Categories
Data

Rekaman ‘eksplosif’ kakak Donald Trump: Jelang konvensi Partai Republik, presiden AS digambarkan sebagai ‘pecundang dan tak punya prinsip’

30 menit yang lalu Sumber gambar, Getty Images Menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, terungkap rekaman audio kakak perempuan Presiden Donald Trump, yang menggambarkan presiden sebagai “pecundang dan orang yang tak punya prinsip”.

Menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, terungkap rekaman audio kakak perempuan Presiden Donald Trump, yang menggambarkan presiden sebagai “pecundang dan orang yang tak punya prinsip”.

Rekaman tersebut berisi pendapat kakak Trump, Maryanne Trump Barry, seorang mantan hakim federal, dan ditanya oleh keponakan Trump, Mary Trump, yang Juli lalu mengeluarkan buku yang mengkritik keras presiden, Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man.

Pandangan kakak perempuan Trump dirilis pada Sabtu (22/08) dan sejak itu ramai diberitakan media, baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat.

Mary Trump mengatakan dirinya secara diam-diam merekam pembicaraan dengan bibinya untuk melindunginya dari gugatan hukum.

Berdasarkan undang-undang di New York yang disahkan pada 2018 dan 2019, rekaman ini legal.

Menanggapi rekaman ini, Gedung Putih mengatakan, “Selalu muncul hal baru setiap hari, siapa yang peduli?”

Yang dikatakan kakak Trump – “Jika Anda orang yang beragama, maka Anda akan membantu orang”

Dalam salah satu bagian Barry menyebut Donald Trump “berbohong” dan menurutnya adik laki-lakinya tersebut “kejam”.

Barry juga berbicara tentang kebijakan Trump untuk menekan imigrasi, yang dalam praktiknya memisahkan orang tua dari anak-anak mereka.

Barry mengatakan, “Jika Anda orang yang beragama, maka Anda akan membantu orang … bukan melakukan hal semacam ini (memisahkan orang tua dari anak-anak mereka).”

“Yang ia pikirkan adalah bagaimana memuaskan basis pendukungnya,” kata Barry.

Ia juga menyinggung soal Trump yang “melakukan kecurangan” agar bisa masuk universitas.

“Ia [Donald Trump] diterima di Universitas Pennsylvania karena ia membayar seseorang mengerjakan ujian,” kata Barry.

Soal ini ada di buku Mary Trump dan Barry mengatakan bahkan ia masih ingat nama seseorang yang mengerjakan ujian, sehingga Trump diterima di universitas.

Barry sebelumnya dikenal dekat dekat dengan Donald Trump dan pernah mengatakan hubungan keduanya dekat.

Apa tanggapan Gedung Putih?

Setelah rekaman ini diterbitkan The Washington Post, Donald Trump mengeluarkan pernyataan tertulis, yang menyebutkan “selalu muncul hal baru setiap hari” dan menambahkan Presiden Trump akan “mengabaikan hal semacam ini”.

Kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows, mengatakan “Presiden Trump tak seperti yang digambarkan dalam rekaman rahasia tersebut”.

Ia juga mempertanyakan motif Mary Trump yang “diam-diam merekam pembicaraan dengan Maryanne Trump Barry”.

Meadows mengatakan Mary Trump melakukan tindakan ini “karena ia ingin Joe Biden terpilih menjadi presiden”.

Juru bicara Mary Trump mengatakan untuk mengantisipasi kemungkinan gugatan di pengadilan “Mary Trump merasa perlu untuk merekam pembicaraan ini untuk melindungi dirinya”.

Konvensi Nasional Partai Republik

Rekaman yang digambarkan eksplosif ini diungkap hanya dua hari menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, yang dimulai Senin (24/08) dan berakhir Kamis (27/08).

Konvensi berlangsung sekali dalam empat tahun, dengan acara puncak menetapkan calon presiden dan cawapres yang terjun di pemilihan bulan November.

Selain mengumumkan pasangan yang maju di pilpres, diputuskan pula platform dan program kerja capres.

Sebagai petahana, secara de facto Donald Trump adalah calon dari Republik, namun tetap saja harus ada keputusan resmi dari partai, yang diumumkan dalam konvensi ini, agar ia bisa maju lagi di pilpres.

Rencananya, Trump akan menerima nominasi Republik di Gedung Putih, keputusan yang dikecam sejumlah kalangan karena tempat yang ia pakai adalah properti milik federal.

Menerima nominasi partai di properti milik pemerintah dianggap “tidak etis”.

Konvensi digelar ketika Trump tertinggal oleh calon Demokrat, Joe Biden, di banyak jajak pendapat.

Wartawan BBC di Washington, Anthony Zurcher, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, Biden selalu mengungguli Trump dan konvensi ini bisa menjadi kesempatan terakhir bagi Trump untuk membalikkan keadaan.