Categories
Data

Covid-19: Kisah para penggali kubur untuk jenazah virus corona: ‘Kalau kita kena dan mati, siapa dengan kuburkan? ‘

26 September 2020, 15: 11 WIB Sumber gambar, Antara Foto/MUHAMMAD ADIMAJA Selain tenaga medis, ada sejumlah karakter yang bekerja keras sepanjang masa pada masa pandemi virus corona. Mereka adalah para petugas pemakaman jenazah Covid-19.

Selain tenaga medis, ada sebesar orang yang bekerja keras sepanjang waktu pada masa pandemi virus corona. Mereka adalah para petugas pemakaman jenazah Covid-19.

Sehari-hari mereka bertugas menyiapkan lubang makam bagi korban Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sehari mereka bisa menggali puluhan lubang, bersandar dari jumlah kematian hari itu.

“Kita menyiapkan lubang paling sedikit 20 lubang, tapi kita pernah datang 40 lubang gara-gara yang meninggal banyak. Itu rekor yang pernah kita lakukan, ” kata Junaedi, seorang penggali makam di Kompleks Permakaman Covid-19 Pondok Ranggon, sama dengan dilaporkan kantor berita Antara.

Dia tak menampik kalau dirinya selalu merasa takut terpapar dan membawa virus corona ke lingkungan keluarga.

Junaedi mengaku ketakutan terbesar dirinya bukan dari jenazah yang terpapar virus, namun dari para-para ahli waris, kerabat, dan saudara yang mengantarkan jenazah.

Menurutnya, jenazah yang telah dibawa ke permakaman telah melewati protokol yang erat termasuk terbungkus plastik secara rapih. Apabila ada kerusakan para aparat berhak menolak jenazah untuk dimakamkan. Akan tetapi, para pengantar jenazah belum tentu aman dari virus tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua grup B aparat gali makam untuk jenazah Covid-19, Andi.

Karenanya, mereka telah menyiapkan sebanyak peralatan untuk melindungi diri.

Selain baju hazmat, mereka membekali diri secara pembersih tangan, sarung tangan, dan plastik steril.

Saat tiba pada rumah, sebelum berkumpul dengan secara keluarga, mereka mandi. Adapun segenap perlengkapan menggali kubur direndam cairan disinfektan.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi mereka. Dengan besarnya risiko pekerjaan tersebut, pemerintah telah merancang dana insentif sebesar Rp1 juta per orang yang dibayarkan per bulan.

“Selain insentif sih, sebenarnya pengennya nih Covid-19 buru-buru selesai. Dan tolong yang pada nganter jenazah jaga senggang, pada pake masker, dan ikutin protokol kesehatan. Jangan suka marah-marah sama kita. Kalau kita belakang kena dan mati, terus siapa yang nguburin ? ” tanya pria bertubuh besar tersebut sambil tertawa.

Sebagaimana dilaporkan situs resmi Pemprov DKI Jakarta meniti https://corona.jakarta.go.id, jumlah permakaman jenazah secara prosedur penanganan Covid-19 meningkat sejak awal Juli 2020.

Terhitung sebanyak 20-an jenazah dimakamkan dengan protap penanganan Covid-19 pada awal Juli 2020. Namun, jumlah itu meningkat hingga 60-an jenazah pada pertengahan September 2020.

Pada 16 dan 18 September, misalnya, terdapat 67 dan 65 jenazah yang dikuburkan secara protap Covid-19.

Angka itu menghunjam hingga mencapai 41 jenazah dalam 24 September.

Secara keseluruhan, menurut bahan Kementerian Kesehatan hingga 25 September 2020, terdapat 1. 661 individu yang meninggal dunia akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Adapun jumlah nasional tercatat sebanyak 10. 218 orang.

Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa kompleks permakaman bakal kehabisan tempat untuk menguburkan jenazah Covid-19.

Tetapi, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Timur sebagaimana dilaporkan situs resmi Pemerintah Praja Jakarta Timur pada 9 September lalu, mengimbau warga untuk tak risau akan kekurangan lahan pemakaman. Sebab, dari 69 hektare lahan yang ada, masih tersisa lahan 7. 000 meter persegi, sehingga dianggap mencukupi untuk pemakaman satu. 200 jenazah korban Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga pernah menyampaikan bahwa selain Pondok Ranggon, ada TPU Tegal Alur sebagai lokasi pemakaman khusus jenazah Covid-19. Disebutkannya, masih ada sisa dua hektare lahan di Tegal Aturan yang bisa menampung sekitar 3. 000 makam.

Jika nanti kedua TPU tersebut penuh, Anies menyatakan pihaknya telah menyiapkan tempat pemakaman lain sejak Maret 2020 untuk menampung jenazah korban Covid-19.

“Lokasi semua sudah disiapkan, jadi kita lihat jalan sesuai dengan kebutuhan. Insyaallah tidak akan ada kekurangan, ” ungkap dia kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, 7 September 2020.

Meski demikian, Anies tidak menjelaskan secara rinci di mana wadah lain yang dia maksud.