatkan waktu dan ingin segera memulai proyek pembangunan tersebut”, sebelum Biden mulai bekerja.

Proyek sempat dihentikan

Lebih dari 600. 000 warga Yahudi tinggal di 140 kompleks permukiman, sejak Israel merebut & menduduki di Tepi Barat dan Yerusalem Timur pada 1967.

Sebagian mulia negara berpandangan permukiman itu menentang hukum internasional, namun Israel menolak pandangan ini.

Tadinya proyek ini dihentikan di tengah penentangan cepat masyarakat internasional.

Pada Minggu kemarin, Lembaga Pertanahan Israel (ILA) meminta kontraktor bangunan untuk mengajukan penawaran memutar lambat pada 18 Januari.

“Jika dibangun, ini akan makin mengisbatkan keberadaan permukiman di Yerusalem secara Bethlehem di wilayah pendudukan Sembiran Barat.

“Ini akan secara signifikan merusak prospek pendirian negara Palestina pada masa depan berdasarkan garis tapal batas 1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota dari masing-masing negara, ” tambahnya.

‘Faktor pertolongan Trump’

Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Otorita Palestina, mengatakan tender order pembangunan ini merupakan bagian sejak usaha Israel “untuk membunuh solusi dua-negara yang didukung masyarakat internasional”.

Ikatan ini menuding pemerintahan Netanyahu “mengambil kesempatan minggu-minggu terakhir pemerintahan Trump untuk menetapkan fakta di lapangan bahwa akan sangat sulit dibatalkan guna mencapai perdamaian”.

Presiden Trump tahun lalu mengubah kebijakan AS terpaut keberadaan permukiman Yahudi di Sembiran Barat dengan mengatakan bahwa “permukiman di Tepi Barat bukan pengingkaran atas hukum internasional”.

Joe Biden diharapkan untuk mengubah kebijakan itu, akan tetapi dia mengatakan tidak akan mencoret keputusan Trump pada 2017 dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu tanah air Israel.

Presiden AS yang segera geser ini meluncurkan rencana perdamaian Januari lalu, meskipun Palestina mengatakan agenda itu berat sebelah ke Israel dan ini memberikan lampu hijau untuk mencaplok wilayah Tepi Barat.

Undangan penawaran untuk Givat Hamatos telah dipublikasi beberapa hari sebelum anjangsana Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Israel.

Media dalam Israel melaporkan, Pompeo berharap menjadi menlu AS pertama yang mengunjungi permukiman di Tepi Barat – tindakan yang disebut PM Palestina akan menimbulkan “preseden berbahaya”.

Departemen luar negeri AS belum mengkonfirmasi rencana perjalanan Pompeo ke Israel.

Categories
Data

Covid-19: ‘Pelanggaran protokol kesehatan’ di markas FPI, kapolda Metro Jaya lalu Jawa Barat ‘dicopot’ karena ‘tidak laksanakan perintah’

Kapolda Metro Jaya serta kapolda Jawa Barat dicopot dari jabatannya, Senin (16/11) sore, dikarenakan dianggap tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan di wilayahnya, kata pejabat penerangan Mabes Polri.

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu kapolda Metro Jaya kemudian kapolda Jawa Barat, inch kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono di Jakarta, Senin (16/11).

Pencopotan Kapolda City Jaya, Irjen Nana Sudjana lalu Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, tertuang dalam surat telegram Kapolri bertanggal 16 November 2020.

Pada hadapan wartawan, Argo tidak menerangkan secara detil mengenai alasan pencopotan, kecuali menyebut mereka “tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan”.

Keputusan terkait terjadi tidak lama setelah Menkopolhukam Mahfud Md, dalam jumpa pers resmi, Senin (16/11) siang, mengatakan akan memberikan sanksi kepada aparat keamanan yang tidak mampu bertindak tegas dalam menegakkan aturan protokol kesehatan Covid-19.

Pernyataan Mahfud ini muncul setelah masyarakat melontarkan kritikan arah apa yang disebutkan sebagai sikap tidak konsisten pemerintah terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara keramaian di markas Front Pembela Islam (FPI) di Jakata Pusat.

Apa yang disampaikan Menkopolhukam Mahfud Md?

Pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta saling mengeklaim dalam menanggapi kemarahan masyarakat yang menyesalkan ketidaktegasan pemerintah terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara keramaian di markas FPI di Jakata Pusat.

Menkopolhukam Mahfud MD, dalam jumpa pers resmi, Senin (16/11), mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan terkait acara Maulid Nabi lalu pesta pernikahan anak pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab di Jakarta, merupakan “kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta”.

“Sekali lagi penegakan protokol kesehatan di ibu kota merupakan kewenangan pemerintah provinsi DKI Jakarta berdasarkan hirarki kewenangan lalu peraturan perundangan, ” kata Mahfud.

Mahfud MD juga mengeklaim bahwa pihaknya sudah “memperingatkan”Gubernur Provinsi DKI Jakarta agar meminta penyelenggara acara itu mematuhi protokol kesehatan.

“Pemerintah menyesalkan terjadi pelanggaran protokol kesehatan, di mana pemerintah sebenarnya telah memperingatkan Gubernur DKI untuk meminta penyelenggara mematuhi protokol kesehatan, ” kata dia.

Dalam keterangannya, Mahfud mengatakan akan memberikan sanksi kepada aparat keamanan yg tidak mampu bertindak tegas di dalam menegakkan aturan protokol kesehatan Covid-19.

Apa tanggapan Pemprov DKI Jakarta?

Adapun Pemprov DKI Jakarta, melalui Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria, mengklaim pihaknya tidak pernah longgar mengaplikasikan dan mengawasi protokol kesehatan Covid-19.

Dia juga mengatakan kerumunan di acara Rizieq Shihab tak bisa dihindari karena orang-orang yang datang bukan hanya dari Jakarta tapi juga daerah lain.

Pemprov DKI Jakarta, katanya, juga telah melayangkan surat teguran dan menjatuhkan sanksi denda administratif sebesar Rp50 juta kepada pimpinan FPI, Rizieq Shihab. Denda itu, klaimnya, telah dibayar dalam Minggu (15/11).

“Jadi pak gubernur tegas, tidak pilih-pilih. Bahwa gubernur tidak tebang pilih, siapapun yang melanggar diberi sanksi. Kami berterima kasih kepada keluarga besar Rizieq Shihab dan FPI menerima surat teguran dan membayar denda, ” ujarnya.

Apa kata pakar epidemologi?

Sejumlah pakar epidemologi di Indonesia khawatir jumlah kasus positif Covid-19 bakal melonjak tinggi seiring longgarnya penerapan protokol kesehatan serta lemahnya pengawasan terhadap lokasi-lokasi tertentu yang menimbulkan kerumunan.

Pada Jumat (13/11) dan Sabtu (14/11), jumlah kasus positif Covid-19 dilaporkan menembus angka di atas 5. 1000, dan menurut Kementerian Kesehatan, penambahan kasus positif tertinggi ditemukan pada DKI Jakarta dengan 1. 255 kasus baru.

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, terjadi kenaikan fall positif hingga di atas 5. 000 pada akhir pekan lalu. Tingginya angka itu, kata Satgas, dampak dari libur panjang akhir Oktober.

Satgas pun bakal merekomendasikan kepada pemerintah agar memperpendek atau meniadakan libur akhir tahun, jika angka positif terus meroket.

Perilaku masyarakat yang tak lagi patuh mengerjakan protokol kesehatan di tempat-tempat umum, disebut Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, mulai terjadi sejak informasi tentang vaksin Covid-19 kencang disuarakan pemerintah.

Dalam pengamatannya, penjelasan terkait vaksin Covid-19 itu justru membuat komunikasi pemerintah ke masyarakat terpecah sehingga tak lagi fokus menyerukan pentingnya protokol kesehatan seperti dahulu.

Di sisi lain, kabar mengenai vaksin Covid-19 disalahartikan penduduk sebagai ‘senjata pamungkas’ yang akhirnya berdampak pada ketidakpedulian memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

“Jadi ada pemahaman yang salah di masyarakat karena tidak dikerasin lagi. Tidak diimbau terus menerus, tidak diedukasi. Padahal (informasi protokol kesehatan) penting dan tidak boleh bosan, ” ujar Pakar Epidemologi, Pandu Riono, kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (15/11).

“Komunikasi publik supaya tetap 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker) diterapkan, harus lebih besar daripada vaksin. Vaksin itu bagian kecil. Jangan mimpi pandemi hilang karena vaksin, ” sambungnya.

Kasus positif diperkirakan terus meninggi

Dalam dua hari terakhir yakni dalam Jumat (13/11) dan Sabtu (14/11), jumlah kasus positif Covid-19 menembus angka di atas 5. 1000.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penambahan kasus positif tertinggi ditemukan di DKI Jakarta dengan 1. 255 dan Jawa Tengah sebanyak 1 ) 222 kasus baru.

Pandu Riono menyebut, lonjakan itu disumbang dengan cuti bersama yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad yakni pada 28 Oktober-1 November 2020.

Kendati sudah bisa diprediksi jadi terjadi peningkatan tapi pemerintah dianggap tidak belajar pada pengalaman sebelumnya.

“Jadi pemerintah ini tidak konsisten. Kalau cuti bersama meningkatkan penularan. Memulihkan ekonomi tapi jangan terlalu digas, ” tukas Pandu.

Andai protokol kesehatan tidak ditegakkan, sambungnya, maka jumlah kasus positif diperkirakan terus meninggi dan imbasnya, puncak Covid-19 di Indonesia semakin sulit diprediksi.

“Ini (kasus positif) masih akan naik. Puncak belum ketahuan. Desember belum kelihatan (puncaknya), mungkin tahun depan. ”

‘Libur akhir tahun kemungkinan diperpendek atau ditiadakan’

Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan terjadi kenaikan jumlah pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta.

Pemimpin RS Darurat Wisma Atlet, Ratmono, mengatakan angkanya naik 21%.

“Jumlah pasien di tower 6 dan 7, huniannya saat ini 53, 8% dan dibandingkan sebelumnya huniannya hanya 32%. Mudah-mudahan pertambahan ini tidak setajam September lalu yang sampai 90%, ” ujar Ratmono di dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Minggu (15/11).

Sementara itu, tingkat keterisian pasien Covid-19 di ruang ICU seluruh rumah sakit DKI Jakarta juga meningkat hingga 68%.

Angka itu, menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, masih terkendali kendati kemungkinan masih akan bertambah sebagai imbas dari libur panjang akhir Oktober lalu.

“Kami tentu berharap ruang-ruang ICU dan isolasi bukan boleh penuh, ” ujar Doni Monardo.

Doni mengatakan, jika dalam satu pekan ke depan masih terjadi kenaikan kasus positif hingga 90%, maka Satgas akan mengusulkan kepada pemerintah agar memperpendek atau meniadakan libur akhir tahun.

“Tapi apabila kasusnya meningkat pada periode September lalu, maka kami rekomendasikan libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali. ”

Karena itulah, Satgas Penanganan Covid-19 dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali menyerukan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan yang utama, menghindari kerumunan yg “sudah pasti menimbulkan penularan”.

“Sekali lagi pemerintah mengajak semua pihak jangan lakukan acara-acara yang bisa menimbulkan kerumunan karena pasti dampaknya maka akan terjadi penularan. Wabah Covid sangat berisiko. ”

Adapun mengenai bantuan Satgas berupa 20. 000 masker ke acara Maulid Nabi Muhammad yang digelar Rizieq Shihab pada Sabtu (14/11), kata Doni, “bukan buat memfasilitasi kegiatan tapi mengajak penduduk untuk menggunakan masker”.

Pasalnya laporan Satpol PP DKI Jakarta, setidaknya wujud 7. 000 orang berkumpul lalu tidak memakai masker.

“Kalau tidak ada bantuan dan terpapar, dampaknya penularan akan makin banyak, inch ujar Doni.

Ia juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah mengizinkan acara tersebut berlangsung.

Wagub DKI Jakarta: ‘Pak Anies tidak tebang pilih’

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengklaim pihaknya tidak pernah longgar menerapkan lalu mengawasi protokol kesehatan Covid-19. Juga, klaimnya, “tidak tebang pilih”.

Penegakan petunjuk protokol kesehatan oleh Pemprov DKI Jakarta sebelumnya dikritik sejumlah kalangan lantaran dianggap melakukan pembiaran arah kerumunan di acara Maulid Nabi yang digelar Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11).

Di sana, massa yang hadir tak menghiraukan aturan jaga jarak sesuai protokol kesehatan dan bukan mengenakan masker.

Ahmad Riza Patria mengatakan kerumunan di acara Rizieq Shihab tak bisa dihindari karena orang-orang yang datang bukan hanya dari Jakarta tapi juga daerah lain.

Hal lain, hajatan tersebut berlangsung di lapangan bukan masjid. Sehingga ketentuan pembatasan 50% dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor fifty-one Tahun 2020 tentang PSBB Transisi sulit dilakukan.

“Yang kami batasi bukan jumlah orang tapi presentasi tempat, kalau di masjid misalnya bukan boleh 50%. Kemarin itu kejadiannya tidak di masjid, tapi pada lapangan. Susah mengukurnya 50% teknik. Ini yang ke depan jadi kita evaluasi dan perbaiki, inch ujar Ahmad Riza Patria kepada BBC Indonesia.

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta katanya telah melayangkan surat teguran dan menjatuhkan sanksi denda administratif sebesar Rp50 juta kepada pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

Denda itu, klaimnya, telah dibayar pada Minggu (15/11).

“Jadi pak gubernur tegas, bukan pilih-pilih. Bahwa gubernur tidak tebang pilih, siapapun yang melanggar diberi sanksi. Kami berterima kasih kepada keluarga besar Rizieq Shihab lalu FPI menerima surat teguran dan membayar denda, ” ujarnya.

Selain denda, Pemprov juga menghukum 36 jemaah yang hadir dengan sanksi sosial karena tidak memakai masker.

Ia berharap, kejadian di Petamburan menjadi yang terakhir.

“Ke depan kami minta tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang menghadirkan jemaah yang melimpah. ”

Berita ini diperbarui sekitar pukul 17. 00 WIB, Senin (16/11), dengan menambahkan pengumuman Mabes Polri tentang pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar dari jabatannya, karena tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan pada wilayahnya.

Categories
Data

Ratapan komunitas penganut Mormon setelah 3 ibu dan anak-anaknya dibunuh dalam gurun

  • Mohamed Madi & Ana Gabriela Rojas
  • BBC News

Setahun lalu, tiga rani penganut Mormon dan enam budak mereka dibunuh di Gurun Sonora, Meksiko. Apa yang terjadi di dalam keluarga yang ditinggalkan dan dengan jalan apa pencarian mereka untuk keadilan.

“Kami datang ke sini untuk meninggalkan semuanya. Dan tiada yang pernah menganggu kami. ”

Kenny Miller berbicara dengan logat Amerika Serikat bagian selatan. Mengenakan topi khas pengendara truk dan sepatu bot tebal, dia menjejakkan kaki dalam jalur berlumpur yang licin. Tanah yang ditumbuhi semak tanaman mesquite ada pada satu sisinya, sedangkan pegunungan Sierra Madre yang menyengat awan kelabu pada sisinya yang lain.

Kenny adalah warga Meksiko penganut Mormon. Dia dilahirkan dibesarkan di La Mora, lima jam berkendara lantaran perbatasan AS. La Mora bertambah menyerupai kompleks peternakan ketimbang desa, namun memiliki sekolah sendiri, bengkel kerja, penampungan hewan ternak, & rumah bagi 30 keluarga.

Semakin dia mendekati terpal hitam dengan menahan bebatuan, raut wajahnya berganti. Beberapa bongkahan besi bengkok tumbuh dari sisi terpal tersebut.

Lokasi itu adalah saksi bisu dari tragedi yang menghantam komunitas penganut Mormon tersebut.

“Peristiwa itu menjungkirkan dunia kami, dan menurut saya kami tidak akan pernah sama seolah-olah dulu, ” kata Kenny.

Pada 4 November 2019, menantu perempuan Kenny, Rhonita Miller—yang akrab disapa Nita oleh keluarganya—berkendara beriringan dengan dua perempuan lainnya, Christina Langford & Dawna Ray Langford, dalam perjalanan selama enam jam. Mereka menuju Colonia LeBaron, permukiman penganut Mormon lainnya yang dihuni keluarga & teman.

Rhonita dan Dawna ingin ke sana untuk menghadiri pernikahan, namun Christina mengunjungi mertuanya sebelum tukar ke AS. Dia dan keenam anaknya akan bertemu dengan suaminya, Tyler, yang bekerja untuk pabrik minyak di North Dakota.

Perjalanan sepi

Suangi sebelumnya, dalam pesta perpisahan Christina, sejumlah perempuan itu mendiskusikan jalan menuju LeBaron. Rutenya mereka kenal, tapi sunyi. Jalan berdebu itu menanjak melalui celah sempit dalam gunung, kemudian menurun ke zona Chihuahua.

“Kami bicara tentang betapa bodohnya kami sebagai perempuan bepergian melalaikan jalan ini sendiri bersama anak-anak kami, ” kata Amelia, pokok Christina, kepada BBC.

Namun, menurut Amelia, putrinya tertawa dan berkata bahwa dirinya tidak takut.

Sebelum bertolak, Christina menitipkan lima dari enam anaknya kepada Amelia dan menempatkan bayinya, Faith, yang masih menyusu, ke kursi khusus bayi di pada mobil. Secara keseluruhan, ada 14 anak dan tiga perempuan masa dalam perjalanan tersebut.

Adik perempuan Rhonita, Adrianna, sedangkan bepergian ke Kanada bersama suaminya untuk merayakan ulang tahun ijab kabul ketika dia menyadari ada objek yang salah. Sebuah pesan dalam grup percakapan keluarga pada permintaan WhatsApp muncul: “Mohon, para puak. Doakan ini tidak benar-benar terjadi”.

Suruhan berikutnya, yang dikirim ke suaminya, berbunyi: “[Mobil] Suburban Nita terbakar dan penuh dengan peluru. ”

“Namun mereka tidak berharta di dalamnya kan? ” tanya Adrianna kepada suaminya ketika tersebut.

“Tiada yang melakukan hal semacam itu kepada bayi-bayi, perempuan, dan empat bocah. Mungkin mereka menculik & membakar kendaraannya? ”

Jawabannya muncul melalui diskusi telepon 45 menit kemudian.

“Suami saya membalikkan badannya ke arah aku dan berkata: ‘Mereka semua sudah tiada. Mereka semua terbakar. ”

Kenny Miller adalah satu diantara orang dengan mencapai lokasi kejadian.

Dia mendengar perkataan ledakan tak jauh dari rumahnya di La Mora dan meminta salah satu putranya mencari cakap. Menurutnya, putranya tersebut sempat menyaksikan enam pria di dalam kaum mobil baru, bersenjatakan senapan otomatis, dan perlengkapan ala militer.

Seorang kerabat mengirim drone untuk menjajaki daerah sekitar. Begitu Kenny tahu situasinya aman, dia mendekati tempat.

“Di situlah kami menyadari (Rhonita dan anak-anaknya] berada di di dalam [mobil] Suburban dan mereka tidak bisa keluar.

Mobil tersebut seperti timbunan besi yang gosong.

“Saya tidak tahu akan menjadi seperti berkah bisa berpisah pada jenazah. Namun, itu tidak kesampaian, ” katanya sambil terisak. “Hampir tidak ada sisanya. ”

Penuturan anak Dawna, yang berkecukupan di dalam mobil dan selamat daripada serangan, memungkinkan kepolisian menyatukan bervariasi kepingan fakta.

Para pria bersenjata menunggu dalam lokasi dan melepaskan tembakan ke tiga kendaraan. Mobil Rhonita, yang posisinya beberapa menit dari La Mora, adalah yang kena pertama. Rhonita, bayi kembar delapan kamar Titus dan Tiana, Krystal, 10 dan Howard Jr, 12 mati.

Para penyerang lantas membakar instrumen tersebut.

Mobil berikutnya yang kena sasaran merupakan kendaraan Dawna.

Dawna dan besar putranya, Trevor, 11, dan Rogan, 3, tewas. Anak-anak Dawna lainnya berhasil lolos dari kendaraan tersebut. Devin, 13, memerintahkan enam adiknya bersembunyi di semak-semak, sedangkan dirinya berbalik ke La Mora berlaku kaki. Perjalanan 22, 5 kilometer itu memerlukan waktu enam jam.

Taat kesaksian anak-anak penyintas, Christina lompat dari mobilnya ketika penembakan dimulai. Dia melambaikan tangan di arah kepala, kemungkinan memberi kode kepada para penyerang bahwa hanya tersedia perempuan dan anak-anak yang berkendara beriringan. Tubuhnya ditemukan sekitar 15 meter dari mobil putihnya.

Tatkala rombongan mobil dari LeBaron tiba delapan jam kemudian, mereka menemukan budak Christina, Faith, dalam keadaan tumbuh dengan hanya sedikit goresan pada kepala.

Pascaserangan, sejumlah teori, beberapa di antaranya terang mengada-ada, tersebar. Beberapa orang mendakwa serangan itu terkait dengan perselisihan terkait hak pengelolaan air jarang keluarga LeBaron dan sejumlah peternak setempat.

Lainnya menyangka peristiwa tersebut disengaja untuk mempermalukan Menteri Keamanan, Alfonso Durazo, yang berasal dari Bavispe, kota dekat lokasi perkara.

Tetapi, dugaan aparat adalah kejadian tersebut adalah bagian dari pertikaian antara La Linea, kelompok kartel dengan kuat di Negara Bagian Chihuahua, dan kelompok terkait kartel Sinaloa.

Baku tembak antara kedua gabungan di Agua Prieta yang depan lokasi kejadian, ditengarai membuat ketegangan meninggi. Diyakini bahwa para personel La Linea menyangka melihat tandingan ketika iring-iringan kendaraan SUV berkaca hitam melaju di jalan berdebu menuju pegunungan.

Kebrutalan serangan, dan dua kewarganegaraan para korban, membuat peristiwa ini disoroti khalayak internasional.

Kurang jam setelah berita serangan mengemuka, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengirim beberapa agen untuk membantu penyelidikan kepolisian Meksiko. Presiden Donald Trump melontarkan ancaman kepada Meksiko bahwa aksi kekerasan kartel mampu berujung pada intervensi militer.

Namun risiko itu tidak berwujud dan pengkajian berlangsung lambat.

Pejabat Departemen Kehakiman Meksiko mengatakan kepada BBC, sebanyak 12 orang ditangkap terkait serbuan itu, namun hanya dua dalam antara mereka yang dituduh secara dakwaan pembunuhan. Tanggal sidang belum kunjung muncul.

Pernikahan poligami

Komunitas yang menikmati serangan tersebut sudah ada dalam daerah Meksiko itu selama beberapa generasi. Kisah bagaimana nenek moyang mereka datang dari AS dan bermukim di situ berakar dari anutan mereka nan unik.

Pernikahan poligami umum terjadi di Gereja Mormon, dengan juga dikenal dengan sebutan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Nirmala Zaman Akhir. Namun, ketika Negeri Bagian Utah yang berpenduduk mayoritas penganut Mormon bergabung dengan Amerika Serikat, praktik poligami menjadi perintang.

Karenanya, pada 1890, Ketua Gereja Mormon, Wilford Woodruff, melarang pernikahan poligami dilangsungkan.

Para penganut Mormon fundamentalis lalu mencari tempat di luar GANDAR untuk bermukim. Banyak dari itu yang menyeberang Sungai Rio Grande, menuju Meksiko. Mereka memperoleh nama baik sebagai pekerja keras dan petani yang bersemangat. Aparat setempat mendiamkan praktik pernikahan poligami mereka, menetapi kontribusi mereka pada ekonomi.

Jenny Langford pertama kali datang ke Meksiko pada 1971, di usia 23 tahun. Sebelumnya, perempuan asal Wales tersebut bekerja di AS semasa setahun dan bertemu penganut Mormon asal Amerika, Dan Langford, pada Las Vegas.

“Ketika saya sedang kecil, saya selalu bermimpi hidup di lahan pertanian dan memiliki banyak anak, ” kata Jenny. “Saya tidak pernah menyangka aku akan tinggal di Meksiko. ”

Kala dia dan Dan tiba di La Mora, satu-satunya bangunan hanyalah rumah kecil terbuat dari batu bata yang dimiliki ayah &.

“Kami tidak punya listrik saat itu. Sangat sulit.

“Tapi kami hidup bersahaja dalam segala hal. Kami memendam tanaman pangan kami sendiri. Awak tidak ingin menjadi bagian lantaran arus utama. Boleh dibilang kami sedikit pemberontak. ”

Dan dan saudara-saudaranya membangun bengkel kerja, tempat penampungan hewan ternak, dan sebuah sekolah. Jenny melahirkan enam anak pria dan tiga perempuan, serta menjadi guru bagi mereka.

Keluarga mereka terus berkembang. Setelah 10 tahun, seorang perempuan baru datang ke La Mora. Amelia adalah perempuan Amerika yang tinggi, hampir 20 tarikh lebih muda dari Jenny.

“Begitu hamba melihat Amelia, saya tahu suatu saat dia akan menjadi pedusi Dan. Mereka pun kemudian menikah, ” tutur Jenny.

Praktik poligami tidak mudah diterima Jenny.

“Namun, semakin banyak saya belajar, saya merasa itu yang diinginkan Tuhan bagi beta. Kami percaya bahwa jika dalam masa lalu hal itu betul, maka saat ini juga benar, ” katanya.

Secara keseluruhan, Jenny serta Amelia punya 102 keturunan. Jenny, seorang perawat terlatih, membantu persalinan mereka.

“Kami menggelar syukuran untuk pada setiap anak pertama dan ke-12, ” kata Jenny, tertawa seraya menampilkan hidangan tradisional Meksiko. “Ketika Tuhan mengatakan ‘Pergilah dan beranakcuculah’, ana melaksanakan kata-kataNya, ” kata Jenny.

“Anaknya adalah anak saya. Anak hamba adalah anaknya, ” kata Jenny merujuk Amelia. “Jika saya ingin bepergian, Amelia di sini bergabung anak-anak dan begitupun sebaliknya. Itu benar-benar cocok buat kami. ”

Anak-anak Jenny dan Amelia suka dengan kebebasan di La Mora.

“Kami bisa melakukan apapun di sini, ” kata Steven, cucu Jenny berusia 13 tahun, sembari memerah seekor sapi yang berukuran lima kali lebih besar dari tubuhnya.

“Kami bisa memancing dan berenang, mengendarai motor. ”

“Tidak ada petugas, ” katanya tersenyum.

Kekerasan masa lalu di Colonia LeBaron

Jika La Mora tampak laksana peternakan desa, Colonia LeBaron porakporanda komunitas yang dituju Christina, Rhonita, dan Dawna – adalah pusat kekuasaan penganut fundamenmtalis Mormon di Meksiko.

Di sana, kacang pecan ditanam di lahan pertanian untuk diekspor ke berbagai penjuru dunia, dan kaum prianya melepas penas secara mengunjungi lapangan tembak atau wadah minuman setempat. Lokasinya lebih dekat ke Texas, baik secara harfiah maupun metafora.

Paman Rhonita Miller, Julian LeBaron, adalah salah satu pemimpin komunitas Mormon. Dia paham sungguh ancaman bahaya kelompok-kelompok kartel kepada komunitasnya.

Pada 2019, adik Julian, ketika itu masih berusia 16 tahun, diculik oleh para anggota golongan setempat. Mereka menuntut uang bayaran sebanyak US$1 juta, namun masyarakat LeBaron menolak membayar.

Alih-alih membayar uang tebusan, komunitas LeBaron menggelar tindakan protes SOS Chihuahua yang mempermalukan para kartel sehingga mereka meluluskan Eric.

Benjamin LeBaron, abang Julian, menjadi juru bicara gerakan itu. Tempat berbicara dengan bahasa Spanyol pada wartawan dan sukses mengajak gubernur setempat untuk bertemu.

Setelah melakukan lagu tiada henti selama berpekan-pekan, Eric dibebaskan tanpa luka. Lebaron kemudian menjadi pahlawan di Meksiko sebab mereka menolak tunduk pada syarat kartel. Namun, Benjamin tahu tersedia harga yang harus dibayar karena berani melawan kartel.

Dua bulan lalu, 15 pria bersenjata mendobrak pintu rumah Benjamin. Mereka meringkus Benjamin, saudara iparnya, dan tetangganya, Luis Widmar, ke dalam sebuah mobil yang menunggu.

“Orang-orang itu membawa mereka sejauh empat mil, menyuruh mereka berlutut, serta menembak mereka—empat tembakan untuk di setiap orang—pada bagian belakang kepala, ” kata Julian.

“Abang saya berani. Dia tahu bahwa tidak membayar uang tebusan untuk membebaskan Eric hampir dipastikan akan membuatnya kehilangan hidup. ”

Serangan itu merupakan titik pulih bagi Colonia LeBaron. Didorong sikap skeptis bahwa pemerintah Meksiko akan memenuhi janji untuk menyediakan kesejahteraan, LeBaron memutuskan menempuh langkah sendiri. Mereka menciptakan patroli bersenjata sendiri, dan lokasi pemantauan di sekeliling kota.

“Selama 10 tahun tiada yang menganggu kami. Namun kami tak pernah menerima keadilan untuk pidana tersebut. Bahkan, sebagian besar kebiadaban di Meksiko tidak menerima keadilan, ” kata Julian.

Karena itu, lambannya kemajuan penyelidikan terkait pembunuhan sebanyak perempuan dan anak-anak mereka tidak mengejutkan Julian.

“Kami tidak lagi percaya aparat. Selang 12 bulan setelah serangan, mereka tidak kunjung menghukum para pelakunya.

“Kami tidak akan pernah diam. Saya tidak akan memberikan praduga tak bersalah kepada aparat. ”

Hari kembali tahun Rhonita pada September lulus adalah yang pertama kali diperingati tanpa kehadirannya.

“Kami masih sangat menderita, dan pada bersamaan mencoba untuk terus menjalani hidup, ” perkataan saudara kandung Rhonita, Adrianna.

“Enam bulan lalu hamba punya banyak harapan. Semakin penuh saya paham sistem Meksiko, semakin kurang keyakinan saya bahwa saya akan memperoleh keadilan. ”

Namun Kenny Miller lebih diplomatis.

“Nenek moyang ana datang ke sini dari AS, dan Meksiko menerima mereka secara tangan terbuka. Karena itu, saya menghormati aparat yang dipilih sebab rakyat.

“Tentu ada aksi kekerasan kartel dan itu langsung berdampak di kami. Tapi kami menuntut kesamarataan melalui jalur yang benar. ”

Kepala Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berupaya meyakinkan masyarakat bahwa pemerintahannya bisa menangani peristiwa ini.

Dia telah beberapa kali menemui para tim korban. Pada pertemuan terkini, Oktober lalu, dia meresmikan markas Garda Nasional baru dekat komunitas La Mora, mengumumkan pembangunan jalan awam yang memangkas waktu perjalanan ke perbatasan AS, serta monumen yang menghormati para mendiang korban pembunuhan.

Saat berkampanye, Obrador berjanji akan mengurangi gerak laku kekerasan dengan menggunakan pendekatan berjargon “pelukan, bukan peluru”. Dia berkomitmen bahwa dengan memberantas kondisi dengan membuat orang-orang mau direkrut kartel, kekuatan kelompok-kelompok tersebut akan dilemahkan.

Mau tetapi, aksi kekerasan justru meningkat ketika Obrador memimpin Meksiko. Setahun setelah serangan, aksi-aksi kekerasan di Meksiko tampak paling keji.

Persaingan antara kelompok kartel semakin sengit, baik karantina wilayah terkait pandemi Covid-19 diberlakukan. Lebih jauh, kelompok-kelompok pecahan dari sejumlah kartel terbukti menyetujui menggunakan taktik yang lebih ceroboh demi mendapatkan apa yang itu inginkan.

Kerap kali warga sipil terperangkap dalam rivalitas mereka.

Harapan untuk era depan

Setahun setelah peristiwa pembunuhan tiga perempuan dan anak-anak mereka, sekolah dan bengkel kerja di La Mora tampak sunyi. Sekitar dua-pertiga dari 30 keluarga di di dalam komunitas tersebut telah pergi, umum menetap di bagian selatan Negeri Bagian Utah, AS.

Jenny dan Amelia adalah perut dari segelintir orang yang memilih menetap di La Mora. Jenny begitu pasrah setahun setelah gempuran.

“Saya sudah tinggal di sini selama 48 tahun. Saya tidak akan pernah pergi. Saya merasa kalau akan tewas oleh peluru, maka akan tewas oleh peluru. ”

Menanggapi anak-anak serta keluarga mereka yang telah lari, dia optimistis mereka akan balik suatu hari nanti.

“Ada ungkapan bahwa hal yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita adalah pokok dan sayap. Saya merasa kami telah memberikan mereka akar dan mereka akan selalu kembali. Pada sinilah tempat mereka. ”

Categories
Data

Suami Kamala Harris: Laki-laki pertama yang akan menjadi pendamping wapres AS, apa tugas yang menantinya di Gedung Putih?

  • Holly Honderich
  • BBC News, Washington

Saat Kamala Harris diproyeksikan sebagai wakil presiden berikutnya, ia telah mencetak tiga sejarah. Mulai Januari, dia akan menjadi perempuan pertama, orang kulit hitam pertama, dan keturunan India-Amerika pertama yang duduk di jabatan itu.

Douglas Emhoff, akan menjadi “pria kedua” (the second gentleman ) pertama di negara itu.

Pria berusia 56 tahun itu sejauh ini terlihat menikmati perannya sebagai mitra politik Harris.

Dia sering tampil dalam kampanye pencalonan Harris. Tampilan media sosialnya bahkan menyerupai halaman penggemar tidak resmi untuk istrinya.

Pada bulan Agustus, Emhoff mengumumkan cuti dari karier hukumnya untuk mendukung Biden-Harris secara penuh.

“Dia tampaknya benar-benar menyukainya, ” kata Aaron Jacoby, teman lama dan mantan mitra di firma hukum tempat Emhoff berkarier.

“Anda mungkin mengira dia seperti ikan yang keluar dari air – tapi itu tidak benar. Dia tampaknya tengah berenang dan menikmatinya. ”

Sekarang, saat tim Biden-Harris bersiap untuk pindah ke Gedung Putih.

Cara Emhoff menunjukkan perannya mungkin akan menandakan langkah maju untuk kesetaraan sex.

Pada tahun 2013, Emhoff, yang saat itu bagaikan pengacara hiburan di Los Angeles, menjalani kencan buta dengan Jaksa Agung California saat itu, Kamala Harris.

Emhoff yang gugup meninggalkan pesan suara ( voicemail ) yang bertele-tele dan “benar-benar konyol” bagi Harris, saat ia berusaha mengatur pertemuan pertama mereka, katanya.

Mereka bertemu untuk makan malam dan keesokan harinya, Emhoff mengirim email kepada Harris dengan semuanya jadwalnya yang kosong untuk kurang lebih bulan mendatang, tulis Harris yang memoarnya tahun 2013, The Realities We Hold.

“Saya terlalu tua untuk bermain-main, ” katanya. “Saya sangat menyukaimu, dan saya mau melihat apakah kita bisa membina hubungan ini berhasil. ”

Kurang di setahun kemudian, mereka menikah dalam gedung pengadilan Santa Barbara, di dalam sebuah upacara yang menghormati warisan India Harris dan kepercayaan Yahudi Emhoff.

Harris menyimpan pesan voicemail itu daran memutarnya setiap tahun pada hari jadi mereka.

Melalui pernikahan mereka, Harris menjadi ibu tiri, atau “Momala”, untuk Cole dan Ella, anak-anak Emhoff dari pernikahan pertamanya melalui Kerstin Emhoff, salah satu pendiri dan kepala eksekutif perusahaan produksi Prettybird.

Harris mengatakan pertemuannya dengan Cole dan Ella lah yang hasilnya membuatnya tertarik.

Begitu pula akan anak-anak Emhoff. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Glamour tahun ini, Cole, 26, mengatakan bahwa bertemu Harris “untuk kami semua… adalah cinta pada pandangan pertama”.

Emhoff selanjutnya istri pertamanya terkenal dekat.

“Kami tetap sangat dekat”, katanya di dalam wawancara April dengan Chasten Buttigieg – suami dari mantan calon presiden Pete Buttigieg.

Mantan pasangan hidup Emhoff dan Harris akrab “luar biasa”, katanya.

Selama kampanye Harris untuk posisi presiden, mantan istri Emhoff – yang sering mencuitkan tweet dukungannya untuk Harris-Biden – menawarkan layanan kreatifnya untuk kampanye.

“Orang-orang bertanya jawab heran, ‘mantan istri ingin tersebut melakukan apa? ‘” kata Kerstin Emhoff kepada Marie Claire dalam bulan Oktober.

Sekarang, baik dalam wawancara dan tampilan media sosial, Harris dan Emhoff tampak sebagai pasangan yang bahagia.

“Apa yang Anda lihat adalah seperti apa sebenarnya, itu bukan akting, ” kata Alex Weingarten, teman lama dan mantan kolega Emhoff.

“Mereka sangat mencintai dan penuh kasih sayang 1 sama lain. Tidak salah juga… mereka benar-benar saling mencintai. ”

Emhoff merasakan pengalaman kampanye pertamanya ketika Harris mencalonkan diri untuk Senat pada 2016.

Namun kampanye itu, katanya, kaga mempersiapkannya “sama sekali” untuk kampanye istrinya sebagai calon presiden.

Untuk Januari 2019, Harris secara formal meluncurkan kampanyenya kepada lebih dari 20. 000 orang di Oakland, California.

“Saya di luar rabia melambaikan tangan, saya ketakutan… kami pikir akan ada 5. thousand orang di sana, ” sebutan Emhoff menceritakan tentang hari ini.

Di bulan-bulan berikutnya, Emhoff bekerja di firma hukumnya selama sepekan, dan pada akhir pekan dia berkampanye ke seluruh negeri the reason why seringkali seorang diri untuk mewakili Harris.

Sementara istrinya dipersiapkan akan buku-buku pengarahan dan sejumlah staf, “ia hanya pergi ke posisi kampanye dan berkampanye”.

“Itu betul-betul seperti trial by fire (pengujian dengan api choosing istilah yang biasa digunakan bagi menguji kemampuan seseorang). ”

Emhoff sering kali sangat bersemangat saat mendiskusikan tentang acara kampanye yang amat kecil – salah satunya di Flint, Michigan, satu lagi di dalam pedesaan Nevada.

Dia akan menjalankan kampanye untuk Harris dengan gaya sendiri sambil merujuk pada “catatan dari lapangan”, ia menceritakan siapa saja yang dia temui dan berkaitan yang dia lihat.

“Anda akan merasa kewalahan karena Anda hanya pengen membantu semua orang ini maupun membantu kampanye, ” katanya.

Pada bulan Juni tahun itu, Emhoff memikat perhatian saat ia melompat ke atas panggung di forum kepresidenan untuk membela Harris. Kala ini, seorang pengunjuk rasa mengambil mikrofon dari tangan Harris.

Rekaman kejadian itu menunjukkan dia naik ke atas panggung dari barisan depan, lalu mengembalikan mikrofon itu ke istrinya.

Emhoff berteman dengan sejumlah pasangan kandidat Demokrat.

Ia menjadi sangat dekat dengan Buttigieg – yang pengertian orang pertama yang mengirim pesan kepada Emhoff ketika Harris menghentikan kampanye pencalonannya sebagai presiden.

Melalui seorang perwakilan, Buttigieg menolak untuk diwawancarai untuk artikel ini.

Kurangnya pengalaman politik Emhoff tdk menjadi rintangan.

“Saya pikir meskipun barang kali mengejutkan baginya atau bagi kita semua ketika dia [Emhoff] kemudian ikut disorot via politik- itu sebenarnya cocok untuk kepribadiannya, ” kata teman maupun kolega Emhoff, Aaron Jacoby.

“Dia benar-benar orang yang bahagia, memikat, dan suportif seperti yang mampu Anda lihat. ”

Dalam berbagai wawancara, Emhoff tampak santai, seperti khas orang California.

Dia menyebut dirinya ” dude type. – “Saya adalah seorang dude … lalu saya berjumpa Kamala”.

Ketika diminta untuk mendeskripsikan Emhoff, baik Jacoby maupun teman reda Emhoff lainnya, Alex Weingarten mengatakan bahwa dia adalah “orang yang otentik”.

“Dia orang yang baik, lunch break kata Weingarten. “Saya pikir itu semua datang secara alami kepadanya karena Doug secara alami yaitu orang yang suka berteman. very well

Dia juga melakukan advokasi yang paling kuat untuk Biden-Harris, kata Weingarten, peran yang cocok untuk litigator berpengalaman.

Emhoff dan Harris memiliki gelar hukum yang sama, tetapi sementara istrinya langsung bekerja sebagai jaksa penuntut negara, Emhoff berkarier hampir 30 tahun di bidang hukum korporat.

Selain menangani perselisihan bisnis dan real estat, kliennya termasuk perusahaan farmasi Merck, dalam kasus dimana yang menuduh salah satu produknya menyebabkan penyakit tulang, dan perusahaan penjual senjata Dolarian Capital.

Sementara Emhoff tidak memiliki izin untuk melakukan lobi, firma hukum lingkungan dia terakhir bekerja DLA Piper, memiliki praktik lobi yang hidup di Washington.

Untuk menghindari kemungkinan tuduhan konflik kepentingan, tim kampanye Joe biden mengumumkan minggu ini bahwa Emhoff akan meninggalkan DLA Piper, “untuk mengembangkan portofolio yang akan ia fokuskan untuk mendukung pekerjaan pemerintahan”.

Emhoff adalah laki-laki keempat yang merupakan pendamping yang calon presiden atau wakil presiden Amerika. Sebelumnya, ada juga suami dari Geraldine Ferraro, Sarah Palin dan Hillary Clinton.

Namun, dia ialah yang pertama dan satu-satunya yang berhasil mencapai Gedung Putih you would like to posisi yang sangat baru, hingga tampaknya belum memiliki nama sah.

“Tidak ada yang memberitahu saya! Aku tidak tahu, ” katanya kepada Marie Claire pada bulan Oktober.

Gaya ini sebelumnya hanya dipegang perempuan. “Peran ini sangat berdasarkan untuk gender”, kata Barbara Perry, direktur studi kepresidenan di Miller Hall University of Virginia.

Peran ini juga sebagian besar seremonial. Ibu penjuru dan ibu wakil presiden sebelumnya biasanya menjalankan agenda yang ngak kontroversial untuk melengkapi pekerjaan suami mereka.

Saat George Bush mendorong kebijakan pendidikan, Laura Bush mengadvokasi literasi anak.

Sementara, saat Barack Obama memperjuangkan perawatan kesehatan, Michelle Obama mengkampanyekan pentingnya olahraga dan makan sehat.

Untuk memutar video di sini., aktifkan JavaScript atau coba in mesin pencari lain

Istri wakil presiden sebelumnya menerima lebih sedikit ketertarikan – Jill Biden berfokus kepada keluarga militer dan pendidikan selama masa jabatannya – tetapi pencalonan Harris yang bersejarah akan menulis suaminya disorot.

Sebagai wakil presiden, Harris akan memimpin Senat, meninggalkan Emhoff yang bertugas merencanakan makan siang dan acara-acara lain untuk pasangan senator.

Membuat Emhoff mengambil peran yang sebelumya secara eksklusif hanya diterapkan perempuan, “adalah langkah pertama menuju kesetaraan sejati bagi pasangan dalam berkecimpung dalam politik, ” kata Perry.

“Kita tidak terbiasa menengok pria menyerahkan karier mereka guna istri, pasangan, dan keluarga mereka, ” tambahnya. Ia mengutip studi global yang menunjukkan beban profesi rumah tangga masih menimpa perempuan.

Waktu ditanya apakah Emhoff mengetahui diskusi tentang peran gender itu, Jacoby tertawa.

“Semua orang menyadarinya, ” katanya.

“Itu tidak terlalu penting. Santo akan menarik, menyenangkan dan bersosialisasi dengan baik, pada saat yang serupa dia akan mendapatkan hasil dimana konkret dari apa pun tugas yang diterimanya untuk membangun hubungan baik. ”

Dalam hal fokus aktualnya, reformasi peradilan pidana kemungkinan banyak akan jadi perhatian Emhoff, seperti dengan latar belakang karier lalu ketertarikan ia dan pasangannya.

Tapi ramah Jacoby dan Weingarten bersikeras bahwa fokus utama teman mereka merupakan pada sang wakil presiden.

“Doug sewrius hal ini ada untuk mendukung Kamala, ” “Jelas ada sebagian hal baru… bahwa Doug merupakan laki-laki pertama, ” kata Weingarten.

Ia menambahkan bahwa Emhoff akan bagai “panutan yang luar biasa”.

Tapi, katanya, “ceritanya adalah [Kamala] akan menjadi wakil presiden”.

Perhatian newspaper and tv yang melekat pada Emhoff tampaknya terjadi karena posisinya yang baru, yakni sebagai laki-laki pertama dimana mendampingi wakil presiden.

Namun, itu mungkin juga menunjukkan kelambanan sewrius kesetaraan gender.

Istri wakil presiden jarang menerima tepuk tangan yang sama bahkan sebelum memulai perkerjaan baru mereka.

Meski begitu, beberapa ibu negara telah dipuja oleh kita semua Amerika.

Michelle Obama, misalnya, sering mendapat peringkat popularitas yang lebih baik daripada suaminya. Tur bukunya pun sering disesaki pengunjung.

Namun, ibu negara dan istri wakil presiden yang meninggalkan karier mereka buat menjadi pasangan politik penuh tempo – seperti Emhoff – seringkali diabaikan.

“Kita memberinya [Emhoff] penghargaan ekstra atas tentang yang telah dilakukan perempuan selama berabad-abad, ” kata Perry.

Bagaimana pun, dia masih optimis dengan Emhoff dan potensinya untuk menantang precetto gender.

“Akan ada pria macho yg sangat tradisional, yang tidak menginginkan terlalu mendukung pasangannya, ” katanya.

Dan mungkin kita tidak mengenal tentang istri yang maju sebagai kandidat seperti Harris, kata Perry, karena mereka kekurangan dukungan dimana sama dari pasangan mereka.

“Saya akan menjadikan Douglas Emhoff sebagai perempuan kehormatan, ” katanya. “Saya berharap dia akan menganggap itu bagai pujian yang seharusnya. ”

Categories
Data

Penguasa pemilihan presiden Amerika Serikat dorong klaim kecurangan dari Donald Trump, sebut pilpres 2020 ‘yang paling bersih’

Para pejabat senior Amerika Serikat yang bertanggung jawab menggelar pemilihan presiden mengisbatkan bahwa pilpres tahun ini ialah yang paling bersih dalam cerita negara tersebut.

Pernyataan dari Bagian Keamanan Dalam Negeri menyatakan, tak ada bukti kartu-kartu suara dihapus atau dihilangkan.

“Tidak ada bukti bahwa ada sistem pemilihan yang dihapus atau ada suara yang jatuh, suara yang diubah, ” prawacana komite Badan Keamanan Siber serta Infrastruktur Keamanan (CISA).

Dikatakan pula tak bukti yang mengarah bahwa pemilu “direkayasa sedemikian rupa”.

Pernyataan itu sekaligus membantah klaim kecurangan dengan berulang kali disampaikan oleh Kepala Donald Trump, yang hingga hari Jumat (13/11) menolak mengakui kemajuan Joe Biden.

Trump mengeklaim bahwa dua, 7 juta suara untuk dirinya “telah dihapus”, namun dia tidak mengajukan bukti atas klaim itu.

Penasihat CISA, Christopher Krebs, menduga dirinya akan dipecat oleh pemerintahan Trump, menurut kantor berita Reuters.

Krebs disebut-sebut telah melaksanakan penghuni Gedung Putih tidak senang lantaran Cisa mengelola sebuah laman bernama Rumor Control yang melawan fakta keliru mengenai pemilu.

Asisten Eksekutif Cisa, Bryan Ware, telah berhenti dari jabatannya pada Kamis (12/11), setelah Gedung Putih meminta dia mundur awal pekan ini, serupa itu dilaporkan Reuters.

Dalam perkembangan terbaru, Biden diproyeksikan menang di Arizona, membuat suara elektoralnya bertambah, beda 73 dengan Trump.

Besar negara belum mengumumkan hasil pilpres, yaitu Georgia dan North Carolina.

Bahan memerlukan 270 suara elektoral untuk memanangkan lomba menuju Gedung Putih.

Tengah itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menuding para politisi senior Partai Republik melemahkan demokrasi dengan ikut-ikutan mendukung klaim Pemimpin Donald Trump bahwa ada kecurangan pemilu—walau tanpa memberi bukti.

Pada wawancara dengan CBS News yang bakal tayang Minggu (15/11), Obama menetapkan Presiden terpilih Joe Biden “jelas menang” pada pilpres tahun ini.

Kemenangan Biden diproyeksikan media-media AS pekan semrawut, namun perhitungan suara di beberapa negara bagian masih berlangsung.

Presiden Trump tidak terima dengan proyeksi kemajuan Biden. Dia melayangkan gugatan dasar di beberapa negara bagian secara tuduhan terdapat campur tangan pada kertas suara.

Akan tetapi, tim gerakan Trump belum kunjung menyediakan data untuk mendukung tuduhan tersebut.

Obama mengatakan tuduhan-tuduhan tersebut didorong oleh data bahwa “sang presiden tidak sering kalah”.

“Saya lebih dongkol pada bukti bahwa beberapa petinggi Partai Republik, yang jelas lebih tahu, ikut-ikutan dengan [tuduhan] itu, ” kata Obama.

“[Sikap] itu selangkah lebih dekat menuju pendelegitimasian, tidak hanya pada pemerintahan Biden nanti, tapi juga demokrasi secara umum. Dan itu merupakan jalur yang berbahaya. ”

Pernyataan Obama dikemukakan menjelang rilis buku memoar terbarunya, A Promised Land , yang mengisahkan perjalanannya dari Senat AS ke Gedung Putih. Buku yang akan diluncurkan pada 17 November mendatang tersebut adalah buku pertama dari rencana dua buku yang menceritakan pengalamannya di Gedung Putih.

Dalam buku itu, yang cuplikannya dirilis CNN , Obama menulis kalau Trump menjadi presiden dengan menakut-nakuti masyarakat AS mengenai kepemimpinan seorang kulit hitam di AS.

“Seolah-olah kehadiran saya di Gedung Putih sudah memicu kepanikan mendalam, seakan-akan beta mengganggu proses alam. ”

“Bagi jutaan orang Amerika yang takut secara keberadaan seorang kulit putih pada Gedung Putih, [Trump] menjanjikan obat mujarab untuk kerisauan mereka soal ras. ”

Joe Biden menyebut perlawanan Presiden Donald Trump untuk melegalkan kekalahan dalam pemilihan presiden minggu lalu sebagai hal yang “memalukan”.

Tetapi sang presiden AS terpilih awut-awutan yang telah berbicara dengan sebesar pemimpin negara asing – bersitegang bahwa tidak ada yang mau menghentikan perpindahan kekuasaan.

Sementara itu, Trump menyatakan dalam serangkaian twit kalau ia pada akhirnya akan memimpin pemilihan meski ia telah diproyeksikan bakal kalah.

Sebagaimana yang terjadi pada setiap empat tahun, media AS memproyeksikan pemenang pemilihan presiden.

Belum satu biar hasil di negara bagian dengan disertifikasi, penghitungan suara di kurang tempat masih berlangsung, dan hasil pemilu hanya akan diketahui dengan pasti setelah Electoral College AS bersemuka pada 14 Desember.

Apa kata Biden?

Sang presiden-terpilih ditanyai oleh seorang reporter pada hari Selasa, tentang pandangannya terhadap penolakan Trump untuk mengakui kekalahan.

“Saya pikir ini hal dengan memalukan, jujur saja, ” introduksi Biden, seorang politikus Demokrat, dalam Wilmington, Delaware.

“Satu-satunya, bagaimana saya mampu mengatakan ini dengan hati-hati, saya pikir ini tidak akan positif warisan sang presiden. ”

“Ujung-ujungnya, Anda tahu, semua hasilnya akan terlihat pada 20 Januari, ” imbuhnya, mengacu pada hari pelantikan.

Biden telah bercakap-cakap lewat telepon dengan kira-kira pemimpin negara asing sembari bersiap untuk menjabat.

PM Inggris Boris Johnson, PM Irlandia Micheál Martin, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel termasuk di antara mereka yang berbicara dengannya pada hari Selasa.

Mengenai percakapan tersebut, Biden berkata: “Saya memberi tahu mereka bahwa Amerika telah kembali. Kita kembali bermain. ”

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari asing

Dia beserta Wakil Presiden terpilih Kamala Harris terus melakukan proses transisi. Namun satu lembaga pemerintah arahan pejabat yang ditunjuk Trump menghalang-halangi proses tersebut.

Badan Administrasi Umum mengkoordinasikan pendanaan dan akses kepada bagian federal untuk pemerintahan yang akan datang. Namun, ia sejauh tersebut menolak untuk secara formal melegalkan Biden sebagai presiden-terpilih.

Meski demikian, sang presiden-terpilih berkata: “Kami tidak tahu ada yang memperlambat kami, sejujurnya. ”

Apa kata Trump dan para sekutunya?

Pada Selasa (10/11) Trump mengirim beberapa twit dalam huruf besar tentang “kecurangan masif dalam estimasi surat suara, ” sambil menegaskan: “Kita akan menang! ”

Twit-twitnya diberi label yang menyatakan klaim itu “diperdebatkan” (disputed) oleh Twitter.

Sang presiden telah membuat klaim tak berpatokan bahwa Biden hanya bisa memenangkan pemilu melalui kecurangan, namun sejauh ini belum ada bukti yang mendukung tuduhan itu.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari lain

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, seorang loyalis Trump, berkata kepada konferensi pers di Departemen Luar Daerah pada hari Selasa bahwa setelah setiap suara “legal” dihitung, “periode kedua pemerintahan Trump” akan dimulai.

Sebagian besar rekan Trump di kelompok Republik telah menahan diri buat mengakui proyeksi kemenangan Biden.

Ketika ditanyai mengapa ia belum mengucapkan selamat kepada sang politikus Demokrat, Senator Ron Johnson dari Wisconsin berceloteh pada hari Selasa: “Tidak tersedia alasan untuk mengucapkan selamat. ”

Senator Missouri Roy Blunt berkata Trump “bisa jadi belum dikalahkan setara sekali”.

Pemimpin fraksi Republik di Kongres, Mitch McConnell berkata bahwa Trump punya hak untuk mengajukan gugatan hukum terkait hasil di beberapa negara bagian kunci seperti Pennsylvania.

Apa yang terjadi dengan pemilihan Senat?

Di dalam hari Selasa (10/11), partai Republik mendapat dorongan dalam upaya mereka untuk mempertahankan mayoritas di mahkamah tinggi Kongres setelah seorang penantang dari Demokrat mengakui kekalahan di dalam pemilihan di Carolina Utara.

Petahana Golongan Republik Thom Tillis terpilih balik setelah lawannya dari Partai Demokrat, Cal Cunningham, dilanda skandal perselingkuhan.

Secara hasil yang pasti di North Carolina, semua mata sekarang bakal tertuju ke Georgia, tempat dua kursi senat yang saat ini dipegang oleh Partai Republik hendak diputuskan dalam pemilihan putaran kedua pada Januari mendatang.

Jika Demokrat memimpin kedua kursi itu – yang tidak akan mudah – itu masih bisa menguasai Senat. Itu karena, jika terjadi perolehan kedudukan yang seri 50-50, wakil pemimpin akan menentukan hasilnya, dan Kamala Harris akan menjabat pada Januari.

Pekan lalu, Partai Republik juga lulus merebut kembali kursi Senat Alabama yang dimenangkan oleh Demokrat dalam 2018, meskipun mereka kehilangan kedudukan di Colorado dan Arizona.

Kandidat Partai Republik saat ini menyelenggarakan dalam pemilihan di Alaska, wadah suara masih dihitung.

Categories
Data

Papua: Investigasi ungkap perusahaan Korsel ‘sengaja’ membakar lahan untuk perluasan lahan sawit

  • Ayomi Amindoni & Rebecca Henschke
  • BBC News Indonesia

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Papua adalah rumah bagi hutan hujan terluas yang tersisa di Asia. Sebuah investigasi visual yang dirilis pada Kamis (12/11) menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan “secara sengaja” menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit.

Hutan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat Papua secara turun temurun. Namun kini menjadi garda terdepan perluasan bisnis perusahaan sawit.

Suku Mandobo dan Malind yang tinggal di pedalaman Papua, perlahan kehilangan hutan adat yang menjadi tempat mereka bernaung.

“Saya menangis, saya sedih kenapa saya punya hutan, alam Papua yang begini indah, yang tete nenek moyang wariskan untuk kami anak cucu, kami jaga hutan ini dengan baik,” tutur Elisabeth Ndiwaen, perempuan Suku Malind yang hutan adatnya di pedalaman Merauke kini telah menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Kami tidak pernah bongkar hutan, tapi orang dari luar bongkar itu. Buat saya itu luka,” ujarnya.

Sementara, Petrus Kinggo, ketua marga Kinggo dari Suku Mandobo berkukuh mempertahankan hutan adatnya di Distrik Jair, Boven Digoel, agar tidak dijadikan kebun kelapa sawit.

Berjalan menyusuri hutan adatnya, Petrus menuturkan sagu yang tumbuh liar di hutan, makanan pokok masyarakat adat Papua kini lambat laun tergusur oleh kebun kelapa sawit.

“Jadi saya ambil ikan, daging, burung, sagu, gratis. Saya datang pasti dengan istri anak senyum, senang-senang kita makan. Tidak ada yang keberatan karena ini di atas tanah adat saya sendiri,” kata Petrus sambil menunjukkan kebun sagu di hutan adatnya.

Hutan Papua tempat Petrus tinggal merupakan salah satu hutan hujan yang tersisa di dunia dengan keanekaragaman hayati tinggi. Lebih dari 60% keragaman hayati Indonesia, ada di Papua.

Tak jauh dari hutan adat itu, hamparan hutan telah berganti menjadi petak-petak perkebunan kelapa sawit.

Sejauh mata memandang, pohon kelapa sawit berjajar teratur di area konsesi anak usaha perusahaan Korea Selatan, Korindo Group di Papua.

Konglomerasi perusahaan sawit Korindo menguasai lebih banyak lahan di Papua daripada konglomerasi lainnya.

Perusahaan ini telah membuka hutan Papua lebih dari 57.000 hektare, atau hampir seluas Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Investigasi yang dilakukan oleh Forensic Architecture dan Greenpeace Indonesia, yang diterbitkan pada Kamis (12/11) bersama dengan BBC, menemukan bukti bahwa Korindo telah melakukan pembakaran hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawitnya.

Investigasi menemukan bukti kebakaran di salah satu konsesi Korindo selama beberapa tahun dengan pola ‘pembakaran yang disengaja’ secara konsisten.

‘Saya berdosa, saya sudah tipu 10 marga’

Sebelum berjuang mempertahankan hutan adat seluas hampir 5.000 hektare milik marganya, enam tahun lalu Petrus melakukan hal yang mengubah nasib marganya selamanya.

Dia turut memuluskan langkah Korindo melakukan ekspansi kebun sawit di Boven Digoel dengan menjadi “koordinator” bagi 10 marga yang hutan adatnya kini menjadi area konsesi anak usaha Korindo, PT Tunas Sawa Erma (TSE).

Petrus bertugas “mempengaruhi” marga-marga lain agar mau melepas hutan adat mereka.

“Itu saya mewakili 10 marga, percayakan kami supaya mempengaruhi marga-marga yang lain supaya bisa ada pelepasan, ada pengakuan, supaya dia bisa ada hak guna usaha,” ujar Petrus.

Iming-iming perusahaan kala itu, diakui Petrus, membuatnya tergiur.

“‘Bapak nanti kami kasih honor, upah. Bapak sebagai koordinator nanti biaya pendidikan [anak] ditanggung perusahaan, nanti ada rumah-rumah bantuan, sumur air bersih, nanti [ada] genset’,” ujar Petrus menirukan kalimat pemikat yang dijanjikan perusahaan kala itu.

“Jadi anak anak sampai biaya sekolah lanjutan itu nanti ditanggung perusahaan. Cuma itu bicara semua, tetapi tidak ada dalam tertulis,” terang pria berusia 41 tahun tersebut.

Akhirnya, pada 2015 marga pemilik ulayat melepas hutan adat mereka dengan menerima ganti rugi Rp100.000 untuk tiap hektare hutan adat yang kini menjadi area PT Tunas Sawa Erma POP-E seluas lebih dari 19.000 hektare.

Petrus sendiri menerima Rp488.500.000 untuk untuk pelepasan hak atas tanah hutan adat milik marga Kinggo seluas 4.885 hektare.

Petrus menambahkan Korindo juga memberikan apa yang disebut sebagai “uang permisi” senilai Rp1 miliar, yang dibagi kepada sembilan marga, setelah satu marga akhirnya menolak kesepakatan itu.

Petrus kemudian membagi uang yang ia terima kepada seluruh keluarganya dari marga Kinggo. Dari total uang itu, dia hanya mengantongi Rp10 juta, yang dia gunakan untuk membiayai pendidikan delapan anaknya.

“Uangnya su tidak ada, kosong.”

Dalam responsnya terhadap pertanyaan BBC, Korindo menjelaskan bahwa pihaknya telah membayar sejumlah ganti rugi, masing-masing sebesar Rp100.000 per hektare untuk ganti rugi pohon dan lahan.

“Jumlah dari kedua ganti rugi adalah Rp200.000,” kata manajer humas Korindo, Yulian Mohammad Riza, dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan kesepakatan lahan tersebut sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia.

Manajer humas Korindo ini menambahkan bahwa, “Harus dipahami dengan jelas bahwa kepemilikan legal atas tanah terletak pada pemerintah Indonesia, bukan masyarakat adat yang memegang “hak ulayat” atas tanah tersebut”.

“Pemerintah, bukan penduduk asli, memberikan izin untuk jangka waktu 35 tahun dan kepemilikan legal atas tanah tidak ada hubungannya dengan masyarakat adat,” kata dia.

Namun, Petrus yang menganggap hutan adat itu sebagai “hak dan wilayah kehidupan”, merasa dicurangi perusahaan.

Kepada BBC, Petrus mengaku merasa bersalah dan menanggung beban karena telah menyerahkan hutan adatnya dan hutan adat marga-marga lain yang mengubah nasib hutan itu selama-lamanya.

“Kalau menurut iman, saya berdosa, kan saya sudah tipu sepuluh marga. Terutama kepentingan perusahaan bikin kita sampai [melakukan] manipulasi saja sebenarnya,” cetusnya.

“Saya sudah rasa bersalah di situ, ini sudah tipu.”

Demi memperbaiki “dosa” yang telah ia buat, Petrus kini memutuskan mempertahankan hutan adatnya.

“Kami pertahankan ini wilayah kehidupan, perusahaan [lakukan] berbagai cara pun tidak bisa. Bukan caranya setelah izin [keluar] back up dengan polisi-tentara supaya menakuti masyarakat. Sebenarnya ini manipulasi saja, jadi kami tidak terima,” kata Petrus.

‘Berpotensi melanggar HAM’

Keberadaan aparat kepolisian, telah menjadi bagian dari operasi anak usaha Korindo di Boven Digoel.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Syamsurizal, menjelaskan hal itu tak lepas karena perkebunan kelapa sawit dikategorikan sebagai “obyek vital”.

“Pihak perusahaan minta untuk kita lakukan pengamanan. Kita kirimkan personel untuk lakukan pengamanan,” jelas Syamsurizal, seraya menjelaskan bahwa itu adalah “hal yang sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya”.

Sementara, Korindo beralasan perkebunan sawitnya berada dekat dengan perbatasan Papua dan Papua Nugini sehingga keberadaan aparat polisi diperlukan untuk menjaga keamanan.

“Polisi telah mendirikan beberapa pos pengawasan di dalam pertanian. Ini hanyalah operasi polisi rutin dan harus kita ikuti,” jelas Riza.

Namun, keterlibatan aparat dalam operasional perkebunan sawit dianggap berpotensi melanggar HAM oleh organisasi gereja yang mengadvokasi hak masyarakat adat, Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke (SKP-KAMe).

Direktur SKP-KAMe, Pastor Anselmus Amo, menjelaskan meskipun keterlibatan aparat disebut sebagai “pengamanan areal investasi”, namun yang lebih penting adalah “memastikan aparat keamanan betul-betul menjalankan tugasnya”.

“Tidak diperalat perusahaan untuk, misalnya, menghalang-halangi masyarakat yang menuntut hak-hak mereka,’ ujar Pastor Amo.

“Keberadaan tenaga pengamanan di area perusahaan yang terlalu banyak itu juga bisa berpotensi untuk adanya pelanggaran HAM. Ini bisa kita lihat dari beberapa kejadian terakhir,” ujarnya kemudian.

Meregang nyawa setelah diduga dianiaya polisi

Pada Mei lalu, seorang warga Boven Digoel, Marius Betera, meregang nyawa setelah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian di kantor PT TSE di Boven Digoel.

Beberapa jam sebelum kematiannya, mantan sekuriti di perusahaan itu berniat mengajukan protes bersama istrinya ke kantor PT TSE karena rumpun pohon pisang yang dia tanam di area perusahaan ditebang tanpa pemberitahuan.

Istri Marius, Mikela Dawirop Ukyandit, menuturkan kejadian yang ia alami kala itu.

“Di kebun, lihat [pohon] pisang [di]potong-potong toh,” tutur Mikela, seraya menambahkan hal yang lumrah bagi pekerja menanam rumpun pohon pisang di sela pohon-pohon sawit.

Pace langsung lihat [pohonnya digusur], ‘Wah, ini siapa yang gusur?’,” kata Mikela.

Kesal rumpun pohon pisangnya ditebangi, Marius yang kala itu masih membawa alat yang biasa dia pakai untuk berburu – busur dan panah – lantas mengajukan protes ke kantor perusahaan.

Lama menunggu di depan kantor, tiba-tiba seorang aparat kepolisian datang.

“Saya kaget, polisi sampai, [Marius] langsung diancam di sini, sebelah-sebelah,” tuturnya sambil menunjuk pipi kiri dan kanan.

“Pakai tangan saja, diancam-ancam, dipukul.”

Dugaan kekerasan oleh aparat kepolisian itu tertangkap kamera CCTV perusahaan yang hingga kini belum dirilis ke publik.

Namun, dalam salinan rekaman CCTV yang didapat BBC News Indonesia, tampak seorang pria mengenakan seragam polisi mendatangi kantor TSE, tempat Marius dan istrinya menunggu.

Pria tersebut tampak mencoba merebut panah dan busur yang ditambatkan di punggung Marius. Marius berupaya menghalau upaya pria tersebut, namun kemudian sejumlah pukulan mendarat di kepala Marius.

Pria itu pada akhirnya berhasil merebut alat berburu Marius dan menyimpannya di ruangan kantor.

Keduanya tampak berbicara lama sebelum akhirnya Marius dan istrinya beranjak dari kantor dengan motor mereka.

Dua jam kemudian, Marius meninggal dunia di klinik perusahaan.

Kepolisian menyebut kematian Marius karena serangan jantung.

Kapolres Boven Digoel, AKBP Syamsurizal, menjelaskan insiden terjadi karena Marius didapati membawa “senjata tajam berupa busur panah dan parang” ke kantor TSE, yang membuat karyawan merasa khawatir.

Karyawan itu kemudian menghubungi anggota polisi yang melakukan pengamanan di wilayah tersebut.

“Pada saat mau diamankan beliau sempat ada penolakan, tapi setelah itu anggota sempat agak memukul bagian pundak dan di dekat tengkuk,” jelas Syamsurizal.

Seorang aparat kepolisian kini tengah menjalani proses penyelidikan.

Sementara Korindo, yang dinyatakan tak terlibat dalam kematian Marius Betera, memberi kompensasi berupa satu unit rumah dan uang tunai Rp200 juta untuk keluarganya.

Namun putri Marius, Fransina Kayok, mengatakan tidak ada yang bisa menggantikan ayahnya yang telah meninggal.

“Sakit hati saja, tidak bisa, masih sayang. Tidak bisa lupa. Saya masih sayang, sampai mau lama pun kita masih sayang karena bapak itu sa punya, jadi saya tidak bisa lupa bapak,” tutur gadis berusia 15 tahun itu.

‘Saudara bunuh saudara’

BBC News Indonesia menelusuri pedalaman Papua menuju area konsesi Korindo lainnya di Merauke, yang terletak di selatan Boven Digoel.

Hutan adat milik 17 marga di empat kampung di distrik Ngguti kini menjadi area konsesi PT Dongin Prabhawa, yang mulai membuka hutan sejak 2009.

Sejumlah marga menilai ganti rugi yang dibayarkan perusahaan atas tanah ulayat mereka tidak cukup dan salah sasaran.

Elisabeth Ndiwaen, perempuan suku Malind, dari Kampung Nakias yang telah lama tinggal di kota Merauke, menuturkan, kesepakatan lahan telah menciptakan konflik antarmarga.

Dia mengatakan satu marga bertikai dengan marga lain soal batas tanah. Sementara, warga satu kampung yang sama bersitegang soal tawaran ganti rugi perusahaan.

“Itu yang terjadi, saudara bunuh saudara. Adik bunuh kakak, akhirnya itu yang terjadi. Itu saya alami dalam saya punya hidup dan saya saksi mata. Saya lihat terjadi konflik ini, adu domba,” ujar Elisabeth.

“Perusahaan ini masuk ini bukan mensejahterakan kami, tuan dusun, tapi kami hidup dalam penderitaan. Bukan cuma saya marga Ndiwaen yang alami, tapi semua marga ada di dalam mengalami hal yang sama,” ujarnya kemudian.

Belum ada akses air bersih dan listrik di kampung-kampung sekitar konsesi anak usaha Korindo di Merauke. Mereka yang mampu, menggunakan genset untuk penerangan.

Namun harga bensin untuk bahan bakar genset di sini mencapai Rp 30.000 per liter, atau empat kali dari harga bensin di ibu kota Jakarta.

Dalam keterangan tertulis menanggapi tudingan kesepakatan yang merugikan masyarakat adat, Korindo menegaskan pembukaan kebun kelapa sawit, menurut perusahaan, didahului dengan pertemuan-pertemuan dan perundingan bersama dengan pemilik hak ulayat.

Perusahaan memastikan memiliki dokumentasi selama proses penyelesaian hak ulayat itu berlangsung dan telah melakukan sosialisasi rencana pembangunan kebun kelapa sawit.

Selain kompensasi pohon dan lahan hutan adat, Korindo mengaku telah mengeluarkan US$14 juta untuk program tanggung jawab sosial (CSR) selama periode 2014-2019 bagi 60 marga dari 10 suku yang hutan adatnya kini menjadi area konsesi Korindo.

Program tanggung jawab sosial itu mencakup program makanan untuk anak-anak yang kekurangan gizi dan program beasiswa sekolah.

‘Perbaikan dirasa lebih penting ketimbang hukuman’

Keluhan masyarakat adat kemudian diselidiki oleh lembaga sertifikasi produk hutan berkelanjutan, Forest Stewardship Council (FSC). Korindo merupakan anggotanya.

FSC memilih tak merilis temuan lengkap dari penyelidikan yang dilakukan selama dua tahun itu, namun BBC mendapatkan salinan laporan itu.

Laporan tersebut menemukan bahwa operasi kelapa sawit Korindo telah menghancurkan 30.000 hektare hutan konservasi tinggi yang melanggar peraturan FSC; melanggar hak masyarakat adat; dan “mendapatkan keuntungan langsung dari kehadiran militer demi keuntungan ekonomi” dengan membayar ganti rugi yang rendah pada masyarakat adat untuk hutan mereka.

“Tidak diragukan lagi Korindo telah melanggar aturan kami. Itu sangat jelas,” ujar direktur eksekutif FSC Kim Carstensen ketika ditemui di kantor FSC di Jerman.

Laporan itu merekomendasikan FSC untuk mengeluarkan keanggotaan Korindo, tapi direksi FSC justru memilih untuk mempertahankan perusahaan itu.

“Direksi FSC yang memutuskan untuk melakukan disasosiasi atau tidak, memahami bahwa saat itu Korindo sangat berminat untuk memperbaiki kinerjanya dan perbaikan itu, yang dirasa oleh direksi, lebih penting ketimbang memberikan hukuman,” jelas Carstensen.

Meski tak mendepak perusahaan dari keanggotaan FSC, lembaga itu mensyaratkan Korindo mengevaluasi semua dampak negatif dan memulihkan lahan yang telah mereka rusak.

FSC juga mengharuskan Korindo melanjutkan penangguhan konversi hutan dan deforestasi, serta menganjurkan remediasi untuk menghindari diasosiasi.

Dalam tanggapannya kepada BBC, Korindo membantah keras bahwa perusahaan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia tetapi mengakui masih ada ruang untuk perbaikan dan mengatakan mereka sedang menerapkan prosedur pengaduan baru.

Dalam hasil penyelidikannya, FSC mengesampingkan tudingan bahwa Korindo Group melakukan pembakaran hutan dan tidak terlibat dalam segala aktivitas ilegal lainnya yang menggunakan api dalam praktik pembukaan lahan.

Namun, investigasi terbaru yang dilakukan Forensic Architecture dan Greenpeace yang dirilis pada Kamis (12/11) mengungkap bukti kebakaran lahan “yang disengaja” di area konsensi Korindo, selama periode 2001-2016.

‘Kebakaran dilakukan dengan sengaja’

Para peneliti dari Forensic Architecture yang berbasis di Goldsmith University, Inggris, menerapkan analisis spasial dan arsitektural serta teknik pemodelan dan penelitian canggih untuk menyelidiki perusakan lingkungan.

Kelompok ini mempelajari citra satelit untuk mengungkap pola pembukaan lahan di dalam konsesi PT Dongin Prabhawa.

Mereka kemudian membandingkan citra satelit itu dengan data titik api dari satelit NASA di area yang sama, dan menggabungkan keduanya dalam periode waktu yang sama, 2011 hingga 2016.

“Kami menemukan bahwa pola, arah dan kecepatan pergerakan api sangat cocok dengan pola, kecepatan, arah pembukaan lahan. Ini menunjukkan bahwa kebakaran dilakukan dengan sengaja,” ujar peneliti senior Forensic Architecture, Samaneh Moafi.

“Jika kebakaran terjadi dari luar sisi konsesi atau karena kondisi cuaca, maka api akan bergerak dengan arah yang berbeda. Mereka akan tersebar,” jelas Moafi kemudian.

Kepada BBC, Korindo berkukuh bahwa pembukaan lahan bukan dilakukan dengan pembakaran lahan, melainkan menggunakan alat berat dan menegaskan kebakaran yang terjadi di area itu karena kemarau berkepanjangan.

Korindo juga mengklaim kebakaran di area konsesinya dipicu oleh warga yang berburu tikus tanah yang bersembunyi di bawah tumpukan kayu, aksi yang oleh perusahaan disebut “menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi operasional kami”.

‘Sisa-sisa kayu dibakar, tertutup dunia ini’

Namun, warga yang tinggal di dekat area konsesi PT Dongin Prabhawa berkata lain.

Sefnat Mahuze, warga Kampung Tagaepe, mengaku melihat dengan kepala sendiri pembakaran lahan yang dilakukan pekerja perusahaan.

“Saya melihat mereka kumpul batang-batang kayu, ranting-ranting kayu. Itu alat-alat berat yang kumpul, mereka tumpuk. Tumpuk di jalur,” jelas Sefnat, menuturkan peristiwa yang dilihatnya pada 2012 silam ketika dia berkunjung ke perusahaan untuk mengurus permohonan dari warga.

“Panjang, mungkin sekitar 100 – 200 [meter] baru mereka siram pakai solar, baru mereka bakar,” ujarnya kemudian.

Dia menambahkan, kebakaran ini “sudah berjalan bertahun-tahun” sejak perusahaan membongkar hutan.

“Sampai 2016 baru selesai.”

Esau Kamuyen, warga Kampung Nakias yang berjarak sekitar 20 km dari area konsesi PT Dongin Prabhawa, mengatakan asap dari pembakaran lahan menutupi kampungnya.

“Wei, tertutup [asap] ini, kalau pembongkaran itu. Sisa-sisa kayu yang tidak dipakai itu kan dibakar, tertutup ini dunia ini,” serunya.

“Apalagi kalau sudah sore begini, itu lain lagi, sudah gelap,” tegasnya.

Kepala Kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara, Kiki Taufik, mengatakan investigasi yang dilakukan bersama Forensic Architecture ini penting untuk menegaskan Korindo menggunakan api dalam pembersihan lahan.

Padahal dalam regulasi di Indonesia hal itu “tidak dibenarkan”.

“Tidak diperbolehkan atau melanggar hukum apabila ada perusahaan menggunakan api, karena api adalah cara termurah bagi perusahaan bagi perusahaan untuk [melakukan] land clearing.”

Praktik pembakaran untuk pembukaan adalah ilegal di Indonesia, menurut UU Perkebunan dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Namun, perusahaan kelapa sawit yang diduga melakukannya kerap lolos dari sanksi.

Pemerintah Indonesia tidak memberi tanggapan atas permintaan wawancara kami.

Adapun FSC mengatakan Korindo telah setuju untuk menghentikan semua pembukaan hutan lebih lanjut, untuk saat ini.

‘Saya mau dikemanakan kalau hutannya sudah habis?’

Kendati hutan adat milik masyarakat adat telah beralih fungsi jadi kebun kelapa sawit, tak sedikit dari mereka memilih bekerja di perkebunan kelapa sawit milik Korindo.

Salah satunya adalah Kornelis Kaize, pemuda berusia 19 tahun dari Kampung Tagaepe.

Pemuda lulusan sekolah menegah atas (SMA) itu beralasan bekerja di perusahaan demi bisa melanjutkan kuliah.

“Saya mati-matian mau kuliah karena sudah setengah mati dari SMA.”

“Akhirnya saya pulang ke kampung, kembali kerja di perusahaan sambil cari uang kuliah,” tutur Kornelis.

Kepada BBC dia mengaku gaji sebesar Rp5 juta yang dia terima per bulan dari perusahaan akan dia tabung untuk biaya melanjutkan kuliah.

Namun, mereka yang pernah bekerja di perusahaan, mengeluhkan gaji kecil yang mereka terima tak sepadan dengan risiko pekerjaan yang berat.

Yasinta Yaimahe menuturkan pengalamannya bekerja sebagai buruh di bagian perawatan kebun di PT Dongin Prabhawa, sekitar satu jam perjalanan dari kampungnya.

“Kita kerja itu jalan sambil mata lihat di bawah, takut ular, kayu tajam,” tuturnya.

“Jadi kita kerja berat, nanti waktu gajian, gaji dorang dipotong lagi, masuk di utang bama (bahan makanan) kantin,” tuturnya.

Perempuan yang tinggal di Kampung Nakias itu kemudian berhenti bekerja di perkebunan dan memilih hidup di kampung halaman.

Sementara itu, Wiro Lindep, pekerja di PT TSE di Boven Digoel, mengaku gaji yang dia terima dari perusahaan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Meski begitu, dia mengungkap kegetiran yang dia rasakan saat melihat pepohonan hijau di hutan berubah jadi deretan kelapa sawit.

“Saya rasa kalau hutan Papua ini sudah diduduki kebun kelapa sawit, saya rasa rugi karena hutan saya nanti dihabisi.”

“Saya rasa rugi, saya ini mau dikemanakan kalau hutannya sudah habis ini?,” kata Wiro.

Tak ingin hal serupa terjadi pada hutan adatnya, Petrus Kinggo berjuang mati-matian untuk mempertahankan hutan adatnya di Boven Digoel demi generasi mendatang.

“Hutan ini salah satu sumber kehidupan saya, terutama generasi saya. Kalau saya lepas kepada pihak siapapun, termasuk perusahaan atau orang, siapapun, berarti tanah ini beralih. Generasi setelah saya, besok mereka hidup di mana?” tuturnya.

“Jadi itu yang saya pertahankan, bahwa tanah ini tidak bisa saya kasih ke orang,” kata Petrus kemudian.

Categories
Data

Kok Gatot Nurmantyo, deklarator KAMI serta mantan Panglima TNI, tidak hadiri penganugerahan Bintang Mahaputera di Istana?

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, tidak menghadiri acara pemberian Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (11/11).

Semenjak tidak lagi menjabat Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sering mengkritik pemerintahan Jokowi.

Puncaknya masa dia menjadi deklarator Koalisi Kelakuan menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang kerap kali mengkritisi kebijakan kabinet Jokowi.

Dasar pemberian penghargaan itu juga dianggap beberapa kalangan sebagai upaya pemerintah untuk “meredam” Gatot dan barisannya. Sebuah tuduhan yang berulangkali dibantah oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Belum tersedia penjelasan langsung dari Gatot Nurmantyo tentang ketidakhadirannya, namun menurut Menkopolhukam, Mahfud MD, Gatot menyatakan “menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir. ”

Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, menurut Mahfud, Gatot disebutkan menjelaskan “beberapa alasan” ketidakhadirannya.

“Pertama, karena ini suasana covid-19, ” ungkap Menko Polhukam Mahfud MD kepada wartawan di Istana Negara, usai acara pemberian bintang jasa tersebut.

Ditanya wartawan apakah Gatot akan menerima bintang kebaikan itu, Mahfud mengatakan “iya, nanti akan dikirim melalui Sekretaris Militer. ”

“Beliau menyatakan di sini (dalam surat kepada Presiden Jokowi) menerima ini. Hanya tidak bisa tampil penyematannya, ” jelas Mahfud.

Pada Rabu (11/11) pagi, Presiden Jokowi menganjurkan penghargaan Bintang Mahaputera kepada 71 orang. Tapi salah satu bahan penerimanya, mantan Panglima TNI Jenderal (purnawirawan) Gatot Nurmantyo, tidak tampil.

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Tabiat Hartono, mengungkapkan bahwa Gatot sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo karena tak bisa tampil.

“Pak Gatot (Nurmantyo) bersurat kepada Kepala tidak hadir. Isinya nanti abu Menko Polhukam yang akan menyampaikan, ” kata Heru Budi Hartono, kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).

Menurut Heru, salah satu isi surat yang disampaikan Gatot adalah meminta Presiden Joko Widodo lebih perhatian terhadap TNI. Disebutkan pula bahwa Gatot menyinggung soal kondisi Covid-19 dalam balik alasan ketidakhadirannya.

“Ya, mungkin isinya ada beberapa yang beliau tak setuju mungkin kondisi Covid, kudu banyak memberikan perhatian kepada TNI di suratnya seperti itu, ” jelasnya.

Masa pertama kali rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputera kepada Gatot itu muncul anggapan di masyarakat, kalau hal ini dilakukan pemerintahan Jokowi untuk “meredam” kelompok oposisi.

Menanggapi anggapan seperti itu, Menko Polhukam, Mahfud MD, mengatakan pemberiaan penghargaan Bintang Mahaputera merupakan “sesuatu yang biasa”. Lagipula, menurutnya, itu hak yang bersangkutan sebagai mantan Panglima TNI.

“Kalau Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga, kalau diberi dibilang mau membungkam. Tidak ada urusan bungkam membungkan dan tidak ada urusan diskriminasi, ini haknya dia, ” ujar Mahfud MD, Kamis (05/11).

Menurutnya, Bintang Mahaputera diberikan kepada siapa saja dengan pernah menjabat sebagai pimpinan institusi tinggi negara, termasuk Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI periode 2015-2017.

Sebelumnya, beberapa media mengutip keterangan Gatot Nurmantyo yang mengaku “hingga saat ini saya belum terima undangan ataupun Keppres. ” kata Gatot Nurmantyo, Senin (09/11).

Namun keesokan harinya, Selasa (10/11), Kepala Sekretariat Kepala, Heru Budi Hartono, mengatakan, Gatot telah mengonfirmasi kehadirannya ke Istana untuk menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera.

“(Gatot Nurmantyo) hadir. Sudah ambil undangan dan pernyataan kesediaan menerima tanda kehormatan, ” logat Heru.

Polemik pemberian tanda uluran tangan oleh Presiden Joko Widodo sudah mengemuka tahun ini, ketika petunjuk jasa itu diberikan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Pihak Istana saat itu menyatakan pemberian keterangan kehormatan Bintang Mahaputera Nararya sudah melalui pertimbangan matang. Namun, seorang pengamat menilai hal tersebut sebagai upaya pemerintah membungkam kritik.