Categories
Data

Joe Biden ‘akan dorong Israel-Palestina berunding’, Indonesia ‘bisa berperan’ dukung kebebasan Palestina

6 jam yang lalu Getty Images Amerika Serikat di kolong Joe Biden diperkirakan akan mengembalikan proses penyelesaian konflik Israel dan Palestina ke meja perundingan atau jalur diplomatik—sebuah langkah politik yang selama ini diterabas Donald Trump, demikian analisa pengamat hubungan global.

Amerika Serikat di bawah Joe Biden diperkirakan akan membatalkan proses penyelesaian konflik Israel serta Palestina ke meja perundingan atau jalur diplomatik—sebuah langkah politik yang selama ini diterabas Donald Trump, demikian analisa pengamat hubungan global.

Di sisi lain, transformasi politik luar negeri Amerika Serikat yang bakal mengedepankan pendekatan multilateralisme, dianggap akan membuka peluang Nusantara untuk kembali menyuarakan dukungan kepada Palestina, kata seorang politisi PDI Perjuangan.

Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang berharap bisa memperkuat hubungan Nusantara dan Amerika di sektor ekonomi, demokrasi, dan multilateralisme.

Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Padjajaran, Dina Sulaeman, menyebut terpilihnya Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Kepala Amerika Serikat bakal membuat risau Israel.

Pasalnya, jika selama ini Donald Trump secara terang-terangan serta terbuka memihak Israel dan menerabas jalur diplomatik dalam penyelesaikan pertengkaran antara Palestina-Israel, maka di lembah Joe Biden, sikap itu mau berubah drastis.

Joe Biden, sekapur Dina, kemungkinan besar akan memerosokkan penyelesaikan konflik kedua negara dalam perundingan yang berpegang pada kesepakatan internasional.

“Kemungkinan Biden akan melaksanakan pendekatan ke dua pihak secara mengajak Palestina untuk melakukan percakapan tapi itu tidak akan mengubah garis kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama ini yang sungguh berpihak pada Israel, ” perkataan Dina Sulaeman kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (08/11).

“Beda gaya akan tetapi garis besarnya akan sama, ” sambung Dina.

Suara senada disampaikan pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Lutfi Zuhdi, yang menghargai Joe Biden akan mengembalikan proses penyelesaian konflik dua negara itu pada jalurnya, yakni two-state solution .

Two-state solution artinya Israel dan Palestina berdiri sebagai negeri berdaulat dan saling berdampingan.

“Kalau Trump kan one-state solution . Tapi Joe akan kembali lagi pada koridornya meskipun tidak otomatis menyelesaikan masalah di waktu dekat, ” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Namun begitu, sejauh mana sikap tegas Amerika Konsorsium kepada Israel baru akan tampak pada keputusan Joe Biden arah keberadaan Kedutaan Besar Amerika Serikat, apakah akan dipindahkan lagi ke Tel Aviv atau tetap pada Yerusalem.

Jika Amerika Serikat betul-betul membantu two-state solution seperti yang tertuang di resolusi PBB 194, maka Joe Biden akan memindahkan kedutaannya ke Tel Aviv, kata Lutfi.

Hanya saja proses perundingan tidak mau berjalan dengan mulus, kata Dina Sulaeman. Sebab posisi Amerika Serikat yang sangat berat sebelah kepada Israel di era Trump, telah membuat kecewa pihak pemerintah Palestina.

Dampaknya, Amerika Serikat tak lagi dipercaya Palestina sebagai mediator perbaikan.

“Jadi kita akan menunggu selalu responsPalestina tetap mau datang ke perundingan kalau mediatornya Amerika Konsorsium? ” ujar Dina.

NU: ‘Indonesia bahkan kencang mendorong Palestina sebagai negeri berdaulat’

Pada situasi tersebut, Indonesia, patuh pandangan pengamat dan Pengurus Tinggi Nahdlatul Ulama (PBNU), bisa menjemput peran untuk menyuarakan kembali pledoi terhadap Palestina.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini, meyakini suara Indonesia akan didengar pokok posisinya sebagai negara dengan warga Muslim terbesar dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita harapkan Indonesia kian kencang mendorong Palestina sebagai negeri berdaulat dan dengan terpilihnya Joe Biden akan tercipta situasi dengan lebih kondusif dengan Palestina, ” tutur Hely Faishal.

“Kalau lihat barang apa yang dilakukan Trump dengan transportasi Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem, itu membuat situasi makin gaduh, ” sambungnya.

Hal lain yang diharapkan PBNU dengan terpilihnya Joe Biden yakni terbangun dialog secara negara-negara Islam sehingga fenomena Islamophobia di negara Barat akan berkurang.

Barang apa tanggapan pemerintah Indonesia?

Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris dengan diproyeksikan memenangi pemilu presiden Amerika Serikat.

“Selamat Joe Biden dan Kamala Harris atas pemilu yang kuno. Perubahan besar ini adalah refleksi dari harapan terhadap demokrasi, ” tulis Jokowi di akun Twitternya, Minggu (08/100).

“Semoga kita segera bisa bekerja sama dalam rangka menguatkan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di sektor ekonomi, demokrasi, & multilateralisme, untuk kemaslahatan rakyat Indonesia dan Amerika Serikat, ” lanjut Jokowi.

Politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR, Charles Honoris, mengatakan pemerintah Nusantara maupun DPR sangat menyambut tertib terpilihnya Joe Biden.

Pasalnya Biden dalam kampanye lalu, menjanjikan ancangan yang lebih pro-aliansi dan multilateralisme dalam kebijakan internasional termasuk di dalam menghadapi permasalahan konflik di Timur Tengah.

Pendekatan yang mengutamakan keterlibatan banyak negara itu, disebut Charles sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia.

Langkah tersebut, katanya, lebih baik ketimbang tindakan sepihak yang kerap dilakukan Presiden Donald Trump.

“Kami harap Biden komitmen mengedepankan kebijaksanaan multilateralisme dan hukum internasional serta AS kembali menjadi juru tenang yang imparsial di Timur Pusat, ” kata Charles Honoris.

“Kalau kita lihat pendekatan Obama relatif mampu mengajak para pihak Israel serta Palestina duduk bersama mencari solusi damai agar bisa merealisasikan berdirinya negara Palestina yang fair . Kami harap Biden kembali memainkan peran itu. ”

Karena itulah di tengah perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan mendukung pendekatan multilateralisme, suara Nusantara dalam mendukung kemerdekaan Palestina bakal didengar AS sebagai mediator perbaikan, kata Charles.

“Apakah Biden langgeng dengan komitmen kedepankan multilateralisme atau tidak, kalau iya Indonesia memiliki peran di forum-forum multilateral. ”

Joe Biden mengalahkan Donald Trump di dalam pertarungan pemilu presiden. Dalam pidatonya, Biden bersumpah untuk menjadi presiden yang mempersatukan, bukan memecah raka.

Dalam hal konflik di Timur Tengah, Biden menyatakan tidak mau mengadopsi kebijakan pemerintahan Trump kepada pendudukan Israel di Tepi Barat.