Categories
Data

China bersikeras kebijakan atas warga Muslim Uighur di Xinjiang ‘tidak ada yang salah’

Diperbarui 6 tanda yang lalu Sumber gambar, AFP Pemimpin China, Xi Jinping, mengutarakan kebijakan pemerintah di Xinjiang –yang memicu kritik tajam masyarakat internasional– sudah benar dan harus diterapkan dalam jangka waktu lama.

Majikan China, Xi Jinping, mengatakan kebijaksanaan pemerintah di Xinjiang –yang membuat kritik tajam masyarakat internasional– sudah benar dan harus diterapkan di jangka waktu lama.

China diperkirakan menahan satu juta warga Muslim, sebagian besar dari etnik Uighur, di kamp-kamp indoktrinasi.

Beijing juga dituduh menjalankan praktik kerja paksa dan memisahkan anak dari para orang tua mereka.

Namun era berbicara di depan para pejabat tinggi, Xi Jinping mengatakan kebijaksanaan China diperlukan untuk mewujudkan wilayah yang damai dan stabil.

“Secara keseluruhan, telah tercipta stabilitas sosial pada Xinjiang. Warga [di sana] hidup dengan nyaman, ” introduksi Xi, seperti dikutip kantor berita resmi China, Xinhua.

“Fakta menunjukkan kebijakan pemerintah telah berhasil, ” logat Xi.

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan Partai Komunis China pada Xinjiang “nyata-nyata benar” dan seharusnya “tetap diterapkan dalam jangka zaman yang panjang”.

Kecaman PBB

Pada 2018 PBB menyatakan khawatir atas penahanan massal warga Muslim Uighur di Xinjiang dan sudah mendesak agar mereka dibebaskan.

Beijing menyatakan mereka ditahan secara “alasan” mengatasi terorisme.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah sebuah komisi PBB mendengar beberapa laporan bahwa sampai utama juta Muslim Uighur di daerah Xinjiang barat ditahan di kamp-kamp re-edukasi.

Beijing menyangkal sejumlah tuduhan tersebut tetapi mengakui beberapa ekstremis ditahan untuk dididik kembali.

China menghargai milisi dan separatis Islamis bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan dalam daerah tersebut.

Saat dilakukan pengkajian di permulaan bulan ini, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Suku bangsa menyatakan sejumlah laporan yang bisa dipercaya mengindikasikan bahwa Beijing sudah “menjadikan daerah otonomi Uighur menjelma sesuatu yang mirip dengan pengasingan pengasingan besar-besaran”.

China menjawab dengan mengucapkan Uighur mendapatkan hak sepenuhnya tetapi Beijing mengakui, dan ini kurang dilakukan, bahwa “pihak-pihak yang dibohongi ekstremisme keagamaan… akan dibantu melalui permukiman dan pendidikan kembali”.

Xinjiang mengalami berbagai peristiwa kekerasan awut-awutan diikuti dengan penggerebekan – selama bertahun-tahun.

Apa yang PBB katakan?

Pada hari Kamis (30/08) badan PBB mengeluarkan kesimpulan pengamatannya yang mengkritik “definisi luas tentang terorisme dan acuan kabur terpaut ekstremisme serta definisi tidak terang terkait separatisme dalam undang-undang China”.

Komite tersebut mendesak Beijing untuk:

  • Mengakhiri penahanan tanpa dakwaan norma, pengadilan dan vonis;
  • Pembebasan segera orang-orang yang zaman ini ditahan di bawah tanda ini;
  • Memberikan masukan jumlah orang yang ditahan dan alasan penahanan mereka;
  • Melakukan “penyelidikan independen terhadap semua tuduhan tidak layak terkait suku bangsa, suku dan keagamaan”.

Apa dakwaan terhadap C h ina?

Kelompok benar asasi manusia termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch menyerahkan laporan kepada komite PBB yang mencatat tuduhan penahanan massal dalam kamp di mana para benduan dipaksa melakukan sumpah setia pada Presiden China, Xi Jinping.

World Uyghur Congress menyatakan dalam laporannya bahwa para tahanan dibui tanpa dakwaan dan dipaksa meneriakkan slogan Partai Komunis.

Mereka juga dilaporkan tidak diberikan makanan yang cukup serta muncul laporan penyiksaan yang meluas.

Biasa tahanan tidak pernah didakwa melaksanakan kejahatan dan tidak pernah menerima bantuan hukum.

Pernyataan terbaru PBB dikeluarkan di tengah terjadinya peningkatan ketegangan menyangkut agama di kawasan lain di China.

Di wilayah Ningxia barat laut, ratusan Muslim yang berusaha mencegah pengrusakan masjid bentrok secara pemerintah.

Siapakah orang Uighur?

Uighur adalah minoritas Muslim yang sebagian besar berada dalam daerah Xinjiang, China barat. Sekitar 45% penduduk di tempat itu adalah Uighur.

Xinjiang resminya diperlukan sebagai daerah otonomi di dalam China, sama seperti Tibet di daksina.

Sebesar laporan yang menyebutkan semakin banyak orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang ditahan di Xinjiang muncul dalam beberapa bulan belakang.

China menyatakan pihaknya melakukan penahanan buat mengatasi kelompok ekstremis.