Categories
Data

Covid-19: Vaksin buatan Rusia diklaim lulus memicu respons imun tubuh pribadi

5 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Sejumlah ilmuwan asal Rusia mengeluarkan laporan pertama mereka tentang vaksin virus corona yang diproduksi negara mereka. Dalam laporan ilmiah itu, penggunaan vaksin disebut dapat menimbulkan respons imun tubuh manusia.

Sejumlah ilmuwan asal Rusia meluncurkan petunjuk pertama mereka tentang vaksin virus corona yang diproduksi negara mereka. Dalam laporan ilmiah itu, penggunaan vaksin disebut dapat memicu respons imun tubuh manusia.

Kajian itu terbit di jurnal kesehatan The Lancet. Para peneliti menulis, setiap peserta uji coba vaksin terbukti mengembangkan antibodi untuk melawan virus corona.

Tak ada pula buah negatif yang serius terhadap kesehatan para peserta uji coba, permintaan para peneliti.

Pemerintah Rusia pada Agustus lalu mendaftarkan hak paten vaksin yang rencananya akan digunakan untuk kepentingan domestik.

Rusia adalah negeri pertama yang mengambil langkah tersebut, sebelum data terkait vaksin itu dipublikasikan.

Namun beberapa pakar kesehatan menyuarakan uji coba yang digelar Rusia terlalu minim untuk membuktikan efektivitas dan keamanan vaksin virus corona tersebut.

Rusia belakangan menggunakan hasil uji coba vaksin untuk menjawab pertimbangan. Pakar medis dari negara barat menyangsikan kecepatan Rusia menciptakan vaksin. Mereka menduga Rusia mengambil berkepanjangan pintas dalam pembuatan vaksin itu.

Kepala Rusia, Vladimir Putin, Agustus lulus mengklaim vaksin buatan negaranya telah melalui seluruh pengecekan. Putin mengecap vaksin itu bahkan telah disuntikkan ke salah satu putri kandungnya.

Apa dengan dipaparkan dalam laporan terbaru?

Dua tes coba vaksin bernama Sputnik-V tersebut digelar antara Juni dan Juli lalu, menurut jurnal The Lancet. Masing-masing uji coba melibatkan 38 sukarelawan sehat.

Pada awal uji jika, mereka diberi dosis vaksin. 3 pekan setelahnya, mereka mendapat vaksin penguat.

Para peserta, berusia antara 18 sampai 60 tahun, dipantau selama 42 hari. Peneliti menemukan kalau, semua peserta mengembangkan antibodi di tiga minggu.

Efek samping dengan paling umum mereka rasakan merupakan sakit kepala dan nyeri prinsip.

Segenap informasi dalam uji coba tersebut tidak ditutup untuk peserta. Tak ada pula pendekatan acak, artinya setiap sukarelawan sadar bahwa mereka menerima vaksin.

“Uji coba jangka lama yang besar, termasuk perbandingan plasebo dan pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan keamanan jangka panjang serta efektivitas vaksin untuk menghalangi infeksi Covid-19, ” demikian tulis peneliti dalam laporan itu.

Uji coba fase ketiga akan melibatkan 40. 000 sukarelawan dari berbagai leler dan kelompok risiko.

Vaksin Rusia menggunakan jenis adenovirus yang telah disesuaikan. Ini adalah virus yang lazimnya menyebabkan flu biasa. Tujuan penggunaannya untuk memicu respons kekebalan.

Sedang butuh waktu panjang

Oleh Philippa Roxby, reporter BBC untuk dunia kesehatan

“Menggugah” dan “sejauh ini sangat baik” adalah kurang reaksi dari para ilmuwan Inggris. Tapi jelas, jalan masih panjang.

Sekalipun vaksin menunjukkan respons antibodi dalam semua peserta di fase dua, tidak berarti vaksin itu bakal melindungi mereka dari virus corona.

Hasil akhir itu masih belum ditetapkan.

Dari hasil sementara ini, kita dapat mengatakan bahwa vaksin tampaknya aman digunakan orang sehat berusia 18 dan 60 selama 42 hari, karena selama itulah studi berlangsung.

Namun bagaimana dengan orang gelap dan mereka yang memiliki iklim kesehatan tertentu sehingga paling berisiko terhadap Covid-19?

Seberapa aman vaksin ini untuk mereka dan pada jangka waktu yang lebih lama?

Pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat dijawab setelah uji coba acak jangka panjang yang jauh lebih besar. Syaratnya, orang-orang yang ikut uji jika itu tidak tahu apakah itu menerima vaksin atau suntikan tiruan.

Uji coba semacam itu juga akan meluluskan tahu para ilmuwan seberapa efektif vaksin itu di antara warga yang jauh lebih luas.

Ada pula seruan untuk keterbukaan dan transparansi.

Dari sekian banyak vaksin dengan saat ini diuji coba dalam berbagai negara, beberapa di antaranya akan menunjukkan hasil yang bertambah baik daripada yang lain dalam situasi dan kelompok orang terbatas.

Siap mengetahui secara tepat seberapa baik vaksin bekerja dan untuk sapa sangat penting. Tidak mungkin mulia vaksin akan cocok untuk seluruh orang.

Apa tanggapan Rusia?

Kirill Dmitriev, kepala dana investasi Rusia yang mengongkosi uji jika vaksin itu, menyebut laporan itu sebagai jawaban yang kuat arah nada skeptis ‘tidak masuk akal’ terhadap vaksin Rusia.

Dmitriev berkata, 3. 000 orang telah direkrut buat uji coba tahap berikutnya.

Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, mengatakan negaranya akan memulai vaksinasi November ataupun Desember mendatang. Fokus program tersebut, kata dia, adalah kelompok berisiko tinggi.

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

But experts warned that there was still a long way to go berayun-ayun a vaccine could enter the market.

Brendan Wen, Professor of Microbial Pathogenesis at London’s School of Hygiene and Tropical Medicine, told Reuters news agency: “The report is a case of ‘so far, so good'”.

According to the World Health Organization, there are 176 potential vaccines currently being developed worldwide. Of those, 34 are currently being tested on people. Among those, eight are at stage three, the most advanced.