Categories
Data

‘Prancis dalam kondisi syok’ setelah gempuran bertubi-tubi, Presiden Macron klarifikasi pemberitahuan tentang kartun kontroversial

25 menit yang lalu Sumber gambar, Reuters Presiden Perancis Emmanuel Macron mengucapkan dia dapat memahami kemarahan pengikut Muslim yang dikejutkan oleh kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan dia dapat melakoni kemarahan umat Muslim yang dikejutkan oleh kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Macron mengatakan posisinya telah disalahpahami: bahwa perannya bukanlah mendukung konten kartun, yang dipandang sebagai penghujatan oleh umat Agama islam, tetapi untuk membela hak akan kebebasan berekspresi.

“Prancis berada dalam status syok setelah serangan ini, dengan perasaan sedih dan marah. Serta untuk pertama kalinya saat ana mengalami serangan ini, ada anggapan kuat yang menyerang Prancis secara internasional, atas dasar banyak kesalahpahaman dan itulah mengapa saya mau menjernihkannya, ” ujar Macron pada Aljazeera .

Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan mematikan di sebuah gereja di Nice, dengan menewaskan tiga orang. Ini ialah insiden serangan ketiga yang diduga dilakukan oleh kelompok Islam ekstrem dalam satu bulan terakhir.

Ketegangan terus memanas antara Prancis dan sejumlah negara Muslim, terkait kartun nabi Muhammad.

Beberapa mendesak pemboikotan produk Prancis setelah Macron membela hak untuk menggunakan gambar itu, dalam konteks kebebasan berekspresi.

Menteri Pada Negeri Prancis mengatakan kemungkinan mau terjadi lebih banyak serangan militan.

Pada Sabtu (31/10), seorang pendeta Orthodoks ditembak dan terluka pada Lyon. Pelaku penembakan telah ditangkap, namun hingga kini belum diketahui motif serangan tersebut dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

Apa yang disebutkan Macron?

Macron mengatakan, dia meyakini bahwa reaksi keras dari negara-negara Muslim karena orang-orang telah salah mengalami bahwa dia mendukung kartun itu, atau bahwa kartun itu dibuat oleh pemerintah Prancis.

“Saya melakoni sentimen yang diungkapkan. Tapi Anda harus memahami tugas saya sekarang, yakni melakukan dua hal: untuk menenangkan kondisi dan juga menyembunyikan hak-hak ini, ” ujarnya, merujuk pada hak berekspresi bagi itu yang menciptakan kartun tersebut.

“Saat ini di dunia ada orang yang mendistorsi Islam dan dengan mengatasnamakan membela agama, mereka melenyapkan, mereka membantai… saat ini ada kekerasan yang dilakukan oleh kegiatan dan individu ekstremis yang mengatasnamakan Islam. ”

Macron juga mengatakan pemboikotan produk-produk Prancis yang diserukan dalam tengah kemarahan negara-negara Islam tersebut “tidak dapat diterima”.

Apa konteks dari pernyataan Macron?

Tiga orang ditikam hingga tewas di Nice pada Kamis sebab seorang pria Tunisia yang muncul di kota bagian selatan Prancis itu sehari sebelumnya.

Prancis cepat meningkatkan kewaspadaan keamanan nasionalnya ke tingkat tertinggi, dengan mengerahkan bertambah banyak aparat keamanan ke tempat-tempat ibadah dan sekolah di seluruh negeri.

Sementara kantor berita Tunisia melaporkan, dua orang telah ditahan di negara itu untuk dimintai keterangan terkait serangan di Nice, yang dilakukan oleh seorang pria Tunisia.

Awal bulan ini, seorang pengasuh dipenggal kepalanya di pinggir tanah air Paris, setelah menunjukkan kartun Rasul Muhammad kepada beberapa siswanya.

Menanggapi serangkaian serangan tersebut, Macron mengatakan Prancis tidak akan pernah taat pada kekerasan.

Masalah ini telah menyebabkan ketegangan dengan beberapa negara kebanyakan Muslim, yang diekspresikan lewat pembakaran patung Macron di Bangladesh & perang kata-kata dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mempertanyakan kesehatan mental Macron.

Daftar insiden serangan belum lama ini di Prancis

Oktober 2020: Guru isyarat Prancis Samuel Paty dipenggal kepalanya di luar sekolah di pinggiran kota Paris.

September 2020: Dua orang ditikam dan terluka parah di Paris depan bekas kantor tabloid Charlie Hebdo , tempat bersemangat melakukan serangan mematikan pada 2015.

Oktober 2019: Operator komputer polisi, Mickaël Harpon, ditembak mati setelah menikam hingga mati tiga petugas dan seorang pelaku sipil di markas polisi Paris.

Juli 2016: Perut penyerang membunuh seorang pendeta, Jacques Hamel, dan secara serius melukai sandera lainnya setelah menyerbu suatu gereja di pinggiran Rouen pada Prancis utara.

Juli 2016: Seorang pria bersenjata mengendarai truk besar ke kerumunan yang merayakan Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang dalam gempuran yang diklaim oleh kelompok Negeri Islam (IS).

November 2015: Pria bersenjata dan karakter bom bunuh diri melancarkan bervariasi serangan terkoordinasi di gedung konser Bataclan, stadion utama, restoran, & bar di Paris, menyebabkan 130 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Januari 2015: Dua pria militan Islam memaksa masuk ke kantor Charlie Hebdo & menembak mati 12 orang.