Categories
Data

Reynhard Sinaga, pemerkosa berantai yang tak boleh dibebaskan karena kejahatan ‘luar biasa serius’, kata Kejaksaan Mulia dalam sidang banding

Diperbarui 53 menit yang lalu Sumber gambar, Greater Manchester Police Kejahatan yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga serta Joseph McCann, terpidana perkosaan berantai sangat “luar biasa serius” jadi mereka tidak boleh dibebaskan’.

  • Endang Nurdin
  • BBC News Indonesia

Kedurjanaan yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga serta Joseph McCann, terpidana perkosaan berantai sangat “luar biasa serius” sehingga mereka tidak boleh dibebaskan’.

Demikian permintaan Kejaksaan Agung kepada hakim di Pengadilan Banding, London.

Majelis hukum Banding yang digelar di Serba banyak Court of Justice, London, Rabu (14/10) dipimpin oleh lima orang hakim.

Inilah untuk pertama kalinya Pengadilan Banding mempertimbangkan hukuman total seumur hidup di luar peristiwa pembunuhan sangat parah, atas benduan Reynhard dan Joseph McCann, karena keduanya dianggap sebagai terpidana pemerkosa paling parah.

Jaksa dari Kejaksaan Mulia Michael Ellis mengatakan dua urusan ini menyangkut “kejahatan seksual yang begitu parah. ”

Terkait kasus Reynhard, Ellis mengatakan, “belum pernah tersedia kasus seperti ini” dan bahwa Reynhard adalah pemerkosa paling pelik dalam sejarah hukum Inggris.

Jaksa Sarah Whitehouse, yang membacakan kasus melaksanakan bersama Ellis mengatakan kejahatan ini menyebabkan dampak jangka panjang pada korban dan menimbulkan apa dengan ia sebut “samudera luas kejahatan. ”

“Diputuskan bahwa hukuman seumur tumbuh total dalam dua kasus ini harus dipertimbangkan karena kejahatan seksual yang dilakukan oleh dua karakter termasuk yang paling parah & paling keji yang pernah terjadi di negara ini, ” prawacana Ellis.

“Hukuman total seumur hidup dijatuhkan kepada pelaku kejahatan yang dianggap sangat parah dan pelaku tidak akan pernah dibebaskan dari kurungan, ” kata pejabat Kejaksaan Mulia ini.

“Terpidana bisa tetap berada di penjara seumur hidup dan nyaris tanpa ada peluang untuk dibebaskan, walaupun mungkin ada kesempatan [untuk bebas] dengan alasan sial keluarga misalnya. ”

Banding untuk memperberat hukuman dalam skema yang disebut Unduly Lenient Sentence (atau hukuman yang dianggap terlalu ringan) biasanya dijatuhkan pada jenis kasus pembunuhan tertentu, termasuk penculikan anak ataupun tindak terorisme.

Skema banding ini belum pernah diterapkan pada kasus dengan bukan pembunuhan.

*Peringatan: Tulisan ini berisi keterangan eksplisit terkait kekerasan seksual

Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman seumur hidup pada 6 Januari 2020 atas kejahatan yang disebut Hakim Suzanne Godard dalam pengadilan di Manchester sebagai “predator seksual setan” yang “tidak akan pernah tenang untuk dibebaskan. ”

Reyhnard melaksanakan sidang ini melalui sambungan gambar dari penjara karena pembatasan pandemi Covid-19. Pertama-tama, petugas memintanya untuk mengukuhkan jati dirinya.

“Dapatkah Anda mengonfirmasi bahwa Anda adalah Reynhard Sinaga? ”

“Ya benar, ” jawab Reynhard.

Daripada layar video, tampak Reynhard mengenakan baju hangat warna oranye & hem kerah biru serta berkacamata.

Jumlah pengunjung di ruang konvensi dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan tubuh Covid-19 sehingga sebagian awak media diminta untuk meliput dari bagian terpisah yang dilengkapi dengan layar.

Reynhard dihukum – setelah melakukan empat sidang terpisah yang berlaku selama 18 bulan – arah 159 kasus perkosaan dan pukulan seksual terhadap 48 orang target pria. Kejahatan ini dilakukan semasa rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Dari kira-kira 200 orang korban yang diketahui polisi berdasarkan rekaman video aksi perkosaan yang ditemukan di telepon seluler, 48 korban bersedia kasusnya disidangkan, sementara puluhan lainnya masih belum teridentifikasi.

Sementara McCann dijatuhi aniaya penjara seumur hidup sebanyak 33 kali pada 10 Desember tahun lalu karena melakukan serangkaian pukulan seksual terhadap 11 orang rani dan anak-anak.

Lebih lanjut Jaksa Michael Ellis menekankan bahwa urusan seperti kasus Reynhard Sinaga itu “belum pernah terjadi sebelumnya, tak hanya dari skala tapi selalu bahaya penggunaan obat dan rekaman tindak kejahatan yang berdampak jangka panjang, mungkin hingga seumur tumbuh, bagi 48 orang korbannya. ”

Jaksa Ellis kembali menguraikan tindak kesalahan yang dilakukan Reynhard dengan mengecap antara lain ada satu objek yang diperkosa tiga kali semasa dua jam, ada yang diperkosa delapan kali selama enam jam.

“Dan semua ini difilmkan dan terlihat sangat grafis, ” kata jaksa.

“Begitu para korban tidak ingat (setelah diberi obat bius), karakter melakukan perkosaan melalui anus terhadap mayoritas korban, ” tambahnya.

“Sebagian tumbuh, namun tidak semua korban menjelma sasaran perkosaan atau serangan berulang kali. Satu korban diperkosa tiga kali dalam rentang waktu perut jam… Korban lain diperkosa delapan kali dalam waktu enam jam, ” kata Ellis.

“Sidang banding Joseph McCann serta Reynhard Sinaga karena itu merupakan pengujian apakah hukuman seumur hidup dapat diterapkan terhadap pelaku pidana seksual paling keji, ” kata pendahuluan kantor Kejaksaan Agung.

Kuasa hukum Reynhard dan McCann menentang dijatuhikannya aniaya seumur hidup dengan mengatakan meskipun kejahatannya “sangat serius”, para terpidana tidak bisa disamakan “dengan urusan terparah dalam pembunuhan. ”

Saat ini, baik McCann ataupun Reynhard, mengeram di penjara paling tidak selama 30 tahun sebelum secara otomatis dapat mengajukan pembebasan bersyarat.

Mengapa Reynhard dan McCann diadili bersama pada Mahkamah Banding?

Kejaksaan Agung mengatakan mereka menerima permohonan agar hukuman terhadap besar terpidana ditinjau ulang berdasarkan besar U nduly Lenient Sentence s, atau hukuman yang dianggap terlalu ringan.

“Dua kasus ini menetapkan dua pertanyaan legal yang setara – apakah hukuman seumur hidup total dapat diterapkan bagi pelaku kejahatan seksual paling keji semrawut sehingga dua kasus ini bisa ditinjau bersama dalam sidang dengan sama, ” kata kantor Kejaksaan Agung.

McCann, yang tinggal di Beswick, Manchester Timur, mendapatkan peringatan lagak antisosial oleh Pengadilan Manchester masa ia masih berusia 14 tarikh. Ia disebut sebagai “psikopat klasik” oleh hakim dalam putusannya tarikh lalu.

Korban McCann berumur 11 datang 71 tahun, termasuk tiga orang perempuan yang diculiknya di pekerjaan, diancam dengan pisau dan berulang kali diperkosa.

Meliput persidangan di tengah pandemi Covid-19

Sekitar 20 karakter telah berkumpul di seputar kawasan sidang 4, Royal Court of Justice, London, 45 menit sebelum sidang banding dimulai. Lima belas menit menjelang sidang, petugas berangkat mengatur berapa orang yang akan ditempatkan di ruang sidang sari, baik di bagian bawah maupun di balkon.

Saya dan wartawan BBC lain Daniel De Simone mengikuti sejumlah wartawan lain diarahkan ke balkon, menyusuri tangga lingkar gedung tua yang diresmikan Ratu Victoria tahun 1882. Hanya ada sekitar 10 orang di balkon masing-masing di satu bangku, dan berpisah sekitar sekitar satu setengah meter satu sama lain Ada besar bagian terpisah, masing-masing lima karakter di kiri dan kanan.

Namun tidak lama kemudian, petugas meminta awak yang di bagian kanan, untuk pindah ke ruangan sidang lain, karena dianggap terlalu banyak.

Sidang banding Reynhard dan McCann ini, keputusannya kami ikuti melalui sambungan gambar di ruang sidang 7 dengan audio yang tak terlalu terang.

Ada sejumlah ruang sidang asing yang disiapkan di gedung mahkamah nasional Inggris ini, walaupun prospek wartawan yang meliput tak bertambah dari 20 orang, demi buat menerapkan protokol kesehatan ketat di masa pandemi ini.

S kema ULS kepala para korban minta terpidana diperberat hukumannya

Besar ULS memungkinkan para korban kebusukan, serta keluarga mereka dan pula publik meminta Kejaksaan Agung buat meninjau hukuman yang mereka sangka terlalu ringan.

Hanya satu pengajuan dengan diperlukan untuk mengkaji hukuman & kantor kejaksaan memiliki hanya 28 hari untuk mengajukan banding dari waktu hukuman dijatuhkan.

Skema ULS itu hanya diterapkan pada sejumlah kebusukan dan ada patokan yang ditetapkan agar kasus ini dapat diajukan ke Mahkamah Banding.

Sedianya, kasus Reynhard Sinaga dijadwalkan disidang di Majelis hukum Banding pada Maret lalu namun diundur sampai pertengahan Oktober itu karena pandemi Covid-19.

Pada Januari lulus, Jaksa Agung Geoffrey Cox mengatakan dalam satu pernyataan, “Sinaga melakukan sejumlah serangan sangat parah di dalam jangka waktu lama dan menerbitkan penderitaan dan trauma psikologis kepada korban. ”

Tindak perkosaan sejak 2005

Ada sekitar 200 korban yang diketahui menjadi korban Reynhard berdasarkan rekaman telepon seluler yang dilakukan sendiri oleh Reynhard. Kemudian 48 karakter korban mau menjalani proses patokan sementara puluhan orang lainnya masih belum dapat diidentifikasi.

Setelah vonis dijatuhkan, kepolisian menyebutkan banyak korban yang mengontak hotline yang dibuka untuk pengaduan, sebagian termasuk korban Reynhard.

April lulus, Reynhard dipindahkan ke penjara Wakefield di West Yorkshire, rumah benduan yang disebut “Gedung Monster” karena banyaknya pembunuh dan pemerkosa yang dipenjara di sana.

Kepolisian Manchester Umum mengatakan metode yang dilakukan Reynhard, adalah mengajak korban yang tampak rentan setelah mabuk, atau menyimpang di seputar tempat tinggalnya, dalam kawasan ramai di pusat kota Manchester.

Reynhard biasanya dilaporkan mencari korbannya seputar tengah malam.

Reynhard – yang pegari ke Manchester pada Juni 2007 dengan visa mahasiswa – kemudian memasukkan obat yang dicurigai merupakan GHB -( gamma hydroxybutyrate ) obat bius dengan menyerang sistem syaraf- dan memasang kamera melalui dua telepon selulernya lalu menyerang korban.

Kepolisian Manchester Umum mengungkap bahwa kejahatan yang dikerjakan Reynhard kemungkinan dilakukan dalam periode waktu lebih dari 10 tarikh.

Kepolisian mengatakan kejadian itu karena foto-foto yang ditemukan terkait orang yang kemungkinan ialah korban, tidak hanya foto di dalam tahun 2007 saat Reynhard mula-mula kali datang ke Inggris untuk studi, namun juga ada yang teridentifikasi sebagai rekaman pada tarikh 2005.

Tindak perkosaan itu semua dikerjakan di apartemennya di pusat kota Manchester, yang menjadi tempat susunan Reynhard sejak 2011 sampai ditahan pada Juni 2017.

Reynhard disebut petugas, sangat terampil dalam “perilaku predator”.

Selama di Inggris, Reynhard mengambil dua kali program S2 di Universitas Manchester dan tengah mengambil melangsungkan doktoral di Universitas Leeds era ditangkap.

Korban alami trauma, Reynhard t etap menekankan suka sama suka

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Juru bicara Kepolisian Manchster Besar menyatakan Januari lalu, “Dari 195 orang yang kemungkinan menjadi korban terbentang dari 2005 sampai 2017. Buktinya adalah kombinasi foto & video (dan tidak semua tindak kejahatan direkam) dan cinderamata dengan diambil (Reynhard) dari korban-korban. ”

Reynhard tidak memiliki catatan kriminal serta tidak pernah dicurigai sebelumnya terpaut dengan kejahatan sampai tanggal 2 Juni 2017, saat korban terakhirnya terbangun ketika sedang diperkosa.

Korban yang merupakan olahragawan segera memukulnya dan Reynhard dibawa ke rumah rendah karena luka parah di kepala.

Korban terakhir ini pada awalnya sempat ditahan karena melakukan penyerangan terhadap Reynhard, namun kemudian polisi mendapati tindakan Reynhard setelah menyita perut telepon seluler berisi rekaman perkosaan terhadap sekitar 200 pria.

Di dalam persidangan di Manchester, Reynhard, kelahiran 19 Februari 1983 ini, selalu menekankan bahwa apa yang tempat lakukan berdasarkan suka sama rajin, walaupun jaksa menyebutkan berdasarkan fakta video, korban jelas terlihat mendengkur dan dalam keadaan tidak ingat.

Tetapi petugas konseling kekerasan seksual Lisa Walter yang bekerja sama dengan kepolisian Manchester menyatakan para korban Reynhard mengalami “trauma berlipat. ”

Lisa mengatakan para korban umumnya “berurusan dengan dua rangkaian insiden traumatis” – kejutan mengetahui apa dengan terjadi pada mereka, ditambah dengan trauma dari serangan seksual.

Dalam bukti kepada polisi, para pria objek perkosaan Reynhard mengatakan mereka ingin Reynhard menderita atas apa yang telah ia lakukan terhadap para korban dan “membusuk di neraka”.

Bersandarkan hukum Inggris, identitas korban perkosaan, termasuk nama, tidak boleh diungkap ke publik seumur hidup kecuali korban memutuskan untuk membuka jati dirinya.

Puluhan korban perkosaan yang kasusnya disidangkan semua adalah adalah pria kulit putih Inggris berusia sama 21 tahun. Sejumlah orang dalam antara mereka mengatakan mereka “tak akan pernah melupakan saat polisi mendatangi mereka” dan mengungkapkan barang apa yang terjadi pada mereka. ”

Abu Reynhard, Saibun Sinaga mengatakan menerima hukuman yang dijatuhkan kepada putranya dengan menjawab singkat pertanyaan BBC News Indonesia, setelah vonis Januari lalu, “Saya sudah menerima apa adanya, sesuai dengan perbuatannya. Tidak usah lagi dibahas. ”