Categories
Data

4 orang dipenjara di Vietnam terkait kematian 39 orang di truk berpendingin: SMS salah satu imigran, ‘Saya tak bisa bernafas’

Diperbarui 3 jam yang lalu Sumber tulisan, Family of Pham Tra My Empat orang dipenjara di Vietnam karena keterlibatan mereka dalam maut 39 migran yang ditemukan di dalam truk kontainer berpendingin dalam Essex, Inggris pada Oktober tarikh lalu, menurut laporan media resmi pemerintah.

Empat orang dipenjara di Vietnam karena keterlibatan mereka dalam mair 39 migran yang ditemukan dalam dalam truk kontainer berpendingin pada Essex, Inggris pada Oktober tarikh lalu, menurut laporan media resmi pemerintah.

Pria, perempuan dan anak-anak ditemukan meninggal karena asphyxia, atau kekurangan oksigen, dan hipotermia di tanggal 23 Oktober, menurut masukan yang dibuat oleh Inggris.

Empat orang yang dipenjara dinyatakan bersalah “mengorganisir ilegal emigrasi” setelah sidang satu hari di Ha Tinh, lapor VnExpress.

Media resmi pemerintah tersebut menyebut salah satu korban membayar US$22. 000 (sekitar Rp326 juta) buat perjalanan ilegal itu.

Empat terpidana semrawut berusia antara 24 sampai 36 tahun – dihukum antara dua setengah tahun sampai tujuh setengah tahun penjara. Tiga lainnya dijatuhi hukuman percobaan.

‘Asphyxia dan hipotermia’

Jenazah warga negeri Vietnam ini ditemukan di wilayah industri tak lama setelah truk berpendingin itu tiba di Inggris melalui feri dari Zeebrugge di Belgia.

Sepuluh orang remaja – perut di antaranya laki-laki berusia 15 tahun – termasuk yang meninggal.

Bulan lalu, supir truk, Ronan Hughes, 40, dari Tyholland, County Monaghan, Inggris mengakui dakwaan pembunuhan tidak direncanakan dan berkonspirasi dalam pengiriman migran ilegal.

Sementara, terdakwa lain, Gazmir Nuzi, 42, yang tinggal pada London utara, mengaku bersalah membantu mengirimkan tenaga kerja ilegal.

Pada pokok tahun ini, supir truk lain, Maurice Robinson, 25, dari Craigavon, County Armagh, mengaku bersalah akan 39 dakwaan pembunuhan tidak direncanakan dan konspirasi mengirim tenaga ilegal.

Harrison akan diadili dalam sidang yang akan dimulai pada 5 Oktober dengan tiga terdakwa lain.

Tiga terdakwa itu termasuk Gheorghe Nica, 43, yang menyanggah dakwaan serta, Valentin Calota, 37, dan Christopher Kennedy, 23, yang menyanggah konspirasi positif pengiriman tenaga ilegal.

Akhir Mei berantakan, petugas keamanan menangkap 26 karakter di Belgia dan Perancis terpaut kematian 39 imigran itu.

Sebanyak 13 orang, termasuk warga negara Maroko dan Vietnam, kini ditahan di Brussels dan 13 orang yang lain di Paris, kata penegak kaidah.

Penuntut dari Belgia mengatakan para tersangka kemungkinan ‘membawa puluhan orang setiap hari selama beberapa bulan’.

Menurut mereka, jaringan penyelundupan orang tersebut dicurigai memfasilitasi kedatangan para-para imigran asal Vietnam pada 2019.

Awak Kerjasama Keadilan Kriminal Uni Eropa (Eurojust) mengatakan bahwa kepolisian sudah melaksanakan penggerebekan lintas batas di Selasa (26/05) pagi dalam sebuah operasi yang melibatkan empat negara: Inggris, Perancis, Belgia, dan Irlandia, serta Europol.

Sejumlah orang sudah ditahan sebelumnya terkait kematian para-para imigran tersebut, termasuk beberapa simpulan di Vietnam.

‘Saya tidak bisa bernafas’

Lupa satu korban adalah Pham Thi Tra My, 26, yang lelap kabarnya sejak ia mengirimkan SMS pada Selasa 22 Oktober 2019 dan mengatakan ia tidak mampu bernafas di kontainer kulkas dengan suhu dapat mencapai -25C.

Abang Tra My, Pham Ngoc Tuan, mengutarakan mereka membayar sekitar Rp500 juta kepada penyelundup untuk membawa adiknya ke Inggris. Lokasi terakhir tempat adalah di Belgia.

Para penyelundup diketahui telah mengembalikan uang kepada sebanyak keluarga.

Terkait temuan 39 jenazah tersebut, seorang sopir truk telah dijerat dengan tuduhan pembunuhan tidak terencana.

“Saya tidak bisa bernafas”

Abang Tra My selalu mengatakan kepada BBC, “Adik beta hilang pada tanggal 23 Oktober dalam perjalanan dari Vietnam ke Inggris dan kami tak bisa mengontaknya. Kami khawatir dia berada di kontainer itu.

“Kami bertanya kepolisian Inggris untuk membantu menyelidiki jadi adik saya bisa dikembalikan ke keluarga kami, ” tambahnya.

Pesan terakhir yang diterima dari Tra My adalah pada pukul 22: 30 waktu setempat Selasa (22/10), perut jam sebelum kontainer itu tiba di terminal Purfleet dari Zeebrugge, Belgia.

Keluarganya menunjukkan SMS yang ia kirim ke orang tuanya serta berbunyi, “Maaf sekali, maafkan beta ibu dan bapak, perjalanan kami ke negeri asing gagal.

“Saya sekarat, saya tak bisa bernafas. Kami sangat sayang ibu dan abu. Maafkan saya, ibu. ”

Abang Tra My mengatakan kepada BBC kalau perjalanannya ke Inggris dimulai di tanggal 3 Oktober. Ia mengucapkan keluarganya tak dapat mengontaknya sebab “orang yang mengurus” tidak mengizinkannya menerima telpon.

“Dia terbang ke China dan berada di sana besar hari dan kemudian terbang ke Prancis, ” kata abang Tra My.

“Dia mengontak kami setiap tempat sampai pada satu tujuan. Jalan pertama menyeberang ke Inggris dilakukan pada 19 Oktober, namun dia ditangkap dan dikembalikan. Saya tak tahu pelabuhan mana. ”

BBC sudah menyerahkan rincian tentang Tra My, 19, yang berasal dari tanah air Nghen, provinsi Ha Tinh, ke kepolisian Essex, serta rincian asing dari pihak yang mengklaim memiliki informasi.

Abang Tra My mengatakan adiknya menelpon pukul 07: 20 masa Belgia pada Selasa (22/10) dengan mengatakan ia akan masuk ke kontainer dan mematikan telpon untuk menghindari terdeteksi. Sejak itu dia tak terdengar lagi.

Ia mengatakan seorang penyelundup telah mengembalikan uang kepada keluarganya pada malam itu. Tanggungan warga Vietnam lain berusia 26 tahun yang melakukan perjalanan yang serupa juga telah menerima uang balik.

Tatkala itu, keluarga Nguyen Dinh Luong, juga mengatakan mereka khawatir awak Vietnam berusia 20 tahun tersebut termasuk 39 jenazah yang terlihat.

Pakar bicara kedutaan Vietnam di London memastikan mereka telah mengontak kepolisian Essex.

VietHome, organisasi yang mewakili komunitas Vietnam di Inggris mengatakan sejah ini mereka telah menerima foto dari hampir 20 orang dengan melaporkan anggota keluarga mereka kering sejak truk itu ditemukan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Koban di dalam kontainer adalah 31 pria dan delapan perempuan, menurut kepolisian Essex yang pada awalnya mengira mereka seluruh berasal dari China.

Jenazah di bandela itu ditemukan di daerah industri Grays pada pukul 01: 40 waktu setempat Rabu 23 Oktober 2019.

Dalam jumpa pers, pejabat petugas Pippa Mills mengatakan pihaknya tidak akan mengeluarkan kewarganegaraan korban sampai proses identifikasi selesai.

Data GPS menunjukkan kontainer kulkas itu melintas bolak balik dari Inggris dan Eropa daratan beberapa hari sebelum terlihat.

Bandela itu dipinjam dari Global Trailer Rentals pada 15 Oktober. Perusahaan itu mengatakan mereka “sama sekadar tidak mengetahui bahwa truk tersebut akan digunakan untuk keperluan yang telah terungkap. ”

Kepolisian Essex mengucapkan bagian depan dari truk tersebut masuk ke Inggris melalui Holyhead -pelabuhan laut Irlandia di Wales pada hari Minggu 20 Oktober, dalam perjalanan dari Dublin.

Suhu di kontaner kulkas itu dapat mencapai -25C. Truk itu kini diamankan di Essex.

Sopir truk didakwa melakukan pembunuhan tidak terencana

Sopir truk tersebut, Maurice Robinson, telah dijerat dengan tuduhan pembunuhan tidak terencana.

Pria berusia 25 tahun itu ditangkap setelah mayat 31 laki-laki dan delapan perempuan terlihat di kota Grays pada keadaan Rabu (23/10).

Pria asal Laurel Drive, Craigavon, Irlandia Utara itu juga dijerat dengan tuduhan perdagangan manusia serta pelanggaran imigrasi dan pembilasan uang, kata Kepolisian Essex.

Tiga orang lainnya, seorang laki-laki dan perempuan, keduanya berusia 38 tahun, serta seorang pria berumur 48 tarikh dari Irlandia Utara masih ditahan polisi.

Mereka bertiga ditangkap atas telaahan pembunuhan tidak terencana dan konspirasi untuk memperdagangkan manusia.

  • Sumber-sumber mengatakan data GPS membuktikan truk meninggalkan Monaghan, Irlandia di dalam 15 Oktober sebelum menyeberang ke Irlandia utara dan kembali ke Dublin
  • Dari Dublin, truk menyerang ke Holyhead pada Wales, Inggris pada 16 Oktober
  • Malam tersebut, truk menuju Calais, Prancis sejak Dover, Inggris
  • Antara tanggal 17 sampai 22 Oktober, truk itu bergerak ke berbagai kota di Belgia, Prancis, termasuk Dunkirk, Bruges dan Lille
  • Pada 22 Oktober, truk itu dibawa menyerang dari Zeebrugge, Belgia ke Purfleet, Inggris

Berapa migran yang meninggal pada upaya menyeberang ke Inggris?

Jumlah migran yang meninggal dalam upaya menyeberang ke Inggris tercatat oleh PBB terjadi sejak 2014.

Sejak itu, lima mayat orang yang dicurigai migran ditemukan di truk-truk atau kontainer di Inggris.

2014: Seorang warga Afghanistan ditemukan meninggal di Tilbury Docks, Essex. Ia ditemukan di bandela bersama 34 warga Afghanistan lain yang selamat

2015: Dua migran ditemukan meninggal di peti kemas semak di gudang di Branston, Staffordshire. Peti kemas dikirim dari Italia

2016: Migran berusia 18 tahun meninggal saat mencoba menggelantung di truk di Banbury, Oxfordshire

2016: Satu jenazah ditemukan di Kent di kecil truk yang bertolak dari Prancis

Berita ini diperbaharui pada 28 Mei 2020 dengan menambahkan fakta penangkapan 26 orang di Belgia dan Perancis dalam kasus moralitas para imigran asal Vietnam pada truk kontainer berpendingin di Inggris pada tahun lalu