Categories
Data

Arab Saudi umumkan umrah bisa dimulai lagi mulai 4 Oktober, Indonesia akan ‘prioritaskan jemaah yang tertunda berangkat’

Diperbarui 9 jam yang lalu Sumber gambar, EPA Pemerintah Indonesia mengatakan itu akan meminta jemaah umrah yang tertunda akibat pandemi Covid-19 untuk diprioritaskan berangkat. Hal ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar, di Jakarta, Rabu (23/09) menyusul pengumuman pemerintah Arab Saudi bahwa penyelenggaraan ibadah umrah akan dibuka secara berantara mulai 4 Oktober.

Pemerintah Indonesia mengatakan itu akan meminta jemaah umrah yang tertunda akibat pandemi Covid-19 buat diprioritaskan berangkat.

Hal ini disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar, di Jakarta, Rabu (23/09) menyusul pengumuman pemerintah Arab Saudi bahwa penyelenggaraan ibadah umrah akan dibuka secara berangsur-angsur mulai 4 Oktober.

“Koordinasi dengan PPIU (Penyelanggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan maskapai terus dilakukan. Kita menimbulkan jemaah umrah yang tertunda menjelma prioritas untuk diberangkatkan, ” introduksi Nizar.

“Kita juga membahas penerapan adat kesehatan dalam pelaksanaan umrah pada masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes, ” tambah Nizar.

Pihak berwenang dalam Saudi pada Selasa (22/09) mencanangkan bahwa ibadah umrah bisa kembali dijalankan mulai 4 Oktober mendatang, tujuh bulan setelah ibadah itu dihentikan karena pandemi virus corona.

Departemen Dalam Negeri Saudi mengatakan keputusan ini diambil setelah mencermati status di lapangan dan juga untuk mengakomodasi keinginan umat Islam dalam seluruh dunia yang ingin melaksanakan ibadah ini.

Kantor berita Saudi, SPA, mengatakan bahwa umrah dibuka tiba 4 Oktober untuk warga Muslim di Saudi sedangkan jemaah sejak luar Saudi bisa melaksanakan umrah mulai 1 November.

SPA mengatakan kalau tidak semua negara dibolehkan mengirim jemaah umrah untuk sementara tersebut.

Batasi kontak fisik selama jalankan umrah

Tidak dijelaskan dari mana saja, SPA mengutarakan bahwa yang dibolehkan adalah dibanding negara-negara tertentu.

Dirjen Penyelenggaraan Haji & Umrah Kementerian Agama RI, Nizar, mengatakan pihaknya masih menunggu terbit dari Saudi terkait negara-negara yang dibolehkan memberangkatkan jemaah umrah.

“Saudi di dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang bakal mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami meminta Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan, ” kata Nizar.

Pemberangkatan publik umrah dari Indonesia dihentikan pada 27 Februari, menurut keterangan Kemenag.

Disebutkan pula, jumlah jemaah umrah bakal ditingkatkan secara bertahap dari enam. 000 menjadi 20. 000 bagi hari. Jumlah jemaah 6. 000 per hari setara dengan 30% dari kapasitas normal.

Diharapkan kapasitas mampu dinaikkan menjadi 40. 000 jemaah per hari pada 18 Oktober.

Dalam fase selanjutnya, Saudi berharap total jemaah ditingkatkan menjadi 60. 000 jemaah per hari mulai 1 November, bersamaan dengan diperbolehkannya publik umrah dari luar Saudi.

Warga Muslim yang menjalankan umrah diminta menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi kontak fisik.

Saudi mengatakan pembatasan umrah hendak dicabut begitu ancaman pandemi virus corona dianggap sudah hilang.

Pandemi memaksa pihak berwenang di Saudi buat membatasi ibadah haji tahun ini.

Biasanya ibadah ini diikuti sebab sekitar dua juta umat Muslim, namun karena wabah, jumlah himpunan tahun ini sangat dibatasi.