Categories
Data

Kasus Covid-19 dunia tembus rekor hangat: AS termasuk tertinggi, Trump dituduh ‘memalukan dan berbahaya’ karena langgeng kampanye pilpres

Diperbarui 2 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Presiden Donald Trump dituduh Gubernur Nevada Steve Sisolak melakukan hal yang “memalukan, kritis dan tak bertanggung jawab” sebab menyelenggarakan kampanye pemilihan presiden pada tengah lonjakan kasus Covid-19 dalam negara itu sebesar lebih 45. 000 dalam 24 jam.

Presiden Donald Trump dituduh Gubernur Nevada Steve Sisolak melakukan hal yang “memalukan, berbahaya dan tak bertanggung jawab” sebab menyelenggarakan kampanye pemilihan presiden dalam tengah lonjakan kasus Covid-19 dalam negara itu sebesar lebih 45. 000 dalam 24 jam.

Trump menyelenggarakan kampanye pilpres di Henderson dan melanggar aturan berkumpul dengan dibatasi hanya 50 orang dalam negara bagian itu.

Dalam kampanye itu, banyak pendukung Trump yang tak menggunakan masker memasuki gedung Xtreme Manufacturing.

“Malam ini (Minggu waktu setempat), Presiden Donald Trump melakukan kegiatan sembrono dan egois yang menerbitkan risiko terhadap banyak orang pada Nevada, ” kata gubernur dibanding Partai Demokrat itu.

“Tampaknya presiden kurang bahwa negara ini masih berada di tengah pandemi, ” tambahnya melalui akun Twitternya.

Hentikan Twitter pesan, 1

Lompati Twitter pesan, satu

Kampanye pertama Trump dalam tiga bulan itu dilakukan pada tengah pengumuman Organisasi Kesehatan Negeri, WHO yang mencatat pertambahan terbesar jumlah kasus virus corona dalam 24 jam, dengan 307. 930 kasus.

Amerika Serikat mencatat kemajuan tertinggi kedua setelah India dan di atas Brasil.

Badan PBB tersebut mengatakan jumlah kematian bertambah sebesar lebih dari 5. 500, jadi total angka kematian global kini 917. 417.

Di seluruh dunia, ada lebih dari 28 juta peristiwa terkonfirmasi, setengahnya berada di benua Amerika.

Rekor sebelumnya untuk pertambahan kasus paling banyak dalam sehari terlampaui pada 6 September, ketika WHO melaporkan 306. 857 infeksi.

Di mana saja terjadi peningkatan kasus menyesatkan tajam?

Menurut WHO, India melaporkan 94. 372 kasus baru pada keadaan Minggu, disusul AS dengan 45. 523 dan Brasil dengan 43. 718.

Lebih dari 1000 kematian pertama dicatat di AS dan India, sedangkan di Brasil tercatat tersedia 874 orang telah tewas dibanding penyakit terkait Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

India memiliki jumlah kejadian kedua terbanyak di dunia, di belakang AS. Pekan lalu mereka melaporkan hampir dua juta kasus Covid-19 pada bulan Agustus, menjadi negara di dunia yang mendokumentasikan paling banyak kasus dalam utama bulan sejak awal pandemi.

India mencatat rata-rata 64. 000 kasus per hari awut-awutan naik 84% dari kasus sama pada bulan Juli, menurut petunjuk resmi. Angka kematian telah melewati 1000 setiap hari sejak mula September.

Brasil telah merekam lebih dari empat juta kasus, yang ketiga terbanyak di dunia. Ia menikmati jumlah kematian terbesar di Amerika Latin, dengan sekitar 131. 000 sejauh ini.

AS telah mencatat dekat seperempat jumlah total kasus virus corona dunia – lebih daripada enam juta. Mereka mengalami kemajuan jumlah kasus harian pada kamar Juli, namun angkanya telah mendarat sejak itu.

AS juga paling penuh mencatat korban jiwa karena Covid-19, dengan lebih dari 194. 000 kematian.

Bagaimana dengan situasi di wadah lain?

Negara-negara di seluruh Eropa mencatat peningkatan jumlah kasus harian, di tengah kekhawatiran akan kebangkitan virus.

Lockdown lokal telah diberlakukan pada wilayah-wilayah paling terdampak, dan tersedia permintaan terbaru kepada rakyat buat mengenakan penutup wajah dan menuruti aturan penjarakan sosial.

Negara asing yang telah mengalami kebangkitan virus termasuk Peru, Israel, Korea Selatan, dan Australia.

Pada hari Minggu, petugas di negara bagian Victoria, Australia menangkap lebih dari 70 pengunjuk rasa karena melanggar perintah letak di rumah.

Sekitar 250 orang menghadiri protes di kota Melbourne, yang dipromosikan oleh kelompok-kelompok media sosial yang berbagi teori konspirasi tentang pandemi.

Victoria telah menjadi tengah wabah di Australia, menyumbang 75% kasus dan 90% kematian.

Sedangkan Israel akan kembali memberlakukan lockdown nasional karena kasus virus corona pada sana terus meningkat.

Pembatasan yang ketat akan mulai berlaku pada hari Jumat – tahun segar Yahudi – dan akan berlaku setidaknya tiga minggu, kata bagian berwenang.

Israel telah mengonfirmasi lebih daripada 153. 000 infeksi dan satu. 108 kematian akibat Covid-19, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.