Categories
Data

Pemilu Amerika: Hasil bermunculan, persaingan ketat di sejumlah negara bagian kunci

Diperbarui 53 menit yg lalu Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, yang memperhadapkan Donald Trump dan Joe Biden, menunjukkan persaingan sengit di sejumlah negara bagian kunci.

Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, yang memperhadapkan Donald Trump dan Joe Biden, menunjukkan persaingan sengit di sejumlah negara bagian kunci.

Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika hampir semua kertas suara telah dihitung.

Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, misalnya Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Az, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Seorang penasihat Donald Trump mengaku dirinya risau dengan peluang Trump.

“Jika Florida jatuh ke Biden, jadi pertandingan selesai. Namun, jika Florida dimenangi Trump, maka pertarungan masih berlanjut, ” kata sang penasihat kepada CBS, mitra BBC di AS.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum wujud kejutan berarti.

Kebanyakan negara periode condong pada salah satu partai, sehingga fokus setiap capres pada umumnya tertuju pada 12 atau lebih negara bagian yang peluang kemenangannya 50-50. Negara-negara bagian ini dijuluki ‘ battleground states ‘ atau negara bagian kunci pertarungan.

Bagaimana hasil sejauh ini?

Pertarungan di Negara Bagian Pennsylvania, The state of michigan, Wisconsin, dan Ohio bisa berakhir dengan hasil tak terduga.

Negara Bagian Arizona dan Texas, yang terlebih dulu menjadi kantung kekuasaan Partai Republik, juga menjadi medan pertarungan sengit. Kemenangan Biden di Texas bakal menjadi ‘gempa politik’.

Persaingan ketat juga tengah berlangsung di dua negara bagian kunci di pesisir timur, yakni Georgia dan North Carolina.

Benar Florida maupun Pennsylvania dianggap sebagai negara bagian yang harus dimenangi oleh Trump jika dia mau terpilih lagi sebagai presiden.

BBC memproyeksikan kemenangan Donald Trump di Alabama, Indianapolis, North Dakota, South Dakota, Oklahoma, Kentucky, Tennessee, Arkansas, dan Western Virginia,

BBC memproyeksikan Joe Biden menang di New York, Colorado, Vermont, Delaware, Maryland, Massachusetts, Brand new Jersey, dan Distrik Columbia.

Mitra BBC di AS, CBS News, memproyeksikan South Carolina, Nebraska, Kansas, Louisiana, dan Wyoming condong ke Trump.

CBS juga memproyeksikan Minnesota, New Mexico, Maine, Connecticut, Illinois, Rhode Island, dan New Hampshire condong ke Biden.

Kedua calon presiden menghabiskan waktu-waktu terakhir kampanye di negara-negara bagian kunci.

Donald Trump, 74 tahun, berusaha agar agar tidak menjadi presiden petahana mulailah yang gagal memenangkan periode kedua sejak George HW Bush pada 1992.

Setelah maraton berkampanye selama beberapa hari menjelang pemilihan presiden, Trump kembali ke Gedung Putih; sementara Biden ke Scranton, Pennsylvania, rumah masa kecilnya dan juga base Partai Demokrat di Philadelphia.

Saat ditanya mengenai rencananya, Trump mengaku belum punya persiapan.

“Tidak, saya belum memikirkan pidato kekalahan atau pidato penerimaan. Mudah-mudahan kita hanya akan melakukan salah satu dari dua tersebut dan, Anda tahu, menang tersebut mudah, kalah tidak pernah mudah. Bukan untuk saya, bukan buat saya, ” ujar Trump.

Di sisi lain, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, mengaku dirinya “penuh harapan”.

Akan tetapi, Biden tidak mau menjabarkan rencananya jika hasil bukan diumumkan pada 3 November.

“Ada begitu banyak hak yang berlangsung ketika ini…Kita lihat nanti, ” kata Biden.

“Jika ada sesuatu untuk dibicarakan mengenai malam ini, saya maka akan berbicara. Jika tidak, saya akan menunggu sampai kertas suara dihitung keesokan hari, ” lanjutnya.

Apakah pemilihan umum ini hanya memilih presiden?

Semua perhatian memang tertuju pada persaingan Trump dan Biden, namun para pemilih juga menentukan anggota baru Kongres saat mengisi kertas suara.

Kubu Demokrat telah menguasai majelis rendah parlemen atau DPR, sehingga mereka bertekad mempertahankan hal tersebut sekaligus mengincar kendali Senat.

Jika Demokrat punya kursi mayoritas di DPR lalu Senat, partai berlambang keledai tersebut akan mampu memblokir atau menunda rencana Trump jika dia kembali terpilih sebagai presiden.

Sebanyak 435 kursi di DPR AS diperebutkan dalam pemilihan tahun ini, sedangkan pada Senat terdapat 33 kursi yang dipertarungkan.