Categories
Data

Anies Baswedan: Jakarta terapkan kembali PSBB seperti di awal pandemi, ‘Rem darurat harus kita tarik’

3 jam yang lalu Sumber gambar, KOMPAS. com/NURSITA SARI Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan kembali pembatasan sosial berskala tinggi (PSBB) yang seperti diterapkan di dalam awal pandemi Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan untuk menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang semacam diterapkan pada awal pandemi Covid-19.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (09/09) malam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan “pihaknya menarik rem darurat, yang tersebut artinya kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti pada masa awal pandemi dulu. ”

Dengan demikian, “bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa mula dulu, ” katanya. “Dan inilah rem darurat yang harus kita tarik. ”

“Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta, ” ujarnya.

Menurutnya, apabila ini dibiarkan, maka “rumah sakit tidak akan sanggup menampung [pasien covid-19]” dan “efeknya kematian akibat Covid-19 akan tinggi” di Jakarta.

Dikatakannya, langkah ini dikerjakan karena penularan virus corona dalam Jakarta sudah masuk “kondisi darurat”.

Situasi darurat itu, demikian Anies, ditandai kenaikan kasus covid-19 pada Jakarta, angka kematian akibat virus ini, serta kemampuan rumah sakit menampung pasien yang terpapar.

“Meskipun kita mendorong peningkatan kapasitas rumah lara kita, tapi jumlah kasus rajin di Jakarta pertambahannya lebih lekas daripada pertambahan kapasitas tampung untuk pelayanan rumah, baik tempat rebah atau ICU. ”

“Jadi, dari tiga data ini, angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus covid, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam perihal darurat, ” paparnya.

Keputusan penerapan kembali PSBB ini, menurutnya, berdasarkan kesimpulan dari rapat Gugus tugas penanganan Covid-19 DKI Jakarta di dalam Rabu sore.

“Maka dengan melihat kedaruratan ini maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera jadi, ” ujarnya.

Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Senin, 14 September 2020, kata Anies.

‘Kegiatan perkantoran non esensial harus dilaksanakan dari rumah’

“Prinsipnya mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non esensial diharuskan untuk melaksanakan kegiatan sejak rumah, ” ungkapnya.

Anies menekankan, bukan kegiatan usahanya yang berhenti, akan tetapi bekerja di kantor yang ditiadakan.

“Kegiatan jalan terus, kegiatan kantor timah terus, tapi perkantoran [non esensial] di gedungnya, yang tidak diizinkan untuk beroperasi.

“Akan ada 11 bidang esensial yang bisa tetap berjalan dengan operasi minimal. Jadi tidak boleh beroperasi kaya biasa, lebih dikurangi, ” paparnya.

Pemprov Jakarta akan “mengevaluasi ulang” perkantoran yang selama ini sudah dikasih izin berkegiatan.

‘Seluruh tempat per akan ditutup’

Dalam jumpa pers, Anies menyatakan bahwa “seluruh wadah hiburan” akan ditutup.

“Kegiatan yang dikelola Pemprov DKI akan ditutup, bagaikan [kebun binatang] Ragunan, Ancol, Monas, dan taman-taman kota,

“Dan kegiatan belajar tetap berlangsung di vila, seperti yang sudah berlangsung semasa ini, ” tambahnya.

Rumah makan boleh beroperasi, tapi tidak boleh makan di lokasi’

Lebih lanjut Anies mengungkapkan, kegiatan usaha makanan, serupa rumah makan, kafe atau restoran diperbolehkan untuk tetap beroperasi, tetapi “tidak dibolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi”.

“Jadi pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tak makan di lokasi. ”

Alasannya, pemprov DKI menemukan “di tempat-tempat ini lah terjadi interaksi yang mengantarkan pada penularan. ”

Kapan mulai diberlakukan PSBB?

Kebijakan ini akan mulai legal pada Senin, 14 September 2020, kata Anies Baswedan.

Di bagian asing jumpa persnya, Anies menekankan kalau apa yang dia sampaikan barulah “prinsip-prinsip awal”. Adapun “detil-detilnya” akan disampaikan pada “hari-hari ke depan”.

“[Ini} sebagai ancang-ancang pada semesta masyarakat bahwa kita akan menuju PSBB. Ada fase, ada proses supaya kita bisa menyiapkan biar berjalan dengan baik. ”

“Supaya kita semua bisa mengantisipasi, ” katanya.