Categories
Data

Jacob Blake: Polisi penembak pria indra peraba hitam AS ‘sebanyak tujuh kali’ hingga lumpuh, disebutkan namanya

Diperbarui 26 menit yang lalu Sumber gambar, JUSTIN LANE/EPA Jaksa Agung Negara Bagian Wisconsin mengumumkan nama polisi penembak adam kulit hitam, Jacob Blake, yang memicu demonstrasi di Kota Kenosha selama berhari-hari.

Jaksa Agung Negara Bagian Wisconsin mengumumkan nama penjaga penembak pria kulit hitam, Jacob Blake, yang memicu demonstrasi dalam Kota Kenosha selama berhari-hari.

Jaksa Josh Kaul mengatakan kepada kuli bahwa polisi bernama Rusten Sheskey menembak Blake sebanyak tujuh kala pada bagian punggung selagi tempat membuka pintu mobil.

Aparat menemukan sebilah pisau di mobil Blake, tambah Kaul, namun tidak ada senjata lain.

Berdasarkan penyelidikan yang kini sedang berlangsung, tiada polisi lain pada tempat kejadian perkara yang menggugurkan tembakan. Namun, semua polisi itu untuk sementara dibebastugaskan.

Insiden itu mendatangkan gelombang protes di Kota Kenosha selama berhari-hari, beberapa di antaranya berubah menjadi aksi kekerasan.

Blake sendiri masih dirawat di rumah kecil dalam keadaan sadar, namun pengacaranya khawatir kliennya perlu “mukjizat” biar bisa berjalan lagi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengirimkan amtenar federal ke Kenosha. Dalam cuitannya, dia menyebut aparat itu didatangkan untuk memerangi “penjarahan, pembakaran, kekerasan, dan ketiadaan hukum di jalan-jalan Amerika”.

Sesaat setelah cuitan Trump tumbuh, Gubernur Wisconsin, Tony Evers, mengatakan telah memerintahkan 500 personel Penjaga Nasional untuk mendukung aparat ketenangan di tengah kekhawatiran adanya gerak laku lanjutan.

Sebagian warga menentang kebijakan kritis berupa jam malam di kota.

Mereka lantas bergabung dalam lagak protes, yang terkadang berubah menjelma aksi kekerasan.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Kenosha menyampaikan keterangan resmi menanggapi “beberapa keterangan terjadinya aksi penembakan dan adanya beberapa korban akibat tembakan” di kota itu sekitar pukul 23: 45 waktu setempat hari Selasa (25/08).

“Penembakan itu mengakibatkan dua karakter meninggal dunia dan korban tembakan ketiga dilarikan ke rumah kecil dengan luka serius, tetapi tak mengancam jiwanya, ” demikian daya pernyataan itu.

Ditambahkan bahwa identitas para korban masih dicari kepastiannya, tetapi tidak diberikan rincian lebih lanjut. Sejauh ini penyelidikan tengah dilangsungkan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria bersenapan dikejar oleh kerumunan massa pra dia terjatuh ke jalan.

Pria tersebut kemudian terlihat melepaskan tembakan kaum kali ke arah massa.

Video lain memperlihatkan sekelompok orang warga sipil membawa senjata, yang sebagian besar berseragam militer, berkumpul di sungguh pusat bisnis yang dikatakan hendak mereka lindungi.

Rekaman video juga menunjukkan orang-orang berlarian di jalan-jalan masa terdengar suara tembakan, dan sebanyak orang yang terluka tergeletak dalam jalan.

Apa yang kita ketahui mengenai penembakan itu?

Jaksa Josh Janji memberi informasi mengenai penyelidikan yang tengah berlangsung.

Insiden bermula ketika sebanyak polisi dipanggil ke sebuah petunjuk pada Minggu (23/08) malam sesudah seorang perempuan melaporkan “kekasihnya tersedia di situ padahal seharusnya tempat tidak berada di lokasi”.

Pengacara Blake mengatakan kliennya berupaya “meredam kejadian domestik” ketika polisi mencabut senjata mereka.

Mereka disebut berupaya menahan Blake, awalnya menggunakan penyengat listrik atau taser. Setelah Blake membuka pintu mobilnya, polisi Rusten Sheskey—yang sudah berdinas di Kepolisian Kenosha selama tujuh tahun—melepaskan tujuh tembakan ke punggung Blake.

“Tidak ada polisi asing yang menembakkan senjata mereka, ” kata Kaul.

Tunangan Blake, Laquisha Booker, mengutarakan anak-anak – yang menyaksikan segenap saat mereka duduk di kecil mobil – berteriak saat abu mereka ditembak.

Blake mengatakan kepada penyelidik bahwa dia menyimpan sebilah pisau. Kaul mengonfirmasi, para polisi “menemukan sebilah pisau di lantai mobil pada sisi supir” mobil Blake. Mereka tidak menemukan senjata asing di kendaraan itu.

Pengacara Blake mengutarakan dia mencoba untuk “tidak sejenis mengindahkan insiden domestik”. Saksi serampangan mengatakan hal yang sama kepada sejumlah media lokal.

Catatan pengadilan membuktikan ada surat perintah penangkapan terhadap Blake atas pelecehan seksual serta tuduhan pelecehan dalam rumah tangga.

Abu Blake mengatakan dia tidak membenarkan pada penyelidikan tersebut.

“Siapapun yang berkulit putih, yang melakukan penyelidikan tentang seorang pemuda kulit hitam dengan ditembak tujuh kali di punggungnya, dan belum memberikan jawaban ataupun komentar pada saat ini, tidak dapat diterima, ” katanya kepada wartawan.

Jaksa Josh Kaul menyebut aliran aksi kekerasan di kota tersebut “menjijikkan”.

Menurutnya beberapa orang yang “terlibat dalam kegiatan perusakan tidak bersumber dari Kota Kenosha atau dibanding Negara Bagian Wisconsin”.

Bagaimana aksi penentangan terjadi?

Beberapa jam setelah penembakan Jacob Blake pada hari Minggu, ratusan orang berunjuk rasa dalam markas polisi Kenosha.

Sejumlah instrumen roda empat kemudian dibakar, & kepolisian meminta agar berbagai induk bisnis yang buka 24 jam untuk menghentikan aktivitasnya, karena “banyak” laporan adanya perampokan bersenjata serta bunyi tembakan.

Pada Senin (24/08), Gubernur Evers menelepon pasukan Garda Nasional buat membantu polisi setempat dan menetapkan jam malam di Kenosha.

Negara polisi, yang didukung pasukan Garda Nasional, menggunakan gas air serampangan, peluru karet dan bom asap, ungkap para pengunjuk rasa.

Sebesar demonstran terlihat menyerang mobil-mobil & bangunan dengan pemukul bisbol, begitu laporan kantor berita Reuters.

Pada Selasa, ratusan orang pengunjuk rasa menyelenggarakan demonstrasi di berbagai sudut tanah air. Sekelompok kecil massa melemparkan kembang api dan botol air ke arah polisi, yang membalas secara memuntahkan peluru karet dan gas air mata.

Dalam sebuah pesan yang diunggah di Twitter, polisi mendesak agar warga di Kenosha untuk “menjauhi jalanan”.

Sejumlah bangunan dan mobil menemui kerusakan setelah aksi protes terhadap aksi penembakan di kota berpenduduk sekitar 100. 000 di tempat barat daya Danau Michigan.

Pada Selasa, Gubernur Tony Evers mengatakan tempat akan mengirim lebih banyak gerombolan Garda Nasional ke Kenosha buat melindungi gedung-gedung pemerintah dan menjunjung tim kesehatan dan petugas pemadam kebakaran.

Keadaan darurat juga telah diumumkan di Wisconsin.

Aksi protes selalu menyebar ke sejumlah kota yang lain, termasuk Portland, Oregon dan Minneapolis, di negara bagian Minnesota.

Dengan jalan apa kondisi Jacob Blake?

Pengacara Ben Crump mengatakan pada konferensi pers dalam Selasa bahwa tim dokter mengatakan Blake mengalami kelumpuhan akibat penembakan itu.

“Keluarganya percaya pada keajaiban, namun diagnosa medis saat ini ialah bahwa dia lumpuh dan, karena peluru itu memutuskan sumsum tulang belakangnya dan menghancurkan beberapa tulang punggungnya, akan membutuhkan keajaiban untuk Jacob Blake Jr untuk bisa berjalan lagi, ” katanya.

Pria berusia 29 tahun, yang ditembak ketika anaknya duduk bersamanya di dalam mobil, juga mengalami lubang di perutnya, cedera lengan dan kerusakan di dalam ginjal dan hatinya.

Sebagian luhur usus besar dan usus kecilnya harus diangkat, kata pengacaranya kepada wartawan.

Ibunya, Julia Jackson mengatakan pada konferensi pers bahwa putranya telah “berjuang demi hidupnya”, tetapi mengutarakan jika dia “tahu apa dengan terjadi sejauh ini, yaitu kekerasan dan kehancuran, dia akan sangat tidak senang”.

Penembakan Blake terjadi masa AS bergumul dengan perlakuan terhadap masyarakat Afrika-Amerika di tangan penegak hukum, serta pertanyaan yang lebih luas tentang rasisme di bangsa.

Masalah ini mengemuka semenjak kematian seorang pria kulit hitam lainnya, George Floyd, dalam tahanan polisi di Minneapolis, Mei lalu.

Dalam pidatonya, Julia Jackson berbicara secara langsung mengenai rasisme dan menyerukan apa dengan disebutnya sebagai “upaya penyembuhan”.

“Apa saudara mengerti apa yang akan terjadi jika kita jatuh – karena rumah yang berseberangan tidak bisa berdiri. ”